Tujuan Pendidikan Karakt

Posted on: June 28, 2020, by :
  1. Tujuan Pendidikan Karakter

            Mengacu pada dasar falsafah bangsa, maka Pancasila sebagai kristalisasi nilai budaya bangsa Indonesia, harus tetap menjadi rujukan dalam menerapkan berbagai aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk di dalamnya baik aktivitas menata program dan menyelenggarakan pendidikan, maka sila-sila Pancasila merupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tetap merupakan pilar dalam mewujudkan proses penyelenggaraan pendidikan karakter. Dr. Ratna Megawangi pencetus karakter di Indonesia menyebutkan nilai-nilai karakter, diantaranya yaitu :

  1. Cinta Tuhan dan kebenaran
  2. Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
  3. Amanah
  4. Hormat dan santun
  5. Kasih sayang, kepedulian,dan kerja sama
  6. Percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah
  7. Keadilan dan kepemimpinan
  8. Baik dan rendah hati
  9. Toleransi dan cinta damai

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, dan sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya dalam mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Tujuan pendidikan karakter menurut Puskur (2010) yaitu sebagai berikut :

  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/ afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan

 

  1. E.  Hubungan antara Pendidikan Karakter dengan Kecerdasan dan Keberhasilan Akademik

            Pengertian karakter ini banyak dikaitkan dengan pengertian budi pekerti, akhlak mulia, moral, dan bahkan dengan kecerdasan ganda (multiple intelligence). Terkait dengan kecerdasan ganda, bahwa kecerdasan meliputi empat pilar saling terkait satu sama lain, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial sering disebut sebagai kecerdasan yang berdiri sendiri yang lebih disebut dengan pengertian cerdas pada umunya, dengan ukuran baku internasional yang dikenal dengan istilah IQ. Sementara kecerdasan yang lainnya belum atau tidak memiliki ukuran matematis sebagaimana kecerdasan intelektual. Kecerdasan di luar kecerdasan intelektual inilah yang lebih dekat dengan pengertian karakter pada umumnya. Dr. Martin Luther King tokoh spiritual kulit hitam di Amerika Serikat menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk melahirkan insan cerdas secara komprehensif, menyeluruh dan berkarakter kuat.