Teknologi Biometrik dari Sidik Jari, Iris Mata, Hingga Suara

Posted on: July 28, 2020, by :
Teknologi Biometrik dari Sidik Jari, Iris Mata, Hingga Suara

Teknologi Biometrik dari Sidik Jari, Iris Mata, Hingga SuaraTeknologi Biometrik dari Sidik Jari, Iris Mata, Hingga Suara

Pendahuluan
Verifikasi identitas dalam sistem komputer sering dilakukan menggunakan kunci, kartu, password, PIN dan sebagainya. Namun metode ini memiliki kekurangan seperti mungkin mudah dilupakan (password, PIN), di-hack serta diubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Teknik untuk identifikasi ataupun verifikasi yang handal dan akurat dapat dirancang menggunakan teknologi biometrik yang memanfaatkan karakteristik khusus dari individu seperti wajah, iris, sidik jari, tanda tangan dan sebagainya. Teknik identifikasi ini lebih baik daripada password biasa dan teknik berbasis PIN karena berbagai alasan:

• Pada teknologi biometrik, orang yang akan diidentifikasi diperlukan untuk hadir secara fisik pada saat proses identifikasi sehingga risiko ia untuk di-hack orang lain jauh lebih sulit.

• Identifikasi yang menggunakan teknik biometrik menyingkirkan kebutuhan pengguna untuk mengingat password serta PIN atau membawa token (kunci, kartu). Jadi, teknologi biometrik ini jauh lebih mobile dan praktis.

Apa itu Teknologi Biometrik?

Sebuah sistem biometrik pada dasarnya adalah sistem pengenalan/identifikasi pribadi dengan menentukan keaslian dari suatu karakteristik fisiologis, ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh si pengguna. Teknologi biometrik demikian didefinisikan sebagai metode otomatis untuk mengidentifikasi dan otentikasi identitas seseorang berdasarkan karakteristik fisiologis maupun perilaku si pengguna. Sistem biometrik dapat berupa sistem identifikasi maupun sistem verifikasi (otentikasi) yang pembahasannya ada di bawah ini:

• Identifikasi: One to Many
Pembandingan sampel biometrik individu terhadap seluruh database dari template referensi biometrik, untuk menentukan apakah data sampel cocok dengan salah satu template dari database.

• Verifikasi: One to One
Pembandingan dua set data biometrik untuk menentukan apakah mereka berasal dari individu yang sama.

Otentikasi biometrik membutuhkan pembandingan sampel biometrik yang terdaftar (template biometrik atau identifier) terhadap sampel biometrik yang baru diambil (misalnya, pada saat login). Ini adalah proses yang terdiri dari tiga langkah: Capture (pengambilan data), Process (pemrosesan data), dan Enroll (proses pendaftaran) yang kemudian diikuti oleh proses verifikasi ataupun identifikasi sesuai kebutuhan.

Selama proses Capture, data dasar biometrik ditangkap oleh perangkat pengindera, seperti pemindai sidik jari ataupun kamera. Lalu kemudian ada tahap Process di mana karakteristik yang membedakan diambil dari sampel biometrik mentah dan diubah menjadi rekaman identifier biometrik (template biometrik). Selanjutnya adalah tahap Enroll, di mana rekaman identifier ini disimpan atau didaftarkan dalam media penyimpanan untuk kemudian dibandingkan selama proses otentikasi. Dalam banyak aplikasi komersial, hanya sampel biometrik yang telah diproses (rekaman identifier) yang akan disimpan. Sampel biometrik asli tidak dapat direkonstruksi dari rekaman identifier ini.

Kelayakan Teknologi Biometrik
Untuk dapat dijadikan teknologi biometrik, karakteristik data biometrik harus memenuhi syarat tertentu agar bisa digunakan sebagai teknologi biometrik yang layak. Karakteristik biometrik tersebut antara lain:

• Bersifat universal
Setiap orang harus memiliki atribut yang menjadi data biometrik. Atribut ini haruslah atribut yang aman dari kehilangan akibat suatu kecelakaan atau penyakit.

• Tidak berubah
Data biometrik harus konstan selama jangka waktu yang panjang. Atribut ini tidak boleh mengalami perubahan yang signifikan akibat faktor usia ataupun penyakit kronis tertentu.

• Mudah diukur
Proses pengambilan datanya tidak boleh memakan banyak waktu dan sebaiknya proses pengambilan datanya juga harus dapat dilakukan secara pasif tanpa bantuan pihak kedua sebagai pengambil data.

• Bersifat unik dan tunggal
Setiap ekspresi atribut harus unik untuk tiap individu. Karakteristiknya harus memiliki sifat unik yang cukup untuk membedakan seseorang dari yang lain. Tinggi badan, berat badan, warna rambut dan mata mungkin merupakan atribut yang unik dengan asumsi hasil pengukurannya sangat tepat dan akurat, namun jenis data ini tidak menawarkan poin diferensiasi yang cukup untuk dapat berguna lebih dari sekedar pengelompokan data.

• Dapat diterima
Proses pengumpulan data (capture) harus merupakan proses yang dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya adalah teknologi yang sifatnya invasif; yaitu di mana ia memerlukan bagian dari tubuh manusia untuk diambil atau bahkan akan merusak tubuh manusia jika penggunaannya terus dilakukan.

• Dapat diringkas
Data yang diambil harus bisa diubah ke dalam bentuk file yang mudah disimpan/diatur.

• Reliabel dan resisten terhadap manipulasi
Atribut pada teknologi biometrik haruslah yang tidak mudah untuk dimanipulasi. Ia juga harus memiliki reliabilitas dan reproduktifitas yang tinggi yang artinya setiap pengambilan data hasilnya akan sama walaupun telah diambil berkali-kali.

• Privat
Proses capture-nya tidak boleh melanggar hak privasi.

• Komparabel
Selain harus dapat diringkas ke dalam bentuk data digital, data biometrik juga harus tetap dapat dibandingkan dengan data orang lain walaupun datanya telah diringkas. Semakin rendah kemungkinan terjadinya kesamaan antar data, maka semakin otoritatif pula metode identifikasi tersebut.

Contoh Teknologi Biometrik
Ada beberapa contoh teknologi yang sudah umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Di antaranya adalah pemindaian retina, iris, sidik jari, wajah, dan suara. Teknologi ini sudah banyak digunakan dalam sistem keamanan di penjara, sistem absensi di instansi pemerintah dan sekolah, e-KTP, hingga perangkat smartphone yang canggih.

Pemindai Retina dan Iris
Dianggap sebagai teknologi biometrik yang paing aman di antara teknologi biometrik lain biometrik. Teknologi biometrik yang menggunakan mata telah lama digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti penjara dan instansi pemerintah. Pemindaian mata ada dua bentuk: pemindaian iris dan pemindaian retina.

Teknologi biometrik pemindaian-mata yang pertama dikembangkan adalah pemindaian retina. Scanner retina akan memeriksa pola pembuluh darah di belakang mata dengan bantuan cahaya baik yang alami maupun sinar inframerah. Pemindaian retina telah diakui sebagai metode yang sangat akurat dan sulit untuk dimanipulasi karena pola retina stabil dari waktu ke waktu dan unik untuk tiap individu.

Pemindaian iris merupakan teknologi yang lebih baru daripada pemindaian retina. Iris kita terdiri dari bagian berwarna dari mata yang mengelilingi pupil. Pola Iris yang lebih kompleks dapat berisi informasi mentah melebihi kompleksitas pola yang ada pada sidik jari. Perkembangan iris selesai terbentuk pada 2 tahun pertama kehidupan, lalu penampilannya akan tetap stabil selama jangka waktu yang lama. Iris begitu unik untuk tiap pribadi, bahkan pada kembar identik sekalipun iris akan menunjukkan yang pola berbeda.

Pembuluh Vena Retina dan Iris pada Mata
Pembuluh Vena Retina dan Iris pada Mata
Credit: wikipedia(dot)org (modifikasi)

Ada dua perbedaan mendasar antara pemindaian retina dan iris, yaitu pada peralatan dan prosedurnya. Peralatan untuk pemindaian retina cenderung besar dan kompleks serta prosedurnya yang cenderung tidak nyaman. Pengguna harus fokus pada tempat tertentu selama beberapa detik dan mata mereka harus dekat dengan perangkat pemindai. Tidak seperti pemindaian retina, pemindaian iris hanya melibatkan kamera pemindai standar yang tidak khusus ataupun mahal. Pemindaian iris bahkan dapat dilakukan dengan jarak pengguna yang terletak pada jarak hingga satu meter dari kamera pemindai. Perbedaan lain di antara dua teknologi biometrik mata ini adalah bahwa pemindaian retina membutuhkan pengguna untuk melepas kacamata mereka, sedangkan pemindaian iris dapat bekerja tanpa melepas kacamata. Pemindai iris juga dapat mendeteksi iris artifisial dan lensa kontak.

Dalam hal akurasi, scan retina memiliki rekam jejak (track record) yang sudah terbukti; oleh karena itu, ia lebih banyak digunakan dalam instalasi keamanan tingkat tinggi. Karena sistem iris merupakan teknologi yang lebih baru, ia kurang memiliki track record. Meskipun tingkat kecocokan template cukup tinggi pada kedua teknologi ini, eksperimen menunjukkan bahwa pemindaian iris lebih unggul dalam menolak pengguna yang tidak sah. Namun sayangnya ia juga sering menolak pengguna yang sah, pengguna sah tersebut dianggap palsu namun sebenarnya tidak.

Dibandingkan dengan perangkat biometrik lainnya, peralatan untuk pemindaian termasuk mahal. Pemindaian retina sangatlah mahal karena peralatan yang dibutuhkan sama dengan peralatan medis khusus, seperti retinoskop; sedangkan pemindaian iris menggunakan kamera yang lebih standar dan sedikit lebih murah.

Pemindaian Sidik Jari
Pemindaian sidik jari menggunakan perangkat khusus yang menangkap informasi tentang sidik jari seseorang, di mana informasi ini akan digunakan untuk otentikasi orang di lain waktu. Masing-masing jari terdiri dari pola garis yang unik. Pemindai sidik jari tidak menangkap seluruh sidik jari; sebaliknya, mereka merekam detail kecil tentang sidik jari yang disebut minutiae. Misalnya, scanner akan memilih titik pada sidik jari lalu merekam seperti apa bentuk pola/lekukan pada titik tersebut, ke mana ia mengarah, dan sebagainya.

 

Sumber: https://veragibbons.com/power-bank-dari-sampah-menangi-lomba-teknologi-tepat-guna/