PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Posted on: May 17, 2020, by :
PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan adalah: menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja usaha, perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang digunakan atau bermanfaat bagi pengguna,untuk mengambil keputusan yang bersifat ekonomi.

ISI LAPORAN KEUANGAN

  1. Assets (harta)
  2. Liabilities (hutang)
  3. Ekuitas/aktiva bersih
  4. Komprehensif Income(Laba komprehensif)
  5. Distribusi kepada pemilik
  6. Investasi oleh pemilik
  7. Revenue (pendapatan)
  8. Expands (beban)
  9. Gains (keuntungan)
  10. Losses (kerugian)

BENTUK NERACA

Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya.

Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri, utang dan modal pada sisi kanan.

LAPORAN LABA/RUGI

Laporan laba/rugi adalah: laporan yang menjelaskan kinerja perusahaan selama satu periode. Laporan laba/rugi memperhitungkan semua pendapatan dan beban selama satu periode.

BENTUK LAPORAN LABA/RUGI

  1. Bentuk langsung(single step)

Dalam bentuk single step, penghasilan usaha dan penghasilan di luar usaha disusun dalam satu kelompok. Demikian pula beban usaha dan beban di luar usaha. Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara mengurangi total penghasilan dengan total beban. Sebagai ilustrasi, berikut ini laporan laba rugi JOENG-Cut Salon untuk tahun 2008 yang disusun dalam bentuk single step.

MY SALON

LAPORAN LABA RUGI

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008

Penghasilan
Penghasilan Usaha
Penjualan  jasa 63.600.000,00
Penghasilan Di luar Usaha
Laba penjualan peralatan 4.800.000,00
Total penghasilan 68.400.000,00
Beban
Beban Usaha :
Beban gaji 15.200.000,00
Beban perlengkapan 10.400.000,00
Beban penyusutan peralatan 4.000.000,00
Beban listrik dan telepon 3.600.000,00
Beban sewa ruangan 4.800.000,00
Beban asuransi 1.200.000,00
Beban usaha lain-lain 1.600.000,00
Jumlah beban usaha 40.800.000,00
Beban di Luar Usaha
Beban bunga 2.700.000,00
Total beban 43.500.000,00
Laba bersih sebelum pajak 24.900.000,00
  1. Bentuk bertahap(multiple step)

Dalam bentuk ini baik penghasilan maupun beban dipisah secara rinci antara pendapatan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban di luar usaha sehingga bias dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut:

  • Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan
  • Penghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha.
  • Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya diluar usaha.
  • Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.
  • Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan /atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa)

Dari data laporan laba rugi di muka, jika disusun dalam bentuk multiple stepakan tampak seperti di bawah ini:

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/