Latar Belakang Terjadinya Renaisans

Posted on: July 12, 2020, by :

Latar Belakang Terjadinya Renaisans

Michelet, sejarahwan terkenal, adalah orang pertama yang menggunakan istilah renaisans. Para sejarahwan biasanya menggunakan istilah ini untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya di Eropa, dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad ke-15 dan ke-16. Agak sulit menentukan garis batas yang jelas antara abad pertengahan, zaman renaisans, dan zaman modern. Sementara orang menganggap bahwa zaman modern hanyalah perluasan dari zaman renaisans[9].

Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Ciri utama renaisans yaitu humanisme, individualisme, sekulerisme, empirisisme, dan rasionalisme. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme, sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanisme.

Tonggak awal kebangkitan Eropa yang dinamakan dengan renaisans, sedikit banyak lahir atas pengaruh Averroisme (Ar-Rusydiyyah) dan atas pengaruh penerjemahan karya-karya ilmiah ilmuwan Islam ke dalam bahasa Latin[10]. Pemindahan ilmu pengetahuan yang berkembang dalam Islam ke Eropa pada abad 12 M dan seterusnya paling tidak melalui beberapa jalur.

Pertama, jalur Andalus dengan Universitas-Universitas handal yang dikunjungi oleh kaum terpelajar Eropa. Sejarah telah mencatat bahwa pada abad 9 misalnya, khalifah Abdurrahman III (912-961 M) telah mendirikan dan menempatkan Universitas Cordoba. Di dalam universitas Cordoba tersebut banyak mahasiswa dan sarjana Islam maupun Eropa-Kristen untuk menggali dan menimba ilmu-ilmu Islam. Pada waktu itu universitas Cordoba telah menyelenggarakan deferensiasi ilmu pengetahuan kedalam fakultas-fakultas; hukum, kedokteran, ilmu ukur dan astronomi. Pada waktu itu belum ada universitas di dunia Eropa-Kristen. Eropa baru mengenal dan mendirikan universitas pada tahun 1000 (universiats Salerno). Menyusul setelah itu dibangun universiats Bologna (1150), dan universitas Oxford (1168), yang pada waktu itu banyak mencontoh kurikulum dan pola universitas Islam.

Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali (renaisance) pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M. Berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melalui terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari dan kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa latin[11].

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik (renaisance) pada abad ke-14 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan pencerahan (aufklarung) pada abad ke-18 M.[12]

 

Recent Posts