Thaharah Dari Hadats

Posted on: June 23, 2020, by :
Thaharah Dari Hadats

Thaharah Dari Hadats

Thaharah Dari Hadats

Hadats adalah keadaan pada diri seseorang yang dianggap bernajis sehingga menyebabkan seseorang menjadi tidak suci. Thaharah dari hadats ada tiga macam yaitu wudhu’, mandi, dan tayamum.

  1. Wudhu’

Secara Bahasa wudhu’ adalah perbuatan menggunakan air pada anggota tubuih tertentu. Sedangkan wadhu ialah air yang digunakan untuk berwudhu’, kata ini berasal dari kata wadha’a yang berarti baik, dan bersih. Dalam istilah syara’ ialah perbuatan tertentu yang berkaitan tengan mengalirkan air kebeberapa anggota tubuh yang dimulai dengan niat.

Berkaitan dengan syariaat wudhu ada dalil didalam al-quran dan hadits yang menegaskan kewajibannya.

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä #sŒÎ) óOçFôJè% ’n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qè=Å¡øî$$sù öNä3ydqã_ãr öNä3tƒÏ‰÷ƒr&ur ’n<Î) È,Ïù#tyJø9$# (#qßs|¡øB$#ur öNä3Å™râäãÎ/ öNà6n=ã_ö‘r&ur ’n<Î) Èû÷üt6÷ès3ø9$#

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan  kedua mata kaki….”(QS Al-maidah[5]: 6)

Dari Abu Hurairah ra. Menyatakan:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: “Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kamu bila ia berhadats, sampai ia berwudhu”. (HR. Bukhari Muslim, Daud dan Tirmizi).

Wudhu’ diwajibkan sejak zaman rasulullah hingga sekarang, sehingga sudah menjadi ajaran yang tidak dapat dibantah lagi. Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan ibnu majah , wudhu diwajibkan sebelum hijrah, pada malam isra bersamaan dengan kewajiban sholat 5 waktu. Mula-mulal wudhu diwajibkan setiap kali hendak melakuaakan shalat. Tetapi kemudian keadaan itu dikaitkan dengan keadaan ber hadats.

  1. Syarat sahnya wudhu’ialah:
  2. Islam
  3. Tamyiz (aqil dan balig)
  4. Air mutlak
  5. Tidak ada yang menghalangi baik hissy maupun syar’i
  6. Masuk waktu sholat ( khusus bagi orang yang hadats nya berkepanjangan).
  1. Fardhu (rukun) wudhu’ ada enam yaitu:
  2. Niat

Menurut ijma, niat adalah wajib dalam thaharah, separti dalam mandi wajib, wudhu dan tayamum, oleh karena itu thaharah  harus dengan niat. Namun, Hanafi berpendapat: mandi wajib dan whudu tidak perlu dengan niat. Namun, tayamum harus dengan niat. Niat dalah didalam hati. Agar lebih sempurna, niat didalam hati dibarengi dengan hafalan dengan lisan. Akan tetapi, Maliki berpendapat, bahwa niat adalah makruh. Para ulama sepakat bahwa niat didalam hati sudah memadi, tetapi dengan lisan saja tidak cukup.

Hakikat niat adalah menyengaja (qashd) Sesuatu serentak dengan melakukannya dalam rangka mencari ridho allah dan menjalankan hukum-hukum allah.tempat dan pelaku niat itu adalah hati, karenanya tidak disyariatkan untuk diucapkan. Namun demikian dengan mengikutinya dengan ucapan dianggapnya Sunnah, untuk membantu memantapkan pernyataan sengaja yang didalam hati. Rasulullah SAW bersabda:

https://kabarna.id/endless-apk/