Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister
Posted on: November 17, 2019, by : g3wgj
Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister
Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Hasil penelitian dalam bentuk tesis berjudul ‘Keberpihakan Jurnalis dalam Konflik Syi’ah-Sunni

di Sampang Madura’, mengantar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz sebagai calon Magister Media Komunikasi (M.Medkom) di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Status sebagai calon magister tersebut bakal diterimanya pasca mempertanggung jawabkan hasil penelitian di hadapan lima orang profesor yang diplot sebagai penguji tesis miliknya yang dilaksanakan di Ruang 205 Gedung A FISIP UNAIR Surabaya, Senin (22/7/2019).

Dalam proses penelitian yang menitik beratkan pada jurnalis Sampang peliput konflik bernuansa SARA

dengan pendekatan teori hirarki terhadap isi media, Pewarta LKBN Antara Jawa Timur dibimbing langsung oleh Prof Rachmah Ida, Ph.D dan Dr Suko Widodo, dan diselesaikan dalam kurun waktu hampir satu tahun sejak awal 2018 lalu.
Baca Juga:

PWI Pamekasan Nilai Jurnalis Ikut Serta Perjuangkan Kemerdekaan
PWI Pamekasan: Pers Sehat Negara Kuat
Ketua PWI Pamekasan Resmi Sandang Status Magister Media Komunikasi
Bawaslu Pamekasan Ajak Wartawan Awasi Pemilu

“Tesis yang kami angkat tentang konflik Syiah-Sunni di Sampang Madura, dalam hal ini kami meneliti

beberapa hal yang menjadi penyebab jurnalis mengambil angle berbeda dalam pemberitaan konflik Syi’ah-Sunni di Sampang. Sumber penelitian ini kami fokuskan pada tiga jurnalis berbeda,” kata Abd Aziz kepada beritajatim.com.

Selain itu, pria asli Bumi Gerbang Salam juga melakukan penelitian pada latar belakang pendidikan, sosial budaya dan wawasan jurnalis yang dijadikan sebagai tolak ukur penelitian. “Kesimpulan yang kami dapat dari hasil penelitian ini, yakni berita yang disajikan jurnalis ternyata tidak bebas kepentingan. Tetapi sangat bergantung terhadap faktor internal dan eksternal media,” ungkapnya.

“Bahkan pola seperti itu justru berlaku saat konflik berlangsung hingga para korban konflik dipindah ke Sidoarjo, Jawa Timur,” tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang saat ini tergabung dalam Korp Alumni HMI alias KAHMI Pamekasan.

 

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=LWt5G