Month: January 2020

Siapkan Regenerasi Penyelenggara Pesta Demokrasi

Siapkan Regenerasi Penyelenggara Pesta Demokrasi

Siapkan Regenerasi Penyelenggara Pesta Demokrasi
Siapkan Regenerasi Penyelenggara Pesta Demokrasi

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi membuka program

Sekolah Kader Pengawas Pemilu sebagai upaya menyiapkan regenerasi penyelenggara pesta demokrasi. Program ini dapat diikuti oleh siswa maupun mahasiswa di wilayah setempat.

Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tomy Suswanto mengatakan, program ini sebagai persiapan kaderisasi dan regenerasi dalam penyelenggaraan pemilu pada tingkat pengawas. Program ini sudah dilakukan sosialisasi kepada pelajar maupun mahasiswa.

”Bentuk sosialisasinya kita hanya melalui website dan akun media sosial yang kami miliki. Jadi yang ingin mendaftarkan diri bisa melihat syarat maupun informasi lainnya disitu,” terang Tomy kepada Radar Bekasi melalui sambungan selulernya, Kamis (12/9).

Adapun syarat untuk mengikuti program itu antara lain usia minimal 19-30 tahun

dengan pendidikan minimal SMA, serta memiliki pengalaman atau sedang menjadi pengurus organisasi.

Pendaftaran program ini sudah mulai dibuka pada 10 hingga 14 September 2019. Dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat hanya mendapatkan kuota masing-masing 3 orang untuk mengirimkan perwakilannya.

”Kalau dilihat syarat umur mungkin kebanyakan kita akan ambil dari mahasiswa, dan masing-masing hanya terpilih 3 orang dari kabupaten kota, jadi jumlah keseluruhan (se-Jawa Barat) nantinya ada 81 orang,” katanya.

Para peserta akan mendapatkan pemahaman tentang pemilu mulai dari regulasi,

hingga teknis pengawasan di lapangan. Pelaksanaan program ini akan dilakukan selama tujuh hari mulai dari 23-29 September 2019.
”Metodenya sendiri akan dilaksanakan dalam 4 kerangka salah satunya pembelajaran di dalam kelas selama 3 hari, pembelajaran lapangan selama 2 hari, evaluasi selama 1 hari dan merumuskan rencana tindak lanjut (RTL) selama 1 hari,” terangnya.

Dengan program ini, para pelajar maupun mahasiswa dapat memahami tugas dari Bawaslu sebagai pengawas, KPU sebagai pelaksana, dan DKPP sebagai dewan penyelenggara kehormatan pemilu. Melalui program yang dilaksanakan secara nasional ini, pihaknya berharap dapat memiliki regenerasi penyelenggara pemilu yang mumpuni dalam pelaksanaan pesta demokrasi pada masa mendatang.

 

Baca Juga :

Konferensi Internasional Pemanfaatan AI Bidang Pendidikan

Konferensi Internasional Pemanfaatan AI Bidang Pendidikan

Konferensi Internasional Pemanfaatan AI Bidang Pendidikan
Konferensi Internasional Pemanfaatan AI Bidang Pendidikan

Memasuki era revolusi industri 4.0, penggunaan teknologi dalam setiap aspek kehidupan

tidak dapat dihindari. Bahkan, saat ini di berbagai penjuru dunia sedang mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya di bidang pendidikan yang dapat membantu dalam pengembangan kualitas dan akses pendidikan.

Untuk menggali lebih dalam tentang manfaat artificial intelligence, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui 7 Southeast Asia Minister of Education (SEAMEO) Center di Indonesia bekerjasama dengan SEAMEO Secretariat, UNESCO, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, menghelat konferensi internasional tentang Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Kebijakan dan Praktik Pendidikan untuk Asia Tenggara.

”Saat ini tengah dikembangkan secara serius di berbagai penjuru dunia penggunaan kecerdasan

buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI), dalam sistem pendidikan diharapkan akan memperbaiki kualitas dan akses pendidikan dalam banyak hal, seperti mewujudkan pembelajaran yang lebih efektif dan personal,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno, saat membuka konferensi internasional tersebut, di Jakarta, dikutip dalam laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (19/9).

Konferensi yang berlangsung pada 18 s.d.19 September 2019, mengangkat tema ”Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Kebijakan dan Praktik Pendidikan untuk Asia Tenggara”. ”Kecerdasan buatan mengubah hidup kita. Kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam ponsel Anda seringkali lebih mengenal diri Anda dibanding Anda sendiri karena dia mempelajari Anda melalui analisis data. Kecerdasan buatan membuat hidup lebih mudah, misalnya ketika Anda lapar, tinggal buka ponsel dan memesan makanan melalui aplikasi,” ucap Totok.

Totok mengatakan, yang menjadi pertanyaan saat ini apakah kecerdasan buatan

akan menggantikan pekerjaan sehari-hari termasuk profesi guru? ”Guru harus mengubah cara mengajar. Apabila kita mengajar apa adanya seperti apa yang tertulis di buku ajar saja, maka mudah digantikan oleh teknologi. Namun jika guru mendengarkan nasihat Ki Hajar Dewantara, bahwa hakikat pendidikan adalah mengembangkan karakter, pikiran, dan jasmani siswa, maka guru tersebut tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan,” jelas Totok.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/

Penggunaan Dana BOS Ditertibkan

Penggunaan Dana BOS Ditertibkan

Penggunaan Dana BOS Ditertibkan
Penggunaan Dana BOS Ditertibkan

– Pemerintah tidak akan lagi memperbolehkan pemda menggunakan dana BOS

untuk membayar gaji guru honorer.

Itu sebabnya, menurut Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan, pemerintah tengah mengatur mekanisme penggunaan dana BOS agar tidak bisa diutak-atik pemda lagi.

”Penggunaan dana BOS akan kami tertibkan. Selama ini dana BOS sudah salah sasaran.

Mestinya buat operasional sekolah seperti pengadaan buku dan lainnya. Ternyata malah digunakan untuk bayar gaji guru honorer,” ungkap Agus, Senin (23/9).

Longgarnya pengawasan dana BOS, lanjutnya, menjadi celah pemda terus merekrut guru honorer baru. Mereka beralasan guru PNS banyak yang pensiun. Satu sisi pemerintah melakukan moratorium. Sementara proses belajar mengajar harus tetap berjalan.

”Karena tidak ada guru PNS baru itu makanya masing-masing kepsek mengangkat honorer baru.

Gajinya diambil dari dana BOS makanya pemanfaatannya (dana BOS) bagi siswa tidak maksimal,” sesalnya.

Ironisnya, lanjut Agus, besaran gaji guru honorer ini cukup bervariasi. Daerah yang punya kelebihan, berani menggaji dengan standar UMR. Sedangkan yang minim, hanya berdasarkan besaran dana BOS Rp 150 ribu per bulan.

Dia berharap dengan penataan kembali dana BOS, gaji guru honorer lebih manusiawi. Sementara ini solusi yang ditawarkan adalah gaji guru honorer dimasukkan ke pos DAU (dana alokasi umum).

 

Sumber :

https://ruangseni.com/

Strategi Backup dan Restore Database

Strategi Backup dan Restore Database

Strategi Backup dan Restore Database
Strategi Backup dan Restore Database

Anda harus mengidentifikasi persyaratan-persyaratan yang tersedia untuk memilih strategi backup dan restore yang sesuai. strategi cadangan yang menyeluruh menggambarkan jenis dan frekuensi dari backup dan sifat serta kecepatan dari perangkat keras yang diperlukan untuk itu.

Dalam hal ini sangat direkomendasikan anda menguji prosedur-prosedur backup dan restore secara menyeluruh. Pengujian membantu ke arah memastikan bahwa anda sudah backup yang diperlukan untuk dipulihkan dari berbagai jenis kegagalan sistem, dan prosedur tersebut dapat dieksekusi dengan mudah dan cepat ketika suatu kegagalan yang terjadi.

Hal ini meliputi :

  • Analisa ketersediaan Persyaratan-persyaratan dan Pemulihan data yang diperlukan
  • Merencanakan untuk Pemulihan
  • Memilih  Model Pemulihan

Sumber :https://pesantrenkilat.id/lucky-patcher-apk/

Situs Rp 17,5 Miliar

Situs Rp 17,5 Miliar

Situs Rp 17,5 Miliar
Situs Rp 17,5 Miliar

Kita semua berlomba untuk mengembangkan situs web, memanfaatkan jaringan internet untuk berbagai keperluan. Dari institusi pemerintahan sampai individu, situs web menjadi dunia tersendiri untuk memperluas berbagai kepentingan secara virtual.
Yang menarik dari pengembangan situs web adalah biaya ekonominya yang tidak memiliki patokan standar tertentu, berbeda dengan dunia nyata yang semunya memiliki harga yang pasti. Di jaringan internet, standar harga yang diberlakukan adalah dari nol rupiah sampai tidak terhingga.

Karena itu, ketika terungkap Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengeluarkan biaya Rp 17, 5 miliar untuk membangun situsnya, kita pun “melongo” melihat angka tersebut. Jumlah ini antara lain untuk pengembangan situs Rp 2 miliar tahun 2006, kemudian Rp 5,5 miliar tahun 2007, dan tahun 2008 dipersiapkan Rp 10 miliar.

Semua anggaran ini diambil dari APBN. Persoalannya, karena dana ini diambil dari APBN, besaran biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan situs web perlu dipertanyakan. Walaupun tidak ada patokan pasti berapa besar biaya sebuah situs web, karena menyangkut penggunaan uang rakyat, situs yang dikembangkan di http://my-indonesia.info/ itu harus jelas pemakaiannya.

Kita pun penasaran apa yang menyebabkan situs ini menjadi mahal, lebih mahal ketimbang punya Presiden RI di http://www.presidensby.info yang biaya pembuatannya diperkirakan mencapai Rp 84 juta. Apakah teknologi yang digunakannya sangat canggih, misalnya memiliki sistem anti-hacking dan cracking yang terbaik di dunia?

Kita mendukung berbagai upaya mempromosikan Indonesia agar wisatawan mancanegara datang, belanja, dan menginap di Tanah Air kita yang indah ini. Tapi, rasanya pengeluaran sebesar Rp 17,5 miliar ini tidak sepadan dengan upaya untuk mendatangkan wisatawan dengan menjaring di situs web.

Kenapa? Karena situs web Rp 17,5 miliar ini minim isinya, dan tidak interaktif memudahkan wisatawan untuk melancong ke Indonesia. Ketika kita ingin berkunjung ke suatu negara, ada dua hal penting yang kita ingin segera tahu, berapa harga kamar hotel berbintang dan jadwal penerbangan yang tersedia.

Sayangnya, informasi ini tidak tersedia di situs Rp 17,5 miliar tersebut. Tidak heran, banyak orang yang mempertanyakan dengan biaya sebesar itu, yang berasal dari uang rakyat, berapa besar sebenarnya penghasilan yang bisa didapat dari mendatangkan wisatawan ke negeri tercinta ini.

Sumber :https://pesantrenkilat.id/lucky-patcher-apk/

Google Luncurkan Program Bug Bounty Untuk Aplikasi android Populer Yang Ada Di Google Play Store

Google Luncurkan Program Bug Bounty Untuk Aplikasi android Populer Yang Ada Di Google Play Store

Google Luncurkan Program Bug Bounty Untuk Aplikasi android Populer Yang Ada Di Google Play Store
Google Luncurkan Program Bug Bounty Untuk Aplikasi android Populer Yang Ada Di Google Play Store

Salah satu layanan digital milik Google yang berupa market untuk aplikasi resmi

pengguna sistem operasi Android, Google Play Store di kabarkan akan segera meluncurkan program Bug Bounty atau pencarian celah keamaan pada beberapa aplikasi android populer yang ada pada layanan google play store.

Di beri nama Google Play Security Reward ajang pencarian celah keamanan pada aplikasi android populer yang ada di google play store ini di sponsori langsung oleh pihak Google. Para peserta dari kalangan peneliti maupun white hat hacker (peretas topi putih) di persilahkan untuk menunjukan kemampuan mereka dalam mencari kerentanan pada aplikasi android populer yang ada pada google play store.
Muat Lebih

Samsung Siapkan Hadiah 2,5 M Jika Ada Yang berhasil Meretas Smartphone Buatan Mereka$ 500.000

Bisa Anda Bawa Pulang Jika Berhasil Meretas WhatsAppPelajar SMA Ini Dapat Hadiah Rp 133 Juta Dari Google Karena Temukan Celah Keamanan

Baca Juga : $ 500.000 Bisa Anda Bawa Pulang Jika Berhasil Meretas WhatsApp

“Tujuan dari program ini adalah untuk lebih meningkatkan keamanan aplikasi yang akan menguntungkan pengembang, pengguna Android, dan keseluruhan ekosistem Google Play,” jelas pihak google melalui sebuat postingan dalam blog resmi mereka.

Bekerja sama dengan penyelangara Bug Bounty populer, HackerOne google menyiapkan setidaknya $1000 bagi setiap kerentanan yang valid. Namun sedikit berbeda dengan Bug Bounty pada platform lain, yang mengharuskan peserta mengirimkan bukti kerentanan pada HackerOne untuk di investigasi, dalam ajang Google Play Security Reward ini peserta cukup megirimkan kerentanan yang mereka temukan pada aplikasi android populer kepada para pengembang/pembuat aplikasi.

Begitu kerentanan keamanan yang dikirim oleh peserta Bug Bounty ini telah teratasi

, kemudian peserta Bug Bounty ini perlu mengirimkan laporan bugnya ke HackerOne. Selanjutnya Google yang akan membayar hadiah kurang lebih sebesar $ 1.000 kepada para peserta yang telah melaporkan kerentanan di maksud. Imbalan yang akan di terima bervariasi, berdasarkan Kriteria Kerentanan keamanan yang di temukan.
Baca Juga : Kaspersky Temukan 85 Aplikasi Android Yang Bisa Curi Password Media Sosial

“Semua kerentanan harus dilaporkan langsung ke pengembang aplikasi terlebih dahulu. Kirimkan saja ke Program Google Play Security Reward yang telah diselesaikan oleh pengembang.” Jelas HackerOne selaku panita pelaksana pada ajang ini. “Untuk saat ini, cakupan program ini terbatas pada kerentanan RCE (remote-code-execution) dan POC yang sesuai (Proof-of-concept) yang bekerja pada perangkat Android 4.4 dan yang lebih tinggi.”

Selain itu pihak Google selaku pemberi Imbalan memberikan sedikit tambahan informasi terkait program yang mereka selenggarakan ini. Mereka menggaris bawahi, bahwa program pelaporan celah keamanan ini tidak termasuk menemukan dan melaporkan aplikasi palsu, adware, atau perangkat lunak jahat yang tersedia di Google Play Store.

 

 

Baca Juga :

Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location
Lacak Keberadaan Teman Dengan Fitur Baru WhatsApp, Live Location

Pada pertengahan 2017 silam, pengguna komputer terutama dengan sistem operasi berbasis

WIndows di buat was-was dengan serangan ransomware WannaCry yang secara sporadis telah menginfeksi ratusan ribu komputer di banyak negara termasuk Indonesia. Meski berhasil di lumpuhkan, namun hingga kini belum di ketahui secara pasti siapa dalang di balik aksi teror dunia maya tersebut. Belum lepas ingatan kita tentang serangan wannacry, kini pengguna komputer kembali di buat resah dengan kemunculan ransomware baru yang menginfeksi lebih dari 200 sistem komputer insfrastruktur penting beberapa negara di kawasan eropa seperti Rusia, Ukraina, Turki dan Jerman dan terus berkembang dalam beberapa jam terakhir.

Di lansir dari laman securelist, yang merupakan divisi khusus riset dari produsen anti virus

ternama Kaspersky, ransomware ini di juluki dengan nama Bad Rabit. Dalam analisanya para periset dari Kaspersky Lab tersebut menjelaskan dugaan sementara mengenai wabah ransomware baru ini. Menurut mereka, ransomware ini merupakan varian baru ransomware yang berbeda dengan serangan ransomware wannacry sebelumnya.
Baca Juga : Bermasalah, Akun Gmail Tiba Tiba Kirim Pesan Sendiri
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia

Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Berbeda dengan penyebaran wannacry yang memanfaatkan celah yang di kenal dengan Eternal Blue, yakni memanfaatkan cacat pada SMBv1, ransomware Bad Rabbit ini menyebar melalui serangan yang di kenal dengan sebutan drive-by-attack yaitu di mana korban telah tertipu dengan menginstall aplikasi yang berisi malware dari beberapa situs yang telah mereka kunjungi sebelumnya.

Dugaan awal para periset di Kaspersky Lab menyebut jika beberapa website ternama termasuk website berita dan media di kawasan eropa telah di susupi malware sehingga ketika pengguna internet mengkases situs yang telah di susupi malware akan di paksa untuk mengunduh/mengupdate aplikasi Adobe Flash palsu yang telah di susupi malware Bad Rabbit.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

Terungkap, Ini Alasan WhatsApp Tidak Bisa Di Akses Di Beberapa Negara

Terungkap, Ini Alasan WhatsApp Tidak Bisa Di Akses Di Beberapa Negara

Terungkap, Ini Alasan WhatsApp Tidak Bisa Di Akses Di Beberapa Negara
Terungkap, Ini Alasan WhatsApp Tidak Bisa Di Akses Di Beberapa Negara

Salah satu layanan Instant Messangger paling populer saat ini, WhatsApp

di kabarkan tidak bisa di akses di sejumlah negara pada hari ini,3 November 2017. Banyak para pengguna layanan pesan singkat yang populer dengan warna hijau tersebut yang mengeluhkan jika aplikasi WhatsApp tidak bisa di akses melalui perangkat mereka dan selalu menampilkan pesan “connecting” dan icon WA yang selalu berputar-putar, meski koneksi internet pengguna dalam keadan normal.

Insiden tidak bisa di aksesnya layanan WhatsApp di sejumlah negara ini memicu kepanikan

beberapa penggunanya, dengan menggunakan tagar #whatsappdown keluhan para pengguna WhatsApp sempat menjadi trending Topic di media sosial secara global.
Baca Juga : Microsoft Office 2019 Akhirnya Resmi Di Rilis
Muat Lebih

Makin Mudah, Kirim DM Instagram Kini Bisa Lewat DesktopArti PO Saat Belanja

di Online ShopBeberapa Istilah Populer di WhatsApp yang Harus Kalian Tahu

Beberapa pengguna dari India, Malaysia, Inggris dan beberapa negara di kawasan Eropa termasuk juga di Indonesia banyak yang mengeluhkan macetnya layanan pesan singkat milik Mark Zuckerberg ini

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

PNS Cantik Tangerang Dirampok, Dana BOS Ratusan Juta Raib

PNS Cantik Tangerang Dirampok, Dana BOS Ratusan Juta Raib

PNS Cantik Tangerang Dirampok, Dana BOS Ratusan Juta Raib
PNS Cantik Tangerang Dirampok, Dana BOS Ratusan Juta Raib

Nasib sial dialami Erny (38), PNS yang juga Bendahara Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Perempuan itu disasar kawanan bandit gembos ban usai keluar dari dalam Bank.

Duit bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar Rp 121 juta yang baru dicairkan di bank lenyap digasak perampok. Kejadian itu di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Rabu (4/4/2018).

Ironisnya, uang itu akan digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP), pekan depan.

Reni (36), saksi mata, mengatakan peristiwa naas itu terjadi seusai dirinya

bersama korban keluar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tangerang. Namun ditengah perjalanan, ada seorang pemotor berteriak jika ban mobil plat merah B 1093 CQN yang dikemudikannya itu kempes.

“Ban mobil kempes didekat perlintasan kereta api. Saya saat itu tidak langsung berhenti, tapi mencari tempat keramaian. Kebetulan ada bengkel tambal ban motor,” kata Reni saat ditemui sejumlah awak media di Polsek Tangerang Kota.

Kesulitan mengganti ban mobil, kedua PNS itu meminta bantuan warga sekitar. Namun naas, tas jinjing yang dibawa Erny dirampas pelaku yang mengendarai motor. Perampas itu terjadi saat Bendahara Dinas Pendidikan Kota Tangerang hendak memberi upah ganti ban.

“Pas mau ngasih duit, tas ibu dijambret pengendara motor.

Sempat kami kejar tapi tak terkejar. Kami langsung shock,” ungkapnya.

Sadar menjadi korban kejahatan, kedua perempuan cantik itu akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Tangerang Kota.

Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samono mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan saksi mata dilokasi kejadian. Ewo menduga korban telah dibuntuti sejak keluar dari dalam bank.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan agar bisa menangkap pelakunya,” kata dia.

Ewo mengimbau kepada masyarakat kiranya meminta pengawalan kepada polisi apabila hendak mengambil uang dalam jumlah besar. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan serupa terjadi.

 

Baca Juga :