Month: November 2019

FK Unusa Kini Didukung Fasilitas Rumah Sakit Pendidikan Utama

FK Unusa Kini Didukung Fasilitas Rumah Sakit Pendidikan Utama

FK Unusa Kini Didukung Fasilitas Rumah Sakit Pendidikan Utama
FK Unusa Kini Didukung Fasilitas Rumah Sakit Pendidikan Utama

Menyusul diperolehnya akreditasi B, Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

(FK Unusa) kini didukung dengan fasilitas rumah sakit pendidikan utama, yang kini disandang oleh RSI Surabaya Jemursari.

Fasilitas ini merupakan salah satu komponen utama dalam pelaksanaan program pendidikan dokter.

Demikian disampaikan Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng dalam acara Jumpa Pers perolehan sertifikat Rumah Sakit Pendidikan Utama di Ruang Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Selasa (23/7/2019) siang.

“Peran RS Pendidikan dalam mencetak dokter yang kompeten tidak dapat dipandang sebelah mata. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan, menyebutkan bahwa Rumah sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi,” kata Rektor.

Untuk mewujudkan hal tersebut Unusa telah berhasil mendampingi Rumah Sakit Islam

(RSI) Surabaya Jemursari memperoleh predikat sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama.

“Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit merupakan satu kesatuan yang memiliki fokus kegiatan pada peningkatan pelayanan, pendidikan dan penelitian melalui pengembangan Rumah Sakit Pendidikan. Hal ini menjadikan sebuah keharusan bagi Fakultas Kedokteran untuk memiliki Rumah Sakit Pendidikan Utama, dan saat ini Unusa telah memilikinya,” katanya.

Melalui SK Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/324/2019, Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Jazidie berharap dengan diperolehannya predikat RS Pendidikan itu, peminat FK Unusa terus meningkat.

“Kami juga telah menerima tentang penambahan jumlah mahasiswa FK dari Kemenristekdikti.

Awalnya hanya diperbolehkan menerima 50 mahasiswa baru, kini bisa menerima hingga 100 mahasiswa baru. Tentu penambahan itu seiring dengan fasilitas yang kami miliki dan akreditasi yang telah diperoleh,” kata Rektor.

Jazidie menjelaskan, FK Unusa menerima mahasiswa sejak tahun 2014. Angkatan Pertama sudah lulus S1 kedokteran dan sekarang sedang menjalani panitera klinik atau dokter muda di RSI Jemursari.

“Selain RS Pendidikan Jemursari, kami juga didukung dua rumah sakit lain, yakni RSI A. Yani dan RS Ibu dan Anak Nyai Ageng Pinatih di Grersik. Semua rumah sakit itu ada dalam satu yayasasan, yakni Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis).

 

Baca Juga :

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister
Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Hasil penelitian dalam bentuk tesis berjudul ‘Keberpihakan Jurnalis dalam Konflik Syi’ah-Sunni

di Sampang Madura’, mengantar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz sebagai calon Magister Media Komunikasi (M.Medkom) di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Status sebagai calon magister tersebut bakal diterimanya pasca mempertanggung jawabkan hasil penelitian di hadapan lima orang profesor yang diplot sebagai penguji tesis miliknya yang dilaksanakan di Ruang 205 Gedung A FISIP UNAIR Surabaya, Senin (22/7/2019).

Dalam proses penelitian yang menitik beratkan pada jurnalis Sampang peliput konflik bernuansa SARA

dengan pendekatan teori hirarki terhadap isi media, Pewarta LKBN Antara Jawa Timur dibimbing langsung oleh Prof Rachmah Ida, Ph.D dan Dr Suko Widodo, dan diselesaikan dalam kurun waktu hampir satu tahun sejak awal 2018 lalu.
Baca Juga:

PWI Pamekasan Nilai Jurnalis Ikut Serta Perjuangkan Kemerdekaan
PWI Pamekasan: Pers Sehat Negara Kuat
Ketua PWI Pamekasan Resmi Sandang Status Magister Media Komunikasi
Bawaslu Pamekasan Ajak Wartawan Awasi Pemilu

“Tesis yang kami angkat tentang konflik Syiah-Sunni di Sampang Madura, dalam hal ini kami meneliti

beberapa hal yang menjadi penyebab jurnalis mengambil angle berbeda dalam pemberitaan konflik Syi’ah-Sunni di Sampang. Sumber penelitian ini kami fokuskan pada tiga jurnalis berbeda,” kata Abd Aziz kepada beritajatim.com.

Selain itu, pria asli Bumi Gerbang Salam juga melakukan penelitian pada latar belakang pendidikan, sosial budaya dan wawasan jurnalis yang dijadikan sebagai tolak ukur penelitian. “Kesimpulan yang kami dapat dari hasil penelitian ini, yakni berita yang disajikan jurnalis ternyata tidak bebas kepentingan. Tetapi sangat bergantung terhadap faktor internal dan eksternal media,” ungkapnya.

“Bahkan pola seperti itu justru berlaku saat konflik berlangsung hingga para korban konflik dipindah ke Sidoarjo, Jawa Timur,” tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang saat ini tergabung dalam Korp Alumni HMI alias KAHMI Pamekasan.

 

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=LWt5G

BMH dan YBM Gelar Baksos di Dusun Terpencil Malang Selatan

BMH dan YBM Gelar Baksos di Dusun Terpencil Malang Selatan

BMH dan YBM Gelar Baksos di Dusun Terpencil Malang Selatan
BMH dan YBM Gelar Baksos di Dusun Terpencil Malang Selatan

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Malang dan Yayasan Baitul Mal (YBM) menggelar Bhakti Sosial Peduli Dhuafa di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019) kemarin yang diikuti ratusan orang.

Pimpinan BMH Gerai Malang, Abdul Karim mengatakan, kegiatan Bakti sosial ini merupakan kegiatan tahunan bahkan bulanan. Saat ini pihaknya bekerja sama dengan berbagai sponsor, salah satunya dari Heri Cahyono dengan pergerakan Malang JEJEG nya.

Heri Cahyono sendiri, disebut-sebut banyak mendapatkan dukungan masyarakat untuk maju sebagai Calon Bupati Malang 2020 mendatang. “Baksos kali ini untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, dan memberikan sembako, mukenah, serta baju layak pakai bagi kaum dhuafa di Desa Lebakharjo,” ungkapnya.

Menurut Karim, kegiatan baksos ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat

Malang Raya, dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, meningkatkan kepedulian organisasi maupun individu terhadap masyarakat Malang Raya yang kurang mampu terutama di daerah terpencil.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kami berterima kasih pada Sam Heri Cahyono dengan pergerakan Malang JEJEG yang mantap ini. Semoga tetap bisa bersinergi sehingga tetap bisa berkontribusi untuk masyarakat Kabupaten Malang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kasun) Lebaksari, Desa Lebakharjo, Aji Prayitno menyampaikan terima kasih

atas perhatian dari semua pihak. “Bantuan ini kami berikan kepada mereka yang membutuhkan dan belum pernah mendapatkan bantuan, dengan cara pembagian kupon agar tepat sasaran dan secara bergilir supaya merata,” tegasnya.

Aji menjelaskan, antusias warga sangat terlihat dalam baksos ini, lantaran mereka jarang menerima bantuan yang berupa sembako dan pakaian layak pakai. “Mereka sangat senang. Itu terlihat dari antusias mereka, walau pernah menerima bantuan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis, tapi untuk pembagian sembako dan baju layak pakai baru kali ini. Mereka beranggapan karena akses jalan yang susah, jadi jarang ada bakti sosial. Kami berharap infrastruktur menuju dudun ini dibenahi,” pungkasnya.

Sementara itu, Efa Listiatun, salah satu warga setempat menambahkan, Bhakti Sosial

yang didukung pergerakan Malang JEJEG adalah kesempatan yang langka dan cukup baik. Bantuan sangat dirasakan warga dusun.

Warga bahkan dengan sukarela memberikan KTP dukungannya pada Heri Cahyono dari Malang JEJEG untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Malang melalui jalur independen. “Tercatat dalam kegiatan ini sebanyak lebih dari 200 KTP yang diberikan oleh warga yang datang pada Sam Heri Cahyono,” Efa Listiatun mengakhiri

 

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=3SM71

 

Pedoman Membuat Flowchart

Pedoman Membuat Flowchart

Pedoman Membuat Flowchart
Pedoman Membuat Flowchart

Pada materi Analisis Sisitem Informasi (ASI) ini akan dibahas tentang :

Pengertian/Definisi Flowchart
Jenis-jenis Flowchart
Bagan alir sistem (systems flowchart).
Bagan alir dokumen (document flowchart).
Bagan alir skematik (schematic flowchart)
Bagan alir program (program flowchart)
Bagan alir proses (process flowchart).
Simbol-simbol flowchart
Pedoman membuat Flowchart

Pengertian/Definisi Flowchart
Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.

Jenis-jenis Flowchart
Ada beberapa jenis flowchart diantaranya:
1. Bagan alir sistem (systems flowchart).
2. Bagan alir dokumen (document flowchart).
3. Bagan alir skematik (schematic flowchart).
4. Bagan alir program (program flowchart).
5. Bagan alir proses (process flowchart).

SYSTEM FLOWCHART
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

DOCUMENT FLOWCHART
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

SCHEMATIC FLOWCHART
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

PROGRAM FLOWCHART
Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.

Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.

PROCESS FLOWCHART
Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

Baca Juga :

Deteksi Masalah Sistem

Deteksi Masalah Sistem

Deteksi Masalah Sistem
Deteksi Masalah Sistem

Permasalahan Sistem

Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyababkan sistem informasi mempunyai masalah, antara lain karena :
a. Waktu (overtime).
b. Lingkungan sistem yang berubah.
c. Perubahan prosedur operasional.

Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem. Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari programming budgetdan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk perlu diganti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).

Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik informasi, yaitu :

  1. Relevansi (relevancy).
  2. Keakuratan (accuracy), yang memiliki faktor : kelengkapan (completeness),
    kebenaran (correctness), dan keamanan (security).
  3. Ketepatan waktu (timeliness).
  4. Ekonomi (economy), yang memiliki faktor : sumber daya (resources) dan
    biaya (cost).
  5. Efisiensi (eficiency).
  6. Dapat dipercaya (reliability).
  7. Kegunaan (usability).

 

Relevansi (relevancy)

Hasil dari sistem informasi (SI) harus dapat digunakan untuk kegiatan managemen ditingkat operasional, taktis dan strategik. Jika tidak dapat digunakan, informasi tersebut layak untuk tidak diperhatikan lagi.

Beberapa gejala dari informasi yang tidak lagi relevan, antara lain :

  • Banyak laporan yang isinya terlalu panjang
  • Laporan tidak digunakan oleh pihak yang menerimanya.
  • Permintaan informasi tidak tersedia dalam SI.
  • Sebagai laporan yang tersedia tetapi tidak diminta/dibutuhkan.
  • Bertumpuknya keluhan-keluhan pemakai ketika laporan tidak diproduksi
    dan disebarluaskan.

Kelengkapan (completeness)

Data tidak hanya dimasukkan secara benar, tetapi juga harus lengkap. Apabila sebuah sistem informasi memiliki 95% keakuratan data, tetapi hanya 80% dari kebutuhan informasi, maka sistem akan tidak efektif.
Berikut beberapa gejala ketidaklengkapan (incompleteness).

  • Sebagian data dikembalikan ke pemakai karena sumber
    dokumennya atau isian formulirnya tidak lengkap.
  • Pengawas data menunjukkan sebuah atau lebih isian field yang
    tidak diisi karena kesengajaan atau ketidaksengajaan.
  • Bagian pemasukan data menelepon ke pemakai untuk mengklarifikasikan
    data dari sumber-sumber dokumennya.

Kebenaran (correctness)

Kebenaran biasanya dipikir sebagai keakuratan. Semua data dari field harus dimasukkan secara benar. Berikut gejala dari ketidakbenaran, antara lain :

  • Total kesalahan transaksi mengalami kenaikan dibanding kualitasnya.
  • Permintaan untuk perubahan program mengalami kenaikan.
  • Masalah yang terjadi setelah akhir hari kerja normal mengalami kenaikan.
  • Jumlah kesalahan kritis mengalami kenaikan.
    Sebagai contoh adalah kesalahan saldo hutang nasabah dapat mengurangi
    masukan kas, sehingga membuat nasabah mengalami ketidakpuasan.

Keamanan (security)

Seringkali informasi dikirimkan ke setiap orang yang membutuhkannya. Pengawasan keamanan adalah struktur pengecekan untuk memutuskan jika informasi yang sensitif ditujukan kepada pemakai yang tidak sah.

Ketepatan waktu (timeliness)

Beberapa gejala yang menunjukkan masalah ketepatan waktu :

  • Keluaran (throughput) sistem informasi mengalami penurunan.
    Troughput adalah tingkat proses transaksi sampai akhir waktu yang bebas kesalahan.
  • Tumpukan pemasukan data mengalami kenaikan.
    Sebuah tumpukan pemasukan data terjadi ketika data transaksi tidak langsung dimasukkan pada saat itu (ditunda/tertunda).
  • Keluhan tentang lambatnya sistem membuat laporan mengalami kenaikan.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan program mengalami kenaikan.
  • Banyaknya keluhan dari pemakai tentang kesulitan dalam menghubungi staff pemeliharaan program dan staff operasinya.

Ekonomi (economy)

Biaya sistem informasi akan mengalami kenaikan sesuai dengan berjalannya waktu. Meskipun ada beberapa biaya yang mengalami penurunan, dan sebagian akan naik Banyak hal yang menunjukkan kenaikan biaya, seperti konsultan
pemeliharaan hardware dan program, dan sebagainya. Banyak organisasi merekrut konsultan sebagai programmer atau analis selama proyek.
Untuk jangka pendek secara drastis akan menaikkan biaya tenaga kerja, tetapi untuk jangka panjang mengurangi biaya karena mempertimbangkan keuntungan sistem informasi yang didapat.

Efisiensi (eficiency)

Efisiensi adalah berapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit sumber daya dalam proses produksinya. Untuk contoh, sebuah perusahaan mengeluarkan $500.000 untuk sistem inventory. Penjualan mengalami kenaikan
$100.000 sebagai hasil dari sistem baru tersebut.
Efisiensi dari sistem tersebut adalah :
100.000
——- = 20%
500.000
Disini beberapa rasio yang dapat dihitung dan dianalisa, antara lain :

  • Keluaran / nilai uang (trougput/dollar).
  • Keluaran / waktu untuk memasukkan data (trougput/data entry hours worked).
  • Transaksi tanpa kesalahan/waktu (errorless transaction/hours).
  • Kesalahan yang dibetulkan/nilai uang (errors corrected/dollar).
  • Perubahan program/jumlah programmer (program changes/number of
    programmers).
  • Biaya kertas/transaksi (paper costs/transaction).

Dapat dipercaya (reliability)

Sebuah indikator penting dari sistem informasi yang adalah dengan memperhatikan masalah reliabilitasnya. Beberapa gejala tentang masalah reliabilitas, antara lain :

  • Computer downtime, yaitu sistem informasi bekerja dengan baik ketika komputernya bagus, kemudian komputer mengalami penurunan.
  • Banyaknya karyawan mengalami pergantian (turnover), yaitu tingkat rata-rata karyawan bekerja dengan baik keluar, dan karyawan baru ditraining.
  • Waktu perbaikan kesalahan program, yaitu pemakai tidak dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki sebuah kesalahan informasi, barangkali satu jam atau empat minggu.
  • Biaya, yaitu tingginya varian rata-rata biaya setiap bulannya.
  • Tumpukan transaksi, yaitu jumlah transaksi yang tertunda atau ditolak.
  • Rata-rata kesalahan, yaitu rata-rata kesalahan yang tidak dapat
    diprediksi, sehingga perlu menguranginya.

Kegunaan (usability)

Tidak ada hal yang lebih baik dari sebuah sistem yang dirancang sesuai dengan kriteria. Jika sistem sulit digunakan, berarti adalah masalah dalam sistem.
Beberapa gejala yang menunjukkan sedikit kegunaan (poor usability) sistem, antara lain :

  • Lamanya waktu pelatihan bagi pemakai pemula.
  • Tingginya rata-rata kesalahan yang terjadi.
  • Naiknya keluhan-keluhan pemakai.
  • Naiknya kemangkiran dari sebagian pemakai komputer.

Information systems backlog

Tumpukan pemasukan data adalah sebuah kondisi dimana transaksi yang datang tidak langsung dimasukkan (posted) ke record pada awal hari kerja berikutnya.
Tujuan uatma dari sistem informasi bisnis adalah menyimpan sumber daya (to keep track of resources), sehingga kegagalan memperbarui (to update)
sumber daya record adalah sebuah masalah sistem yang serius.
Sebagai analis, adalah penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadi tumpukan (backlogs) dan masalah-masalah yang sebabkan systems backlogs.

Terdapat 5 alasan mengapa sebuah tumpukan masalah sistem informasi dapat terjadi :

  • Volume transaksi mengalami kenaikan (transaction volume increase).
  • Penurunan kinerja (decreasing performance).
  • Pergantian karyawan yang tinggi (employee turnover).
  • System downtime.
  • Transaction variances.

Sumber : http://www.articles.howto-tips.com/How-To-do-things-in-2019/dosenpendidikan-introduces-high-school-study-materials-their-website

Analisis Biaya dan Manfaat

Analisis Biaya dan Manfaat

Analisis Biaya dan Manfaat

Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi sepertihalnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya sumber- sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang. Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak. Oleh karena itu, sebelum sistem informasi dikembangkan, maka perlu dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai ini disebut dengan analisis biaya/keuntungan (cost/benefit analysis). Analisis biaya/keuntungan disebut juga dengan analisis biaya/efektivitas (cost/ effectivenss analysis). Keuntungan dari pengembangan sistem informasi tidak semuanyamudah diukur secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya keuntungan pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan dalam bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya.

Terdapat beberapa metode untuk melakukan analisis biaya/manfaat, diantaranya sebagai berikut :

  • Metode periode pengembalian (payback period), Metode ini menilai proyek investasi dengan dasar lamanya investasi tersebut dapat tertutup dengan aliran-aliran kas masuk. Metode ini tidak memasukkan faktor bunga kedalam perhitungannya.
  • Metode pengembalian investasi (return on investment/ROI). Metode ini digunakan untuk mengukur prosentase manfaat yang dihasilkan oleh proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkannya.
  • Metode nilai sekarang bersih (net present value/NPV), Metode payback period dan ROI tidak memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of money) atau time preference of money). Satu rupiah nilai uang sekarang lebih berharga dari satu rupiah nilai uang dikemudian hari. NPV merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Metode ini menggunakan suku bunga diskonto yang akan mempengaruhi proceed atau arusdari uangnya. NPV dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dikurangi dengan total proceed tiap-tiap tahun yang dinilai uang ke tahun awal dengan tingkat bunga diskonto.
  • Metode tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR), Merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode NPV, tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedang pada metode IRR justru tingkat bunga tersebut yang akan dihitung. Tingkat bunga yang akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap-tiap proceed yang didiskontokan dengan tingkat bung tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow (nilai proyek). Atau dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan tingkat bunga persis investasi bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga tidak merugikan

Sumber : https://www.diigo.com/item/note/74×26/8ynw?k=9072c7a4088b191c804b344e4914fd0a

Pesan Arumi Bachsin pada Mahasiswa UNNAR: Jangan Berhenti Bermimpi

Pesan Arumi Bachsin pada Mahasiswa UNNAR: Jangan Berhenti Bermimpi

Pesan Arumi Bachsin pada Mahasiswa UNNAR Jangan Berhenti Bermimpi
Pesan Arumi Bachsin pada Mahasiswa UNNAR Jangan Berhenti Bermimpi

Kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa (MOM) Universitas Narotama (UNNAR)

, Kamis (5/9/2019) kedatangan istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, S.E. Arumi tidak sekadar hadir dalam kegiatan MOM, namun juga memberikan materi yang bertajuk “Pemuda Unggul untuk Indonesia Maju” di depan seluruh mahasiswa baru UNNAR.

“Generasi muda dengan usia produktif, 25-40 tahun, harus dipersiapkan dengan baik. Karena mereka akan menjadi penentu Indonesia ini mau dibawa ke mana. Apalagi anak muda adalah penggerak roda perekonomian Indonesia, baik sebagai produsen maupun konsumen,” tutur Arumi.

Mempersiapkan generasi muda, lanjut Arumi, salah satu caranya adalah dengan studi lanjut

. Bahkan meskipun jika anak muda tersebut sudah memiliki kreativitas yang tinggi.

“Kreativitas saja tidak cukup. Perkuliahan adalah tempat untuk membangun pola pikir. Jika seseorang hanya memiliki kreativitas, maka kreativitasnya pun tidak tersampaikan secara sempurna. Oleh karena itu saya berterimakasih pada generasi muda yang sudah mau menimba ilmu sebagai bekal menjadi generasi penerus bangsa,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur itu.

Ia juga memiliki pesan untuk para mahasiswa baru Universitas Narotama. Arumi berpesan bagi mahasiswa untuk jangan hanya terfokus pada ijazah dan wisuda. Karena yang lebih penting adalah proses.

“Kampus adalah tempat terakhir bagi kalian untuk melakukan kesalahan. Setelah lulus

, kalian sudah tidak bisa lagi melakukan kesalahan. Terutama jika bekerja. Kita melakukan kesalahan bisa-bisa langsung dipecat. Jadi ini adalah tahap akhir bagi kalian untuk melakukan kesalahan,” ujarnya.

Arumi meminta para mahasiswa untuk belajar sebanyak-banyaknya dan bertanya sampai benar-benar paham, serta menikmati proses perkuliahan yang nantinya akan berperan besar dalam pembentukan mental dan cara berpikir generasi muda.

“Terakhir, jangan pernah berhenti bermimpi. Selama masih bisa bermimpi dan membayangkan apa yang kita inginkan, teruslah bermimpi dan bayangkanlah. Karena tidak ada yang tidak mungkin. Selama kita masih bisa memimpikannya dan membayangkannya, semuanya masih bisa terjadi. Nothing is impossible,” tutupnya.

 

Baca Juga :

Rektor UNNAR Berpantun di Depan Mahasiswa Baru

Rektor UNNAR Berpantun di Depan Mahasiswa Baru

Rektor UNNAR Berpantun di Depan Mahasiswa Baru
Rektor UNNAR Berpantun di Depan Mahasiswa Baru

Hall HR Djoko Soemadijo Universitas Narotama,

Rabu (4/9/2019), riuh dengan teriakan dan tepuk tangan mahasiswa baru yang berkumpul sejak pagi dalam acara Masa Orientasi Mahasiswa (MOM). Bukan karena kericuhan tapi karena para mahasiswa baru Universitas Narotama (UNNAR) mendengarkan Rektor UNNAR berpantun di depan mereka.

Tidak tanggung-tanggung, Dr. Arasy Alimudin, SE MM, Rektor UNNAR juga mengajak serta seluruh mahasiswa baru untuk menanggapi setiap baris yang ia ucapkan. Otomatis, mahasiswa baru yang mengenakan seragam putih-hitam itu pun menjadi riuh dengan tanggapan layaknya di tayangan televisi. Suasana meriah itu sengaja dibangun oleh Arasy untuk membangkitkan semangat mahasiswa baru UNNAR yang baru meninggalkan atribut sekolah mereka.

“Usia kalian ini adalah usia kerja produktif dan usia yang optimal untuk menggapai mimpi.

Jangan sampai disia-siakan sedikit pun dan berkaryalah sebaik mungkin,” ujarnya di depan seluruh mahasiswa baru UNNAR.

Arasy juga menceritakan beberapa kisah alumni UNNAR yang telah sukses dan layak dijadikan panutan generasi mendatang. “Mereka bisa menjadi sukses karena mereka mencintai bidang yang didalami sebagai jalan mereka menggapai impian. Selain itu juga mereka yakin dengan kuasa Tuhan dan tidak meninggalkan Tuhan dalam setiap langkah yang ditempuh,” tuturnya.

Selanjutnya, Rektor UNNAR itu menambahkan, para mahasiswa baru harus pantang menyerah.

“Kegagalan adalah hal yang sangat biasa. Tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Serta yang terakhir jangan lupa tersenyum sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap nikmat yang kita terima setiap hari. Salah satunya adalah bisa berkuliah di Universitas Narotama,” kata Arasy.

 

Sumber :

https://www.theamericanreporter.com/unit4-erps-new-product-is-capable-of-enhancing-users-experience/

Puntung Rokok Bisa Bermanfaat Cegah Korosi

Puntung Rokok Bisa Bermanfaat Cegah Korosi

Puntung Rokok Bisa Bermanfaat Cegah Korosi
Puntung Rokok Bisa Bermanfaat Cegah Korosi

Jika di banyak tempat puntung rokok merupakan sampah yang tak bermanfaat, lain halnya dengan bagi tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil menemukan manfaat menarik dari sampah puntung rokok tersebut.

Berdasar hasil penelitiannya, kandungan dalam puntung rokok ternyata dapat menjadi inhibitor

atau penghambat terjadinya korosi pada bangunan offshore atau lepas pantai.

Ide penelitian yang dilakukan oleh Pandhu Dirga Pratama (Departemen Teknik Kimia angkatan 2017), Caroline Agustina (Departemen Teknik Kelautan 2018), dan Anallenian Selviana (Departemen Teknik Kelautan 2018) ini dilatari keprihatinan atas banyaknya sampah rokok di sekitar mereka. Olin, sapaan akrab Caroline Agustina, mengaku sering mudah menemukan sampah rokok di sekitarnya.

Berdasar penelusuran di internet, tercatat bahwa sampah puntung rokok yang ditemukan kurang lebih mencapai 52 juta batang pada tahun 2015. Dari banyaknya sampah tersebut, Olin bersama rekan-rekannya itu pun mulai penasaran dengan kandungan yang ada di dalam sebatang puntung rokok.

Setelah membaca beberapa jurnal, Olin menemukan fakta bahwa nikotin yang terkandung

di dalam puntung rokok ternyata dapat digunakan sebagai inhibitor korosi. “Karena bidang kuliah saya Teknik Kelautan, akhirnya kami (Olin dan tim, red) mengaplikasikan temuan ini untuk bangunan offshore yang berisiko mengalami korosi,” ungkap Olin antusias.

Tim binaan Suntoyo ST MEng PhD ini pun memilih bangunan lepas pantai yang mereka rasa paling pas untuk diuji, yakni platform atau bangunan Jacket. Platform jenis ini terpancang di laut dangkal dan laut sedang yang dasarnya tebal, lunak dan berlumpur. Kebetulan, bangunan ini dapat didatangi Olin dan timnya di Madura, sehingga mereka tidak perlu terlalu jauh meninggalkan kampus untuk melakukan penelitian.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa ekstrak puntung rokok berpotensi sebagai alternatif inhibitor

korosi pada jacket platform. Di mana didapatkan bahwa variasi persentase massa ekstrak puntung rokok optimum sebesar 2 persen dengan laju korosi 28,6 mpy (miles per year).

“Jadi dengan diberi nikotin dari puntung rokok ini proses korosi bisa dihambat lebih optimum 2 persen dibanding sebelumnya, dengan laju korosi sebesar 28,6 mpy,” jelas Olin.

Hasil penelitian Olin bersama timnya yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini pun sempat lolos mengikuti ajang tahunan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 di Bali, belum lama ini.

 

Sumber :

https://www.travelblog.org/Asia/Indonesia/Bali/Kuta/blog-1044063.html

Kriteria Manajer Proyek

Kriteria Manajer Proyek

Kriteria Manajer Proyek
Kriteria Manajer Proyek

Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang bertindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
Rancangan organisasi dan pekerjaan.
Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
Sistem komunikasi dan pengendalian.
Sistem reward.
Berikut ini penjelasan kriteria manajer yang baik menurut pendekatannya kepada landasan Pancasila yaitu sebagai berikut :

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka sifat-sifat yang baik dari seorang manajer akan terjamin dalam pelaksanaannya.
Ing ngarso sung tulodho, memberi suri teladan kepada para bawahannya dalam lingkungan organisasinya, dengan contoh/pelaksanaan kerja secara riil.
Ing madya mangun karso,seorang manajer harus mampu membangkitkan semangat kerja para bawahannya, berusaha dan berpikir sendiri dan memberi kesempatan dan memupuk kemampuan bawahannya untuk dapat berkembang.
Tut wuri handayani, seorang manajer harus mampu mendorong para bawahannya agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab, berjalan di depan artinya mengambil prakarsa dalam melaksanakan tugas tertentu.
Waspodo purbo waseso, selalu waspada, sanggup mengawasi dan memberi koreksi kepada para bawahannya.
Ambek paromo arto, dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
Prasojo, sederhana atau tidak berlebih-lebihan.
Setyo, bersikap loyal baik terhadap tugas maupun terhadap sesama anggota organisasi secara timbal balik (vertikal dan horizontal) yang didasari oleh semangat kekeluargaan / kesetiakawanan.
Gemi nastiti, mampu mengatasi penggunaan/pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan (tidak bersifat boros).
Beloko, bersedia untuk dikoreksi oleh pihak lain dan berani mempertanggung jawabkan atas segala tindakannya.
Legowo, berjiwa besar dan ikhlas apabila suatu saat untuk menyerahakan segala tanggung jawabnya dan kedudukannya kepada generasi berikutnya (regenerasi).
Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

Baca Juga :