Kelenjar timus

Posted on: July 4, 2020, by :

Kelenjar timus

Merupakan organ Lymphoid yang terdiri dari 2 bagian /lobus. Kelenjar ini terletak dibelakang sternum pada bagian depan rongga mediastinum (ruangan pada bagian tengah rongga dada), bifurcation (percabangan) trakhea.

Berat kelenjar ini pada bayi kira-kira 10 gram. Ukuran tersebut akan bertambah setelah masa remaja sampai mencapai 30 – 40 gram. Tetapi setelah dewasa ukurannya akan mengecil. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya aktivitas hormone steroid adrenal. Kelenjar timus menghasilkan satu bahan yang berperan dalam perkembangan sel induk limfosituntuk mempertahankan kekebalan tubuh.

  Kelenjar Pineal

Terletak pada otak tengah (midbrain), berada diantara hemisphere cerebral otak pada bagian posterior ventrikel III.

Kelenjar pineal menghasilkan suatu substansi sekresi yang disebut melatonin. Hormon ini belum banyak diketahui kemungkinan berperan dalam pengaturan waktu haid dan berperan dalam pematangan kelenjar kelamin.

  1. Hormon Plasenta

q  Human chorionic gonadotropin (HCG) merangsang korpus luteum dan sekresi estrogen dan progersteron oleh korpus luteum.

q  Estrogen merangsang pertumbuhan organ-organ seks ibu dan beberapa jaringan dari fetus.

q  Progesterone merangsang perkembangan khusus endometrium uterus pada proses implantasi ovum yang telah dibuahi.

q  Human somatomammotropin kemungkinan berpengaruh pada pertumbuhan jaringan dan organ fetus (janin) juga berpengaruh pada perkembangan payudara ibu hamil.

  1. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar ini menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karena itu kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah (terletak dipermukaan belakang kelenjar tiroid). Ukuran masing-masing kira-kira 5×52 mm. Memiliki berat masing-masing 25 – 30 mg sehingga berat keseluruhan kira-kira 120 mg.

Kelenjar ini terdiri dari 2 jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells.Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormone paratiroid /parathormon (PTH).

Fungsinya yaitu:

q  Parathormon mengontrol kosentrasi kalsium eksrasel dengan cara mengontrol absorbs kalsium dari usus, eksresi kalsium oleh ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang.

q  Pharathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh organ targetnya adalah tulang, PTH mempertahankan reabsorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat.

q  Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat.

q  Selain itu hormone ini pun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg tubulus ginjal, meningkatkan P, Hco3 dan Na karena sebagian besar kalsium disimpan ditulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang.

  1. B. KlasifikasiHormon

Hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang larut dalam air atau yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin, norepinefrin, epinefrin)Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas.

Secara komia, hormon diklasifikasikan dalam 3 tipe:

  1. Hormon steroid

Hormon-hormon ini secara struktur kimiawi mirip kolestrol dan kebanyakan memang adalah turunan /derivate dari kolestrol. Yang termkasud hormon steroid adalah hormon kosteks adrenal (cortisol dan aldosteron), hormon ovarium (estrogen dan progesterone), hormon testis (testoteron) dan hormon plasenta (estrogen dan progersteron).

  1. Turunan asam amino tyrosin

Terdapat 2 kelompok hormon yang merupakan derivate asam amino trysin yaitu kedua macam hormon tiroid (tiroksin dan triodotironin)  yang merupakan iodinase dari tyrosin, dan hormon medula adrenal (epenefrin dan norepinefrin).

  1. Hormon protein atau peptide

Semua hormon yang pentin selain hormon 2 klasifikasi di atas termasuk hormon protein/peptide atau turunannya. Misalnya semua hormon hipofise anterior, homon ADH dan oxytosin,  insulin dll.

 

Sumber: https://officialjimbreuer.com/