Solusi mengatasi cerebral palsy

Posted on: May 26, 2020, by :

Solusi mengatasi cerebral palsy

Solusi mengatasi cerebral palsy

Cerebral Palsy (CP) atau palsi serebral dahulu dinamakan Little’s disease. Pernah disalahtafsirkan sebagai brain paralysis, hingga akhirnya dikenal sebagai spastic displegia. CP tidak menular dan bukan penyakit keturunan. CP ditemukan William Little, seorang dokter bedah Inggris, pada tahun 1860.

Cerebral adalah kedua belah otak (hemisphere), dan palsy adalah bermacam penyakit yang mengenai pusat pengendali gerakan tubuh. CP didefinisikan sebagai sekelompok gangguan (disorders) perkembangan fungsi gerak dan postur tubuh yang menyebabkan keterbatasan aktivitas yang berhubungan dengan gangguan yang terjadi saat otak janin atau bayi berkembang.

Gangguan motor ini seringkali diiringi gangguan (disturbances) sensasi, kognisi

, komunikasi, persepsi, perilaku, dan serangan kejang. Singkatnya, CP adalah pergerakan abnormal atau postur tubuh yang tidak normal akibat gangguan perkembangan otak.

Prevalensi CP di negara maju diperkirakan 2 sampai 2,5 kasus per 1.000 bayi lahir hidup, sedangkan di negara berkembang sekitar 1,5 sampai 5,6 kasus per 1.000 bayi lahir hidup. Di USA, diperkirakan terdapat lebih dari 500.000 penderita.

Status sosioekonomis yang rendah dapat meningkatkan faktor risiko CP

. Pria lebih berisiko terkena CP. Diagnosis CP dilakukan setelah anak berusia 1 tahun sampai 3 tahun.

Penyebab CP meliputi empat faktor, yakni pertama, prenatal (sebelum melahirkan), yang meliputi infeksi di dalam kandungan, cacat bawaan, bahan toksik (beracun) atau teratogenik (berefek menimbulkan kecacatan bagi janin), trauma perut, telah berkali-kali melahirkan (multiple births), penyakit yang diderita ibu.

Kedua, keadaan selama hamil yang dapat meningkatkan risiko terkena CP

, misalnya polihidramnion (volume air ketuban lebih dari normal, biasanya lebih dari dua liter), perdarahan di trimester ketiga, atau terapi ibu hamil (bumil) dengan hormon tiroid, estrogen, progesteron. Selain itu, bila pada ibu ditemukan gangguan kejang, hipertensi (tekanan darah tinggi), atau proteinuria (terdapat protein di dalam air kencing) berat, atau riwayat terpapar methyl mercury (sejenis logam berat).

 

sumber :

https://merekbagus.co.id/seva-mobil-bekas/