BUDIDAYA KAPULAGA

Posted on: August 3, 2020, by :
BUDIDAYA KAPULAGA

BUDIDAYA KAPULAGABUDIDAYA KAPULAGA

Perhatian pemerintah dalam usaha menggali devisa yang bersumber dari sektor pertanian melalui sub sektor perkebunan cukup besar. Dari berbagai komoditi perkebunan yang ada sekarang, satu diantaranya adalah tanaman kapulaga. Di Propinsi Bengkulu tanaman ini sebenarnya telah lama dikenal masyarakat tetapi belum dibudidayakan dengan sungguh-sungguh.
Tanaman kapulaga dari tahun ketahun semakin berkembang sebagai bahan baku diusahakan secara monokultur atau sebagai tanaman sela diantara tan. Perkebunan lainnya seperti karet, kelapa sawit atau tan. Buah-buahan seperti durian, mangga dan lain-lain. Sehingga lahan untuk pengembangannya cukup tersedia. Ditinjau dari segi agronomis (tanah dan iklim) Propinsi Bengkulu mempunyai jenis tanah yang bervariasi dari jenis tanah Alluvial, andosol, podsolik merah kuning dan mediteran dg ketinggian 0-1.000 meter lebih di atas permukaan laut. Curah hujan cukup tinggi rata-rata 3.000 – 4.000 mm/tahun dengan suhu udara 20-340 C. obat-obatan, makanan dan komestika, sehingga termasuk komoditi ekspor yang penting. Peluang pengembangannya sebagai komoditi ekspor dari Propinsi Bengkulu cukup besar, mengingat daerah Bengkulu merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan tanaman perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Sedangkan tanaman kapulaga dapat diusahakan secara monokultur atau sebagai tanaman sela diantara tan. Perkebunan lainnya seperti karet, kelapa sawit atau tan. Buah-buahan seperti durian, mangga dan lain-lain. Sehingga lahan untuk pengembangannya cukup tersedia. Ditinjau dari segi agronomis (tanah dan iklim) Propinsi Bengkulu mempunyai jenis tanah yang bervariasi dari jenis tanah Alluvial, andosol, podsolik merah kuning dan mediteran dg ketinggian 0-1.000 meter lebih di atas permukaan laut. Curah hujan cukup tinggi rata-rata 3.000 – 4.000 mm/tahun dengan suhu udara 20-340 C.

MORPOLOGI DAN SYARAT TUMBUH KAPULAGA.

Tanaman kapulaga di Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu jenis local (Amomum cardomomum) dan kapulaga sabrang (Elettaria cardomomum) yang merupakan introduksir dari India.
Kadar minyak atssiri kapulaga local lebih kurang 2,4 persen yang terdiri dari berneol dan kamfer. Sedangkan kadar minyak atsiri kapulaga sabrang 4 – 9 persen yang mengandung terpen, terpineol dan sineol.
Morpologi
Daundaun_kapulaga.jpg
berdaun tunggal, duduk atau bertangkai pendek dan letak daun pada batang tersebar berhadapan.
bentuk daun lunset, panjang 20 – 55 cm, lebar 2,5 – 11 cm. kapulaga sabrang daunnya relative panjang dan warnanya lebih muda dabandingkan jenis local.
tepi daun rata, pangkal daun meruncing dan ujung dau runcing, pertualangan daun menyirip.

bunga_kapulaga6.jpgBuah_kapulaga.jpg
Batang
berbatang semu, terbungkus oleh pelepah daun yang berwarna hijau.
berbentuk bulat, tumbuh tegak, tinggi sekitar 1-3 meter. Batang tumbuh dari rhizome (rimpang) yang berada di bawah permukaan tanah.
satu rumpun dapat mencapai 30-50 batang dan warna rimpang ada yang merah kehitaman dan ada yang putih atau putih kehijauan tergantung jenisnya.
Bunga
Kapulaga local bunganya tersusun rapat berbentuk bulir kerucut, tangkai bunga berbuku rapat, mempunyai pelindung tersusun seperti sisik dan bunga yang diujung biasanya tidak menjadi buah.
bunga kapulaga sabrang berwarna putih bergaris coklat, daun pelindung berwarna kusam, terdapat pada setiap ruang tangkai buah.
Buah
buah kapulaga local tersusun rapat burupa tandan yang terdiri 5-18 buah setiap tandan.
bentuk buah bulat, beruang tiga, setiap buah terdapat 14-16 biji dan ukuran buah, warna kulit buah berbeda menurut jenisnya.
kapulaga merah kulit buah berwarna putih kemerahaan, sedangkan kapulaga putih buahnya berbulu halus.
kapulaga sabrang buahnya duduk, menyebar pada percabangan malai dan tangkai panjang.
bentuk buah bulat panjang sampai agak lonjong, warna kulit buah haijau atau hijau muda.

 

Sumber: https://haciati.co/warga-aceh-bisa-saksikan-gerhana-bulan/