Keuntungan Sistem Mina Padi

Posted on: July 18, 2020, by :

Keuntungan Sistem Mina Padi

Sistem minapadi adalah usahatani  ikan yang dikembangkan di dalam areal persawahan atau dengan  kata lain sistem usahatani minapadi adalah usahatani terpadu yang meningkatkan produktivitas lahan sawah yang menghasilkan padi dan ikan (Damayanti, 2011). Menurut Supriadiputra dan Setiawan (1994) dalam Hafsanita (2002), budidaya ikan di sawah dikenal ada beberapa macam. Namun pada dasarnya sama, hanya berbeda pada saat penanaman, lama penanaman serta kepadatan penebaran benih ikannya. Budidaya ikan yang biasa dilakukan oleh petani dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Budidaya ikan sebagai penyelang

Budidaya ikan dengan sistem ini merupakan pemeliharaan ikan di sawah yang dilakukan di antara dua masa tanam padi, dimulai setelah pengolahan tanah sampai benih siap ditanam. Lamanya pemeliharaan biasanya berkisar 20-30 hari.

  1. Budidaya ikan sebagai palawija

Biasanya petani akan menanam ikan sebagai palawija setelah dua kali masa tanam padi. Lamanya pemeliharaan berkisar 80-90 hari.

  1. Budidaya ikan bersama padi (mina padi)

Sistem ini merupakan pemeliharaan ikan di sawah yang dilakukan bersama tanaman padi. Lamanya pemeliharaan tergantung pada tujuan penanaman ikan itu sendiri yaitu untuk pendederan atau ikan siap konsumsi.

Berdasarkan lamanya pemeliharaan, sistem mina padi dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Pemeliharaan sampai penyiangan pertama

Ikan dipelihara sampai tanaman padi berumur 20-25 hari setelah tanam atau pada penyiangan pertama. Ikan yang dipelihara berukuran 1-3 cm (kebul) sampai ukuran 3-5 cm (belo)

  1. Pemeliharaan sampai penyiangan pertama

Ikan dipelihara sampai padi berumur 30-35 hari setelah tanam atau penyiangan kedua. Diharapkan benih yang ditebar menjadi berukuran 5-8 cm (ngaramo)

  1. Pemeliharaan sampai penyiangan pertama

Ikan dipelihara sampai tanaman padi berbunga. Pemeliharaan pada tahap ini merupakan pembesaran ikan sehingga ikan yang dihasilkan berupa ikan siap konsumsi.

Menurut Supriadiputra dan Setiawan (2005), agar mendapatkan hasil yang tinggi, ikan yang akan ditebarkan sebaiknya memenuhi persyaratan berikut :

–           Warna tidak mencolok

Hal ini untuk menghindari hewan pemangsa sebab warna yang mencolok

akan menarik perhatian hewan pemangsa. Sebaiknya dihindari warna

merah dan kuning keemasan. Paling baik adalah warna gelap.

–           Tahan hidup di air dangkal dan panas

Ketinggian air pada sistem mina padi biasanya sekitar 20-30 cm dan bersuhu tinggi. Oleh karena itu, harus dicari jenis ikan yang tahan terhadap dua kondisi tersebut agar pertumbuhan ikan tidak terganggu.

–           Dipilih dari induk unggul dan sehat

Apabila ikan yang ditebar berasal dari induk yang unggul dan sehat, maka

diharapkan pertumbuhannya akan baik. Induk yang unggul dan sehat

untuk ikan mas, misalnya, yaitu yang berasal dari strain majalaya.

–           Disukai oleh masyarakat dan mempunyai harga jual yang memuaskan

Selain ikan mas dan tawes, jenis ikan lain yang juga baik dibudidayakan

dengan sistem ini yaitu ikan tambakan, mujair, nila, dan nilem.

Recent Posts