Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Posted on: February 4, 2020, by :

Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan
Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Presiden Joko Widodo merombak lagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud). Yakni melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud. Khususnya, terkait perampingan struktur susunan organisasi dibawah tangan Mendikbud Nadiem Makarim.
Perpres 82/2019 ini ditandatangani Presiden Jokowi pada 16 Desember 2019, hanya berselang kurang dari 2 bulan dari Perpres Nomor 72 tahun 2019 yang mengatur hal sama tentang Kemendikbud dan ditandatangani pada 24 Oktober 2019.

Salah satu poin yang disoroti beberapa ahli pendidikan yakni tentang dileburnya Dirjen PAUD-Dikmas

dengan Dirjen Dikdasmen. Dua dirjen ini menjadi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Sehingga, menghilangkan nomenklatur Pendidikan Masyarakat (Dikmas) atau biasa dikenal dengan Pendidikan Nonformal.
Menanggapi ini akademisi Pendidikan Nonformal Univesitas Negeri Malang (UM) Dr. Achmad Rasyad, M.Pd menyayangkan hal tersebut. Peleburan dirjen ini dinilai tidak sesuai dengan pasal 26 UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Ia menyebutkan jika dalam pasal itu telah diatur jika Pendidikan Nonformal merupakan satu jalur sendiri yang berbeda dengan jalur pendidikan formal (persekolahan). “Amanat undang-undang begitu, jadi dirjen baru ini kurang tepat jika mengacu pada pasal 26 Sisdiknas,” ungkap Rasyad saat ditemui tugumalang.id.

Suasana belajar yang fleksibel dalam satuan pendidikan nonformal di PKBM Ngupoyo Ilmu.

Is menambahkan jalur pendidikan nonformal yang sudah diatur dalam UU ini mestinya semakin diperkuat. Akan tetapi, tanpa ada informasi apapun justru terjadi peleburan dua dirjen tersebut. Hal ini dinilai Rasyad tidak tepat.
Tak hanya Rasyad, Guru Besar Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. Yoyon Suryono pun demikian. Ia menilai akan terjadi formalisasi dalam jalur pendidikan nonformal. Ia mengaku tidak setuju apabila ada peleburan dirjen tersebut. Dikarenakan, dua jalur pendidikan formal dan nonformal itu berbeda. “Bayangkan saja jika sasaran belajar pendidikan nonformal seperti program paket belajar itu disamakan dengan formal atau persekolahan. Kalau di sekolah sasaran anak-anak, lha pendidikan nonformal ini bisa orang dewasa,” tegas Yoyon.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/