Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location
Posted on: January 24, 2020, by : g3wgj
Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location
Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Pada pertengahan 2017 silam, pengguna komputer terutama dengan sistem operasi berbasis

WIndows di buat was-was dengan serangan ransomware WannaCry yang secara sporadis telah menginfeksi ratusan ribu komputer di banyak negara termasuk Indonesia. Meski berhasil di lumpuhkan, namun hingga kini belum di ketahui secara pasti siapa dalang di balik aksi teror dunia maya tersebut. Belum lepas ingatan kita tentang serangan wannacry, kini pengguna komputer kembali di buat resah dengan kemunculan ransomware baru yang menginfeksi lebih dari 200 sistem komputer insfrastruktur penting beberapa negara di kawasan eropa seperti Rusia, Ukraina, Turki dan Jerman dan terus berkembang dalam beberapa jam terakhir.

Di lansir dari laman securelist, yang merupakan divisi khusus riset dari produsen anti virus

ternama Kaspersky, ransomware ini di juluki dengan nama Bad Rabit. Dalam analisanya para periset dari Kaspersky Lab tersebut menjelaskan dugaan sementara mengenai wabah ransomware baru ini. Menurut mereka, ransomware ini merupakan varian baru ransomware yang berbeda dengan serangan ransomware wannacry sebelumnya.
Baca Juga : Bermasalah, Akun Gmail Tiba Tiba Kirim Pesan Sendiri
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia

Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Berbeda dengan penyebaran wannacry yang memanfaatkan celah yang di kenal dengan Eternal Blue, yakni memanfaatkan cacat pada SMBv1, ransomware Bad Rabbit ini menyebar melalui serangan yang di kenal dengan sebutan drive-by-attack yaitu di mana korban telah tertipu dengan menginstall aplikasi yang berisi malware dari beberapa situs yang telah mereka kunjungi sebelumnya.

Dugaan awal para periset di Kaspersky Lab menyebut jika beberapa website ternama termasuk website berita dan media di kawasan eropa telah di susupi malware sehingga ketika pengguna internet mengkases situs yang telah di susupi malware akan di paksa untuk mengunduh/mengupdate aplikasi Adobe Flash palsu yang telah di susupi malware Bad Rabbit.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/