Rukun Luqathah

Posted on: July 10, 2020, by :

Table of Contents

 Rukun Luqathah

Rukun-rukun dalam Luqathah ada 3 yakni :

1)      memungut luqathah ( Iltiqath)

2)      Benda-benda atau barang-barang yang ditemukan ( Multaqath )

3)      Penemu ( Multaqith )

2.10          Hukum Pengambilan Barang Temuan

Hukum pengambilan barang temuan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi tempat dan kemampuan penemunya, hukum pengmbilan barang temuan antara lain sebagai berikut: [11]

  1. Wajib, yakni wajib mengambil barang temuan bagi penemunya, apabila orang tersebut percaya kepada dirinya bahwa ia mampu mengurus benda-benda temuan itu dengan sebagaimana mestinya dan terdapat sangkaan berat bila benda-benda itu tidak diambil akan hilang sia-sia atau diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Menurut suatu pendapat , hukum memungut luqathah wajib, jika luqathah ditemukan ditempat yang tidak aman. Hal ini sesuai dengan firman Allah “ Orang- Orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain” ( Q.S at Taubah : 71 ) Sebab, sebagian kaum mukminin wajib menjaga kekayaan sebagian kaum mukminin lainnya.
  1. Sunnat, sunnat mengambil barang temuan bagi penemunya, apabila orang tersebut percaya kepada dirinya bahwa ia mampu mengurus benda-benda temuan itu dengan sebagaimana mestinya tetapi bila tidak diambilpun barang –barang tersebut tidak dikhawatirkan akan hilang  sia-sia.
  1. Makruh, Imam Malik dan kelompok Hanabilah juga sepakat bahwa memungut barang temuan itu hukumnya makruh, alasannya adalah karena seseorang tidak boleh mengambil harta saudaranya serta dikhawatirkan orang yang mengambil itu bersifat lalai menjaga atau memberitahukannya.[12]
  1. Haram, bagi orang yang menemukan suatu benda, kemudian dia mengetahui bahwa dirinya sering terkena penyakit tamak dan yakin betul bahwa dirinya tidak akan mampu memelihara barang tersebut.

Hukum memungut luqathah juga haram jika berada dikawasan tanah haram ( Mekah ) Apabila seseorang memungut luqathah dengan berniat memilikinya, dia harus mengganti karena dia telah bertindak lalai. Hal ini sesuai dengan hadist ,” Barang yang jatuh di Tanah Haram Mekah tidak halal kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya ( H.R Bukhari dan Muslim )

Recent Posts