Author: g3wgj

Mendikbud : Pembangunan Pendidikan harus Segera Dilakukan

Mendikbud : Pembangunan Pendidikan harus Segera Dilakukan

Mendikbud Pembangunan Pendidikan harus Segera Dilakukan
Mendikbud Pembangunan Pendidikan harus Segera Dilakukan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berharap, pembangunan pendidikan Indonesia harus segera dilakukan. Salah satu yang dilakukan adalah pembangunan pendidikan karakter sesuai dengan program Nawacita Presiden Jokowi. Pernyataan ini disampaikan oleh Muhadjir dalam pidato tertulis HUT Kemerdekaan RI 72, yang dikutip Edupost.id, Kamis (17/8).

Selain itu, Muhadjir juga menekankan agar pendidikan Indonesia selalu mengedepankan aspek

– aspek kebinekaan sebagai kekayaan bangsa. Yang tidak kalah penting, negara juga harus hadir dalam penanganan pendidikan hingga ke seluruh pelosok negeri.

“Untuk itu revormasi pendidikan harus dipusatkan pada penguatan pendidikan karakter disertai pemerataan pendidikan yang berkualitas agar menjabgkau ke daerah terdepan, terlyar, dan tertinggal (3T),” ujarnya.

Dalam waktu bersamaan, Mendikbud menyebut, pihaknya juga memperkuat peran sekolah, keluarga, dan langkah masing – masing sebagai tempat anak – anak membangun pikiran, mematangkan jiwanya, dan mewujudkan kreativitasnya.

Muhadjir juga menyinggung mengenai bonus demografi. Menurutnya

, waktu untuk membangun sumber daya manusia unggul sudah semakin dekat, terlebih tantangan ke depan semakin kompleks.

Penyiapan SDM berkualitas dapat dilakukan dengan revitalisasi pendidikan kejuruan. Di antaranya dengan terus menerus membaca peluang dan berinovasi pada penyesuaian kurikulum yang dinamis serta bersinergi ndengan dunia industri dan dunia usaha.

“Saya mengajak kiuta semua untuk menjadikan Hari Kemerdekaan tahun ini

sebagai momentum percepatan pendidikan Indonesia yang merata dan berkualitas. Mari kita berkontribusi untuk pendidikan, mari kita bergerak bersama untuk bangsa. Ingatlah bahwa setiap dari kita merupakan insan pendidikan, setiap dari kita memiliki tanggung jawab untuk memajukan pendidikan, ujar Muhadjir di akhir pidatonya. (Andi)

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

Kemenag DIY : Madrasah Tak Perlu Full Day School

Kemenag DIY : Madrasah Tak Perlu Full Day School

Kemenag DIY Madrasah Tak Perlu Full Day School
Kemenag DIY Madrasah Tak Perlu Full Day School

Seluruh madrasah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan menerapkan sistem lima hari sekolah

atau full day school (FDS). Ini ditegaskan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Muhammad Lutfi Hamid.

Lutfi menegaskan, selama ini madrasah sudah menjalankan pendidikan karakter seperti yang diwacanakan akan diajarkan dalam FDS. Sistem pelajaran di madrasah selain mengajarkan kurikulum umum, juga menambah pelajaran pembentukan karakter seperti ilmu agama dan pendidikan kewarganegaraan.

“Kurikulum dengan pembentukan karakter sudah ada baik yang bersifat normativitas

keagamaan maupun ideologi kenegaraan,” kata dia.

Selain itu, bila madrasah itu menerapkan FDS, jam pulang sekolah pukul 15.00-16.00. Ini tentunya akan menimbulkan kerawanan sosial pada siswa di perdesaan, karena madrasah umumnya berada di perdesaan.

Pasalnya usai selesai sekolah, para siswa madrasah yang ada di desa banyak yang membantu orangtua seperti menjaga dan memberi makan ternak dan membantu panen padi. Kemenag tak akan mengganggu waktu berkumpul keluarga para siswa dengan orangtua.

“Kalau dipaksakan, kasihan mereka (siswa) akan pulang malam

. Apalagi di perdesaan, rawan,” ucap Lutfi lagi.

Lembaga pendidikan di bawah Ditpendis Kemenag yakni Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah. Total ada 368 Madrasah Diniyah yang dinaungi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta didominasi siswa pedesaan. (Andi)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

PRODUK BAYI DIPAKAI ORANG DEWASA

PRODUK BAYI DIPAKAI ORANG DEWASA

Dari perbedaan kondisi kulit, muncullah pengamatan lebih jauh pada fenomena lebih dari satu produk bayi dipakai orang dewasa.

Dianggap miliki formula yang lebih gampang dan aman, produk perawatan kulit bayi sering jadi pilihan bagi lebih dari satu orang dewasa. Iya benar, orang dewasa—bukan bayi—bahkan barangkali terhitung kamu yang sekarang ini baru selesai mandi mengfungsikan sabun bayi atau tadi pagi mengfungsikan parfum bayi yang botolnya warna-warni.

Selain sabun dan parfum, lebih dari satu orang menggemari krim bayi, atau hal-hal yang lebih umum, andaikan baby oil dan minyak telon. Alasannya, lagi-lagi, produk perawatan kulit ini dianggap jauh lebih gampang dan safe untuk kulit, kalau dibandingkan dengan produk kulit orang dewasa yang konon miliki kadar kimiawi lebih banyak.

Ya pokoknya, memangnya kenapa, sih, kalau produk bayi dipakai orang dewasa? Nggak dosa, kan? Nggak masalah, kan? Bebas dong~

Tapi, menunggu dulu, Saudara-saudara—jangan pernah se-PD itu. Nyatanya, tersedia banyak pertimbangan berlebihan dan kekurangan produk bayi dipakai orang dewasa. Sebagai penikmat produk bayi yang botolnya kecil dan imut-imut, kamu wajib membaca tulisan ini sampai habis.

Pertama-tama, kami wajib memahami bedanya bayi dan orang dewasa. Keadaan kulit bayi pasti jauh lebih muda dibandingkan kita-kita yang udah masuk usia dewasa. Ia belum terpapar segi luar yang sanggup merusak kulit, andaikan polusi atau radiasi cahaya matahari, atau lebih-lebih tingkat stres.

Sementara itu, orang dewasa mengalami pertumbuhan hormon yang berbeda. Hormon ini pulalah yang mempengaruhi kondisi pertumbuhan kulit dan rambut, menjadi dari yang berminyak atau rontok. Oleh karenanya, orang dewasa butuh produk perawatan yang jauh lebih keras kalau dibandingkan dengan produk untuk bayi.

Dari perbedaan kondisi kulit dan pertimbangan tadi, muncullah pengamatan lebih jauh pada lebih dari satu produk bayi yang terkenal digunakan orang-orang dewasa, sebagai berikut:

Pertama, sampo bayi.

FYI aja, sampo bayi, meski baunya enak, ternyata memang nggak cocok-cocok terlampau dipakai oleh seluruh orang dewasa. Produk ini dibikin untuk rambut bayi yang halus dan kulit kepalanya yang sensitif. Secara sederhana, kalaupun produk bayi dipakai orang dewasa dan produk berikut bersifat sampo, ia hanya sesuai digunakan oleh orang dewasa dengan rambut yang peka pada bahan kimia.

Hindari produk ini kalau rambutmu tebal dan berketombe. Ingat, sekali lagi, sampo bayi dibikin dengan formula gampang dan konon nggak bakalan kuat menghadapi kasus complicated di rambut dan kulit kepalamu.

Kedua, krim bayi.

Pada bayi, produk ini berfungsi untuk melembapkan kulit dan menahan kekeringan. Hingga pada anak-anak remaja, produk ini masih terbilang terkenal gara-gara banyak peminatnya.

Tapi, tapi, tapi, Mbak-mbak dan Mas-mas sekalian, tolong jangan mengfungsikan krim bayi kembali menjadi hari ini kalau kulitmu berminyak. Soalnya, krim ini sendiri miliki kadar minyak yang tinggi. Kalau kulitmu aja udah kayak kilang minyak, terus ditambahin krim semacam ini, apa nggak akan memproses komedo dan jerawat??? Hmm???

Ketiga, sabun mandi bayi.

Ini dia: produk kebanggaan sejuta umat dan kaum dewasa. Sabun bayi jadi sedemikian terkenal gara-gara baunya yang “bayi” banget dan lembut, sekaligus buat penggunanya menjadi muda pas memakainya. Namun, meski banyak yang mengamini kegunaan sabun bayi, tersedia pula yang melawan keras teori ini.

Bagi orang dewasa dengan kulit peka sekalipun, susunan kulitnya jauh tidak serupa dengan susunan kulit bayi. Sama layaknya sampo bayi, sabun bayi tidaklah lumayan kuat digunakan untuk membersihkan kulit orang dewasa yang udah tercemar debu dan polusi. Alih-alih sabun bayi, orang dewasa direkomendasi untuk mengfungsikan sabun mandi dengan kadar alamai, layaknya lidah buaya, vitamin E, atau chamomile.

Keempat, baby oil.

Beberapa orang mengfungsikan baby oil untuk kepentingan praktis sehari-hari, andaikan membersihkan telinga atau lebih-lebih sebagai make-up remover yang jauh lebih terjangkau daripada merek-merek lain yang lebih terkenal dan mahal. Nyatanya, ia sanggup mengangkat kosmetik waterproof sekalipun, mylov~

Kandungan formula baby oil memang sesuai digunakan untuk seluruh jenis kulit. Hal inilah yang lantas mendorong populernya produk baby oil di seluruh kalangan usia. Kalau badanmu pegel-pegel, kamu lebih-lebih sanggup mengfungsikan baby oil sebagai minyak untuk memijat. Sungguh multilateral, eh multifungsi!

Kelima, bedak bayi.

Salah satu produk bayi dipakai orang dewasa yang paling lazim adalah bedak bayi, terutama oleh para perempuan. Nggak heran, sih, soalnya bedak bayi memang ajaib banget, penuh magic yang tak kami duga!

Produk yang satu ini akan membantumu menyingkirkan wajah berminyak—maksudnya minyaknya yang hilang, bukan wajahnya—dan sanggup diaplikasikan pas sehabis kamu mengfungsikan foundation atau BB cream. Selain itu, kalau rambutmu kembali lepek dan berminyak, kamu bisa, loh, tabur-taburin bedak ke atas rambutmu sampai rambutmu jadi halus, bebas minyak, dan nampak fresh kayak jenis iklan sampo~

Masih banyak daftar produk bayi dipakai orang dewasa yang lazim ditemukan. Tapi, nih, ya, daripada membeli produk bayi untuk diri sendiri, mendingan membeli produk bayi untuk ditabung.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :

DATANG BULAN “DIBENCI”, TAPI TETAP DINANTI LADIES ITU SEPERTI JALANGKUNG

DATANG BULAN “DIBENCI”, TAPI TETAP DINANTI LADIES ITU SEPERTI JALANGKUNG

Datang bulan itu “dibenci” oleh banyak ladies di luar sana. Namun, meski “benci”, tamu rutin ini senantiasa dinantikan kedatangannya tiap-tiap bulan. Cieee…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Datang bulan sudah layaknya jalangkung saja. Kamu jelas jalangkung? Yak betul, itu alat untuk mandi. Ahh maaf, jikalau itu sih ciduk.

Jalangkung adalah permainan dengan memanggil roh orang yang sudah meninggal. Itu pengertian berasal dari KBBI ya. Bukan berasal dari saya. Nanti saya di anggap kembali mengampanyekan pergantian istilah. Macam kafir menjadi non-muslim. Heuheu…

Sementara itu, bedanya, mampir bulan bakal mampir sendiri. Sementara itu, jalangkung harus dipanggil, alis dihadirkan secara sengaja dengan dipanggil. Nggak berdiri sendiri banget, wis. Sudah nakut-nakutin, nggak mau mampir sendiri. Ini layaknya type mahasiswa nebengers. Padahal kosnya cuma sepelemparan batu berasal dari kampus.

Nah, bagaimana jikalau jalangkung dapat mampir sendiri secara mandiri? Pastinya sungguh menyeramkan. Habis nongkrong senantiasa minta antarkan pulang. Ketika ditanya kok minta antar, alasannya irit kuota nggak mau install aplikasi gojek online.

Sementara itu, mampir bulan bakal senantiasa dinantikan olah para ladies di luar sana. Terutama para ladies yang tetap di dalam umur subur. Namun, meski dinantikan, sebagai tandanya siklus yang normal, mampir bulan ternyata terhitung “dibenci”. Awalnya sih cuma para ladies, tetapi “kebencian” itu tentu bakal merambat ke pundak para gents di luar sana.

Kenapa sih mampir bulan “dibenci”? Berikut sebagian alasannya.

Pertama, sebagian hari menjelang mampir bulan, para ladies bakal mengalami yang namanya Premenstrual Syndrome atau PMS. PMS sendiri adalah sebuah sindrom pergantian fisik dan emosional terhadap cewek yang tetap merintis siklus menstruasi. Sindrom ini biasanya keluar satu atau dua minggu sebelum mampir bulan.

Khususnya adalah pergantian emosional. Ini adalah masa-masa di mana para gents terlampau waspada, harus terlampau hati-hati disaat berinteraksi dengan pasangan masing-masing. Ketika ladies tengah sedih, ia dapat terlampau sedih. Ketika bahagia, cerianya minta ampun. Dan ini dia, disaat emosinya labil, anda bakal enteng kena sliding tekel.

Bahkan jikalau anda cuma kentut dikit. Seperti gemuruh erupsi gunung api, kemarahan ladies disaat PMS dapat meratakan seluruh kekuatanmu.

Namun, tahukah kamu, gents, jikalau cewek sendiri sebenarnya “malas” dengan pergantian emosi ini. Kelabilan bikin mereka cepat lelah, atau marah-marah nggak jelas.

Kedua, mampir bulan bikin perut kram. Kok dapat layaknya itu? Karena lubang anus layaknya tertutup. Alhasil, kentut pun menjadi susah. Itu yang bikin perut menjadi kram. Ini berdasarkan wawancara sebagian ladies ya. Bukan pengalaman saya sendiri. Xixixi…

Ketiga, mampir bulan bikin para ladies cepat lemas. Menurut pembicaraan ahlinya, para ladies menjadi cepat lemas disaat mampir bulan dikarenakan tiga alasan, yaitu dehidrasi, hormon, dan anemia.

Ketika mampir bulan, para ladies bakal mengalami pergantian kadar estrogen dan progesteron agar mempengaruhi jumlah air di dalam tubuh. Kekurangan air, tubuh menjadi lemas. Sementara itu, hormon estrogen dan progesteron berada terhadap level paling rendah kala menstruasi. Jadi, beragam keluhan layaknya mood swing, nyeri perut, pusing, mual, dan juga enteng letih keluar bersamaan.

Bagaimana dengan anemia? Ladies yang mengalami mampir bulan berat berisiko anemia. Ini dikarenakan jumlah darah yang hilang kala menstruasi lebih besar daripada kebolehan tubuh untuk mengganti sel darah merah yang hilang.

Keempat, disaat mampir bulan, para ladies menjadi enteng sakit. Sakit kepala, demam, flu, dan batuk, adalah contohnya. Kondisi ini bikin para ladies uring-uringan seharian dikarenakan mengganggu seluruh rencana yang sudah tersusun rapi.

Ladies jangan panik dulu, ya. Menurut Dr. Nieca Goldberg, seorang direktur medis di Joan H. Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone Medical Center, keadaan tubuh yang melemah hingga sebabkan sakit kala haid dilatarbelakangi oleh ada pergantian hormon di dalam tubuh.

Nah, itulah empat berasal dari banyak alasan para ladies “membenci” mampir bulan, tetapi senantiasa menantikannya. Membenci di sini bukan bermakna nggak mau mengalalaminya. Datang bulan adalah keadaan yang alamiah dan menjadi tandanya kesuburan seorang ladies. Kalau nggak datang-datang, tentu kalian menjadi panik.

Kalau tamu rutin ini nggak datang-datang terhitung disaat siklus menstruasi sudah lewat, langsung hubungi dokter ya. Jangan hubungi pawang hujan atau tukang sedot WC.

Satu perihal lagi, bikin kalian para gents, jangan malu-malu jikalau diminya tolong pasanganmu bikin beli pembalut. Percaya wis serupa saya. Berani beli pembalut itu serupa kerennya serupa berani beli kondom. Sama-sama mulia dan menjadi bentuk kepedulain dan “tanggap bencana”.

Jangan hingga anda terjerat di di dalam keadaan para ladies mengalamai kebocoran hingga tembus celana. Alih-alih beli pembalut yang murah, anda tambah harus belikan pasanganmu celana baru. Mencegah lebih baik, ketimbang menyesali bencana kebocoran dompet dikarenakan gengsi nggak mau belikan pembalut

Baca Juga :

Mahfud MD: Perguruan Tinggi Wajib Cetak Sarjana Intelek

Mahfud MD: Perguruan Tinggi Wajib Cetak Sarjana Intelek

Mahfud MD Perguruan Tinggi Wajib Cetak Sarjana Intelek
Mahfud MD Perguruan Tinggi Wajib Cetak Sarjana Intelek

– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

Mahfud MD mengatakan bahwa perguruan tinggi seharusnya mencetak sarjana baik S1, S2, S3 dan seterusnya yang sujana. Yakni, dalam artian cendekiawan: bijaksana maupun pandai.
Sebab, dalam orasi ilmiah yang bertajuk “Tanggung Jawab Konstitusional Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Bangsa dan Negara” pada Dies Natalis Ke-57 Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (5/1), Ia menyebut banyak para sarjana di Indonesia yang masih terbilang belum sujana.
“Sulit memang perguruan tinggi dalam hal ini untuk membentuk sarjana menjadi sujana. Banyak lulusan yang pengangguran, bahkan ada pula yang menjadi narapidana,” terangnya.
Seperti di Lapas Sukamiskin, ia menyebut banyak narapidana di sana yang justru malah para sarjana. “Ini sangat disayangkan sekali,” tegasnya.
Untuk itu, peran perguruan tinggi harus mencetak kader bangsa yang intelek atau cendekia yang bisa menjaga ideologi negara dengan segala konstitusinya agar eksistensi bangsa dan negara terjaga dengan baik.

“Kesadaran kolektif itu sangat penting, apabila kita gagal

untuk mengatasi masalah-masalah dekadensi moral melalui perguruan tinggi, maka yang terancam adalah eksistensi bangsa dan negara. Oleh sebab sebab itu perguruan tinggi harus menjadi kawah candradimuka pencetak kader bangsa yang menjadi penjaga dan penyebar nasionalisme,” bebernya.
Lebih lanjut, ia menambahkan upaya mencetak kader bangsa yang berbasis nasionalisme harus diarahkan untuk menjaga geopolitik Indonesia atau wawasan nusantara. “Yang fisik adalah geografi dan demografi, yang nonfisik adalah ideologi dan konstitusi,” ternagnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani mengatakan,

guna mencetak sarjana sujana, salah satu upaya kampus, telah menyisipkan materi-materi anti korupsi di MKU (Mata Kuliah Umum).
“Jadi, nggak masuk kurikulum tapi disisipkan di MKU, seperti mata kuliah Pancasila dan Agama,” tandas Nuhfil.

 

Baca Juga :

Filosofi Banjir, Jangan Benci Hujan

Filosofi Banjir, Jangan Benci Hujan

Filosofi Banjir, Jangan Benci Hujan
Filosofi Banjir, Jangan Benci Hujan

Tiap kali hujan deras dan cukup lama, banjir terjadi di mana-mana

. Sudah biasa, begitu musim hujan maka banjir pun tiba. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Kota yang aman dan nyaman bagi air melimpah seperti banjir. Di rumah saya pun, setelah 6 tahunan tidak pernah banjir. Kali ini, di 1 Januari 2020 mulai kebanjiran. Alhamdulillah, karena banjir adalah anugerah yang luar biasa. Bolehlah dimaknai, tahun 2020, insya Allah menjadi tahun melimpahnya kesehatan, kesuksesan, dan keberkahan. Melimpahnya rahmat dan karunia Allah SWT, amin.
Kenapa banjir? Tentu, menjadi penting untuk dibahas. Tidak menarik untuk dikaji. Karena banjir adalah anugerah-Nya. Dan biar menjadi tugas para pemikir bangsa dan kota Jakarta untuk mengkaji serta mencari solusinya.

Banjir itu hanya akibat. Sebabnya adalah hujan. Dan faktanya

, jutaan orang pun merindu hujan. Jutaan manusia, nyatanya lebih suka hujan daripada kemarau. Maka hujan pun selalu turun tanpa peduli omongan orang. Sekalipun jutaan manusia mencacinya, menghujatnya. “Sialan hujan, kenapa tidak berhenti?” Begitu kata sebagian orang yang membenci hujan atau banjir.
Di mana pun, hujan tetap akan turun. Karena hujan tahu selalu ada orang yang mengingatkan kehadirannya. Entah, karena cinta atau benci. Atau karena bosan dengan musim kemarau berkepanjangan. Karena setelah hujan, siapapun bisa melihat pelangi indah sesudahnya. Keindahan anugerah sang pencipta.

Memang, terlalu banyak hujan itu tidak baik. Banjir terus menerus pun menjadi luka

. Tapi patut direnungkan, kenapa manusia terus membenci dan mencaci? Melulu mengeluh dan pesimis dalam hidupnya? Untuk apa menangis bila yang ditangisi adalah realitas?
banjir.jpeg
Banjir, jangan benci hujan. Apalagi menghakimi orang lain
Maka, filosofi banjir memberikan ajaran.
Bahwa untuk apa menghakimi atau memvonis orang lain berlebihan? Untuk apa membenci terus menerus. Bukankah banjir akibat hujan pun bisa melanda manusia. Sama sekali tidak perlu ada “banjir” amarah dan kebencian. Karena manusia hanya bisa mengambil hikmahnya. Dari setiap peristiwa, setiap realitas. Untuk menjadi lebih baik ke depannya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan
Rombak Kemendikbud, Perpres Akan Formalisasi Pendidikan

Presiden Joko Widodo merombak lagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemendikbud). Yakni melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud. Khususnya, terkait perampingan struktur susunan organisasi dibawah tangan Mendikbud Nadiem Makarim.
Perpres 82/2019 ini ditandatangani Presiden Jokowi pada 16 Desember 2019, hanya berselang kurang dari 2 bulan dari Perpres Nomor 72 tahun 2019 yang mengatur hal sama tentang Kemendikbud dan ditandatangani pada 24 Oktober 2019.

Salah satu poin yang disoroti beberapa ahli pendidikan yakni tentang dileburnya Dirjen PAUD-Dikmas

dengan Dirjen Dikdasmen. Dua dirjen ini menjadi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Sehingga, menghilangkan nomenklatur Pendidikan Masyarakat (Dikmas) atau biasa dikenal dengan Pendidikan Nonformal.
Menanggapi ini akademisi Pendidikan Nonformal Univesitas Negeri Malang (UM) Dr. Achmad Rasyad, M.Pd menyayangkan hal tersebut. Peleburan dirjen ini dinilai tidak sesuai dengan pasal 26 UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Ia menyebutkan jika dalam pasal itu telah diatur jika Pendidikan Nonformal merupakan satu jalur sendiri yang berbeda dengan jalur pendidikan formal (persekolahan). “Amanat undang-undang begitu, jadi dirjen baru ini kurang tepat jika mengacu pada pasal 26 Sisdiknas,” ungkap Rasyad saat ditemui tugumalang.id.

Suasana belajar yang fleksibel dalam satuan pendidikan nonformal di PKBM Ngupoyo Ilmu.

Is menambahkan jalur pendidikan nonformal yang sudah diatur dalam UU ini mestinya semakin diperkuat. Akan tetapi, tanpa ada informasi apapun justru terjadi peleburan dua dirjen tersebut. Hal ini dinilai Rasyad tidak tepat.
Tak hanya Rasyad, Guru Besar Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Dr. Yoyon Suryono pun demikian. Ia menilai akan terjadi formalisasi dalam jalur pendidikan nonformal. Ia mengaku tidak setuju apabila ada peleburan dirjen tersebut. Dikarenakan, dua jalur pendidikan formal dan nonformal itu berbeda. “Bayangkan saja jika sasaran belajar pendidikan nonformal seperti program paket belajar itu disamakan dengan formal atau persekolahan. Kalau di sekolah sasaran anak-anak, lha pendidikan nonformal ini bisa orang dewasa,” tegas Yoyon.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/

Semester 6.

Semester 6.

Semester 6.
Semester 6.

Semester 6, semester yang paling ruweeeeet! bikin PI, belum lagi tugas presentasi yang hampir setiap minggu. Entah mana yang harus diprioritasin duluan. huuuuh. bukannya mengerjakan tugas satu per satu tetapi malah cuma memikirkan bagaimana tugas itu dikerjakan, ya nggak akan selesai..
PI, PI, dan PI. tersendat di cara pengerjaannya, yang nggak tau harus minta tolong sama siapa buat bantuin ngajarin bikin aplikasinya. tersendat lagi di penulisan, buat sumber referensinya, bingung mau nyari dimana. tugas, tugas, dan tugas. semua tugas maunya dikerjain secepatnya, biar cepet selesai. tapi yang ada malah PI-nya terus-terusan keundur. serba salah. haaaaaaaaah :”(
Cuma bisa berdoa supaya PI-nya bisa selesai tepat waktu, lancar semuanya, lancar sidangnya, dan lulus tanpa revisi. Amin ya Allah…

Baca Juga : 

Mumet Adalah

Mumet Adalah

Mumet Adalah
Mumet Adalah
kepala mulai semrawut memikirkan tugas-tugas. tugas dari dosen, laporan untuk praktikum, tugas PI, semuanya teriak-teriak minta dikerjakan. semrawutnya sampai membuat mual. rasanya mau langsung liburan saja dan bebas dari tugas apapun. ditambah lagi 10 hari lagi akan melaksanakan UTS.

 

duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh!

 

tidak hanya tugas kuliah saja yang menjadi beban pikiran, tetapi tugas di rumah juga harus dilakukan. semakin banyak umur kita, semakin banyak pula tanggung jawab yang kita punya. seandainya semua tugas bisa di skip……….

I Have A Dream

I Have A Dream

I Have A Dream
I Have A Dream

“I Have A Dream” merupakan salah satu judul lagu yang di populerkan oleh Westlife. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang mempunyai sebuah mimpi. Dia percaya kepada malaikat bahwa sesuatu yang baik pasti akan terjadi. Dan dia juga percaya bahwa sesuatu yang baik akan datang di waktu yang tepat. Dia akan melawan apa saja demi menggapai mimpinya dan mewujudkan mimpinya itu. Dalam keadaan apapun, baik atau buruk, kita harus mencoba menggapai impian kita. karena siapa tau saja dari mimpi kita itu kita dapat menjadi orang yang sukses di kemudian hari. siapa yang tahu…. 🙂

Sumber : https://profilesinterror.com/