Sistem Angin
Posted on: November 30, 2019, by : g3wgj

Sistem Angin

Berdasarkan gerakan dan sifatnya, angin bisa dibedakan
menjadi:

1) Angin Pasat dan Angin Antipasat
Angin pasat terdiri atas angin pasat tenggara yang bertiup
di belahan Bumi selatan dan angin pasat timur laut yang
bertiup di belahan Bumi utara. Angin pasat bertiup tetap
sepanjang th. dari area subtropik menuju
daerah ekuator (khatulistiwa). Angin antipasat
adalah nama lain dari angin barat, yang merupakan
kebalikan dari angin pasat. Coba perhatikan
gambar 7.13.
Angin di atas khatulistiwa yang mengalir ke
daerah kutub dan turun di area maksimum
subtropik. Angin ini disebut angin antipasat. Di
belahan Bumi utara disebut angin antipasat barat
daya dan di belahan Bumi selatan disebut angin
antipasat barat laut. Pada area sekitar lintang 20°–
30°LU dan LS, angin antipasat ulang turun secara
vertikal sebagai angin kering. Angin kering ini
menyerap uap air di hawa dan permukaan daratan.
Akibatnya, terbentuk gurun di wajah Bumi. Misalnya
gurun di Arab Saudi, gurun Afrika, atau gurun
di Australia.

2) Angin Muson
Di Indonesia, terkandung dua jenis angin muson, yaitu angin
muson barat dan angin muson timur. Bagaimana perbedaan
keduanya?

Angin muson barat bertiup pada bulan Oktober–April, saat
itu kedudukan Matahari berada di belahan Bumi selatan atau
Benua Australia. Sedangkan angin muson timur bertiup pada
bulan April–Oktober, sementara itu kedudukan Matahari berada di
belahan Bumi utara atau Benua Asia.

3) Angin Lokal
Angin lokal hanya dirasakan di wilayah yang relatif sempit
dan pengaruhnya tidak luas. Apa saja jenis angin lokal yang
kamu ketahui.

4) Angin Fohn
Angih fohn berlangsung dalam satu kronologis dengan
hujan orografik. Setelah angin yang mempunyai uap
air menaiki puncak gunung dan turunkan hujan
pada posisi lereng gunung, lantas angin bertiup
menuruni sisi lereng gunung di sebaliknya.
Berdasarkan gambar 7.20, cobalah jelaskan proses
terjadinya angin fohn dan cii-ciri anginnya.

Angin fohn memiliki nama yang berbeda-beda di banyak
daerah. Beberapa angin fohn yang bertiup di Indonesia sebagai
berikut.

a) Angin Brubu terkandung di Sulawesi Selatan.
b) Angin Bohorok terkandung di Deli, Sumatra Utara.
c) Angin Kumbang terkandung di Cirebon, Jawa Barat.
d) Angin Gending terkandung di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa
Timur.
e) Angin Wambrau terkandung di Papua.

5) Angin yang Bersifat Dingin
Jenis angin yang berwujud dingin antara lain sebagai berikut.
a) Angin Mistral
Angin ini berasal dari pegunungan menuju ke dataran
rendah di pantai. Sebagai contoh angin yang bertiup di
pantai Laut Tengah, selatan Prancis.
b) Angin Bora
Angin bora bertiup di wilayah Balkan. Angin ini turun
dari Dataran Tinggi Balkan ke Pantai Istria dan Albania.

6) Angin Siklon dan Angin Antisiklon
Angin siklon dan angin antisiklon yang bertiup
di belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan
arahnya berbeda. Perhatikan gambar 7.21.
Dari gambar itu, apa yang bisa kamu amati
mengenai angin siklon dan angin antisiklon, baik
di belahan Bumi utara ataupun belahan Bumi
selatan?
Di area tropis, angin siklon lebih sering
terjadi di laut dan hampir tidak pernah berlangsung di
sekitar khatulistiwa. Di Indonesia angin siklon
hanya berlangsung di Pulau Timor, yaitu pada 11°LS.
Angin siklon memiliki kecepatan yang sangat
kuat agar berwujud merusak. Penyebutan angin
siklon untuk tiap-tiap area berbeda-beda.
Contoh:

a) Angin siklon di Samudra Atlantik disebut
Hurricane.
b) Angin siklon di Laut Cina Selatan disebut
Taifun.
c) Angin siklon di Teluk Benggala dan Laut Arab
disebut Siklon.
d) Angin siklon di Amerika area tropis disebut
Tornado.
e) Angin siklon di Asia Barat disebut Sengkejan.
Angin antisiklon tidak kuat layaknya halnya angin siklon.
Kondisi cuaca area yang berangin antisiklon, cerah tidak
berawan. Angin ini merupakan angin turun, agar lebih
panas dan lebih kering dibanding angin siklon.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

7) Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT)
Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT) merupakan
daerah pertemuan antara angin pasat tenggara dan angin pasat
timur laut atau disebut equator thermal. Daerah ini ditandai
dengan suasana di sekitarnya memiliki suhu tinggi. Akibat

kenaikan massa udara, wilayah DKAT terbebas dari angin
topan dan dinamakan Doldrum atau area tenang
khatulistiwa (equatorial calm). DKAT tidak cuman sebagai tempat
terbentuknya konvergensi massa hawa naik, terhitung sebagai
pembentuk awan yang mengundang hujan lebat.

Pengaruh DKAT di Indonesia, yaitu:

a) Menyebabkan hujan frontal dan hujan zenit.
b) Penguapan tinggi, gara-gara suhu tinggi dan laut Indonesia
sangat luas.
c) Garis DKAT terbentuk gara-gara suhu hawa di sekitar
khatulistiwa tinggi.

Baca Juga :