Rukun-rukun Syuf’ah

Posted on: July 15, 2020, by :

Rukun-rukun Syuf’ah

  1. Pihak yang mempunyai hak beli paksa (Syafi’)

Yaitu angota yang berserikat atas pemilikan barang yang sudah dijual. jika  sudah ditentukan bagian masing-masing, maka syuf’ah tidak bisa dilakukan.

 (فَصْلٌ) وَالشُّفْعَةُ وَاجِبَة بِالخُلْطَةِ دُوْنَالجِوَارِ, فِيْما يَنْقَسِمُ دُوْن ماَ لاَ يَنْقَسِمُ, وفِى كُلِّ مالاَ يُنْقَلُ مِنَ الأَرْضِ كَالْعقَارِ وَغَيْرِهِ, بِالثَّمَنِ الّذِى وَقَعَ عَليْهِ البَيْعُ. فإِنْ أَخَّرَهَا مَعَ القُدْرَةِ علَيْهَا بَطَلَتْ

Artinya: “(pasal) Syuf’ah itu wajib lantaran percampuran, bukan pergandengan, dalam hal yang terbagi, bukan yang tidak terbagi, juga dalam setiap yang tidak dapat dipindah dari bumi, seperti rumah dan lainnya, dengan harga yang terjadi saat penjualan.”

Dasar ketentuan tersebut adalah hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Jbir RA, katanya:

قَضَ رسُلُاللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وَسَلّم بِالشُّفْعَةِ فِى كُلِّ مالمْ يُقْسِمْ. وَعِنْدض مُسْلِمٍ: فِى أرْضٍ أَوْ ربْعٍ أَوْ حَا ئِطٍ فَإِذَا وَقَعَتِ الحُدُوْدِ وَصُرِّفَتِالطُّرُقِ فَلَا شُفْعَةٌ.

Artinya: “Rasulullah saw memutuskan dengan syuf’ah terhadap setiap yang tidak dapat dibagi. Menurut riwayat Muslim: terhada tanah, rumah atau kebun, oleh sebab itu, apabila dibuatkan batas dan disendirikan jalan maka tidak ada syuf’ah.”

  1.  Objek syuf’ah

Adalah barang yang berhak dibeliu secara paksa (Al-masyfu’ ‘alaih). Ada sebagian yang berpendapat megenai harta bendanya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu majah, Abu daud, Nasaiy, Ahmad bin hanbal dalam kitab hadits merka masing-masing.

جعَلَ رسُلُاللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وَسَلّم بِالشُّفْعَةِ فِى كُلِّ شَيْئٍ حَالٍ

Artinya:”Rosulullah saw, sudah menentukan bahwa hak syuf’ah itu bisa beraku atas segala jenis harta. ”

  1.  Orang yang harus menjual kembali harta syuf’ah kepada anggota persero (Al-masyfu’ fih).

Para ulama’ sepakat bahwa orang yang harus menjual kembali barang syuf’ah kepada anggota persekutuan adalah orang yang menerima pemindahan milik anggota persekutuan melalui jual beli atau dari tetangga, bagi yang mengakui adanya hak syuf’ah bagi tetangga. Adapun pemindahan hak milik yang bukan dengan cara jual beli, diperselisihkan oleh para fukaha.

  1.  Cara melakukan syuf’ah

Syuf’ah harus dilakukan secepat mungkin, dalam arti,  bila syafi’ hendak melakukan syuf’ah maka ia mestilah melaksanakannya setelah ia mengetahui adanya pemindahan hak milikoleh anggota persekutuannya. Bila ia memperlambat pelaksanaan syuf’ah tanpa suatu halangan yang bisa diterima, maka hak syuf’ah akan menjadi gugur.

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/xiaomi-mi-a1-dapat-fast-charging-di-android-oreo-beta/