Komik Pendidikan Dukung Gerakan Literasi Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca Anak
Posted on: December 15, 2019, by : g3wgj
Komik Pendidikan Dukung Gerakan Literasi Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca Anak

Komik Pendidikan Dukung Gerakan Literasi Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca Anak

Komik Pendidikan Dukung Gerakan Literasi Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca Anak
Komik Pendidikan Dukung Gerakan Literasi Sekolah untuk Meningkatkan Minat Baca Anak

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diluncurkan seiring dengan diterbitkannya Permendikbud No. 23 Th. 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. GLS dianggap sebagai salah satu cara menumbuhkan jiwa yang berbudi pekerti dalam diri anak-anak, sekaligus meningkatkan minat baca yang mulai luntur tergerus teknologi. “Saat ini, untuk baca koran saja susah. Gerakan Literasi, membangun kembali semangat membaca dan menulis, penting untuk digiatkan,” petikan kalimat Jokowi saat sambutan Presiden RI, untuk membuka Kegiatan Rakorpimnas PGRI di Hotel Sahid Yogyakarta, Sabtu (22/7/17) (http://agupena.or.id/2017/07/26/jokowi-serukan-gerakan-literasi/).

Berbagai kegiatan yang mendukung GLS pun telah digalakkan,

salah satunya yaitu kewajiban membaca buku non-teks pelajaran selama 15 menit sebelum jam pembelajaran dimulai setiap hari di sekolah. Banyak terbentuk komunitas literasi, LSM, perpustakaan keliling, taman bacaan masyarakat dan sebagainya. Presiden Jokowi juga telah memberikan amanat untuk mengirimkan pasokan hingga puluhan ribu buku ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan mulai 17 Juni 2017, Presiden mencanangkan hari berkirim buku gratis yaitu pada setiap tanggal 17 setiap bulannya. Namun, bagaimana dengan kendala waktu, biaya produksi dan keterbatasan buku?

Tapi sayangnya, ketersediaan dan akses buku secara merata sampai ke desa terpencil tetap saja menjadi kendala GLS. Presiden Jokowi pun telah memberikan amanat untuk mengirimkan pasokan hingga puluhan ribu buku ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan mulai 17 Juni 2017, Presiden mencanangkan hari berkirim buku gratis yaitu pada setiap tanggal 17 setiap bulannya. Namun, bagaimana dengan kendala waktu, biaya produksi dan keterbatasan buku?

Buku fisik sifatnya terbatas. Mungkin tak semua anak bisa memiliki bacaan literasi secara pribadi. Anak-anak harus menunggu pasokan buku dari pemerintah, atau pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku yang stoknya tidak begitu banyak. Untuk menjawab problematika ini, terhitung sejak Juni 2017 Pendidikan.id menciptakan Komik Pendidikan. Sebuah bacaan literasi yang berbentuk komik dengan gambar-gambar menarik.
Komik Pedidikan Komik Literasi Komik Edukasi

Tampilan koleksi Komik Pendidikan di halaman aplikasi Buku Sekolah Digital

(BSD).

Nita Koestomo, koordinator tim komik Pendidikan.id, “Komik Pendidikan hadir untuk mendukung kegiatan GLS yang dicanangkan pemerintah.” Menurutnya, Komik Pendidikan bisa menjadi lebih efisien karena memanfaatkan teknologi digital. “Setiap siswa bisa memiliki bacaan literasi untuk waktu senggangnya tanpa memakan waktu dan biaya. Cukup dengan laptop atau gadget, anak-anak bisa mengakses komik-komik pendidikan dengan gratis,” ucapnya.

Komik Pendidikan juga disambut baik oleh anak-anak Indonesia yang membacanya.

Lusi, salah satu siswa SD Marsudirini Gedangan mengaku suka membaca komik pendidikan. “Aku suka komik pendidikan. Tolong dibuatkan lebih banyak. Sudah kubaca habis semua,” begitu tulisnya di buku tamu aplikasi Buku Sekolah Digital (BSD). Cerita-cerita yang diangkat tak pernah luput dari unsur edukatif, baik dari segi moral, pengetahuan umum atau sains. Namun Pendidikan.id mengemasnya dalam cerita yang menyenangkan, dan gambar-gambar yang lucu serta menarik bagi anak usia 3 – 15 tahun.

 

Sumber :

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/21501