Konsep Kematanagan Belajar

Posted on: July 26, 2020, by :

Konsep Kematanagan Belajar

(maturity) adalah suatu keadaan atau kondisi bentuk struktur dan fungsi yang lengkap atau dewasa pada suatu organisasi. Sedangkan, belajar adalah suatu proses  adaptasi untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan latihan. Jadi kematangan belajar adalah suatu kondisi fisik dan mental yang matang pada seorang anak dalam penerimaan pengetahuan,  pengalaman dan latihan. Kondisi fisik antara lain, kondisi mottorik dan sensorik siswa, seperti menulis dan mendengarkan pengarahan guru. Kondisi mental yaitu berkaitan dengan proses berfikir dan sikap siswa dalam merespons pelajaran.

  1. Kematangan siswa sebagai penunjang keberhasilan belajar

Untuk mengetahui kondisi kematangan siswa dalam belajar pada tahap atau jenjang tertentu adalah mengidentifikasi perkembangan psiko-fisik siswa itu sendiri. Antara lain:

  1. Perkembangan motorik

Dalam psikologi, kata motor diartikan sebagai istilah yang menunjuk pada hal, keadaan, dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan gerakan-gerakannya. Jadi, perkembangan motorik yaitu proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan anak.1 Menurut Gleitman, ada 2 bekal  yang dibawa anak sejak lahir yaitu bekal kapasitas motor (jasmani) dan bekal kapasitas panca indra (sensorik).

  1. Perkembangan kognitif

Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti mengetahui. Dalam arti luas, cognition (kognisi) sebagai salah satu domain atau wilayah/ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesenjangan, dan keyakinan.2 Seorang pakar terkemuka dalam displin psikolgi kognitif dan psikologi anak, jean piaget mengklasifikasikan perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan yaitu tahapan sonsorik-motorik, pra-operasional, operasional konkrit, dan operasional formal operasional.

  1. Perkembangan sosial dan moral (sikap)

Pendidikan, ditinjau dari sudut psikososial (kejiwaan kemasyarakatan), adalah upaya penumbuhkembangan sumberdaya manusia melalui proses hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi) yang berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang terorganisasi, dalam hal ini masyarakat pendidikan dan keluarga. Berdasarkan hal ini, tentu tak mengherankan apabila seseorang siswa sering menggantungkan responsnya terhadap guru pengajar dan teman-teman sekelasnya. Positif atau negatifnya persepsi siswa terhadap guru dan teman-temannya itu sangat mempengaruhi kualitas hubungan sosial para siswa dengan lingkungan sosial kelasnya dan bahkan mungkin dengan lingkungan sekolahnya.

Sumber :

https://advertorial.co.id/meluncur-di-indonesia-ini-harga-xiaomi-mi-a1/