Month: October 2019

Di Sulit Air Solok, Sekolah Ajak Orang Tua Didik Anak

Di Sulit Air Solok, Sekolah Ajak Orang Tua Didik Anak

Di Sulit Air Solok, Sekolah Ajak Orang Tua Didik Anak
Di Sulit Air Solok, Sekolah Ajak Orang Tua Didik Anak

Tugas mendidik bukan hanya tanggungjawab sekolah, juga nenjadi tanggung jawab orangtua.

Karena itu pihak sekolah mengajak orangtua bekerja sama dalam mendidik siswa.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SDN 31 Nagari Sulit Air, Kec. X Koto Diatas Kab. Solok,Soloksaat Nita Warni, di hadapan wali murid dalam rapat komite sekolah, Kamis, (11/08).

“Kita hendaknya bersama-sama bergandengan tangan dalam menjalankan tugas ini,

” harap Nita. Anak-anak kita diharapkan bisa menjadi lulusan yang berkualitas berbakti pada keluarga, dan negara.

Para wali murid,muridnantinya tambah Nita, nantinya akan diundang ke sekolah sekali sebulan. Ini dimaksudkan untuk pembicaraan perkembangan pendidikan dan pembelajaran anak.

Setelah berjalan program pertemuan ini satu kali dalam satu bulan, maka akan diketahui pendidikan

baik moral maupun pengetahuan dari anak anak kita dan semakin paham serta mengetahui perkembangan anak demi menyiapkan mereka untuk siap berkompetisi di dunia ilmu pengetahuan yang semakin berkembang.

Setiap pertemuan beberapa program dan kegiatan yang telah dilakukan akan dibicarakan dan dirembukkan, supaya kita punya tanggungjawab untuk menjalani sekolah dengan baik.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/gtBXx3Au7bl4d334R5rfd9

Terjadinya Rawa Pening

Terjadinya Rawa Pening

Kisah ini bermula saat ada wanita bernama Endang Sawitri yang hamil dan melahirkan seekor naga. Anehnya, naga yang kemudian diberi nama Baru Klinting itu bisa berbicara layaknya manusia.

Beranjak remaja, Baru Klinting mulai menanyakan keberadaan ayahnya. Sang ibu pun mengatakan kalau ia sebenarnya anak dari Ki Hajar Salokantara yang sedang bertapa di sebuah gua. Endang juga memintanya untuk menemui sang ayah.

Dibekalinya Baru Klinting dengan klintingan (semacam lonceng) peninggalan Salokantara sebagai bukti kalau mereka memang ayah dan anak. Sesampainya di sana, Salokantara mengajukan satu persyaratan lagi sebagai bukti. Yakni agar Baru Klinting terbang melingkari Gunung Telomoyo.

Baru Klinting ternyata berhasil melakukan tugasnya. Salokantara pun mengakui kalau ia memang darah dagingnya. Lalu, Salokantara memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa di dalam hutan.

Di saat bersamaan, penduduk Desa Pathok di sekitar hutan tersebut sedang berburu hewan untuk sedekah bumi. Tak menemukan satu hewan pun, akhirnya mereka membunuh dan memotong-motong tubuh Baru Klinting.

Saat pesta berlangsung, datanglah anak kecil dekil dan penuh luka yang sebenarnya merupakan jelmaan Baru Klinting. Ia mengaku kelaparan dan memohon agar diberi makan oleh penduduk setempat.

Sayangnya, mereka malah tak mengacuhkan dan mengusirnya dengan kasar. Baru Klinting yang sakit hati pun pergi ke rumah seorang janda tua yang ternyata mau memperlakukannya dengan baik, bahkan memberinya makan.

Usai makan, ia berpesan agar wanita itu menyiapkan lesung dan menaikinya jika terdengar suara gemuruh. Baru Klinting lalu kembali ke pesta. Ia mengadakan sayembara dan menantang para penduduk untuk mencabut lidi yang ditancapkannya ke tanah.

Sempat menganggap remeh, ternyata tak ada satu pun penduduk yang berhasil melakukannya. Setelah semua menyerah, dengan mudah Baru Klinting mencabut lidi tersebut.

Ternyata, dari bekas tancapan lidi tersebut muncul air yang semakin lama semakin deras alirannya. Para penduduk desa itu pun tewas tenggelam di rawa yang sekarang dikenal sebagai Rawa Pening. Hanya ada satu penduduk yang selamat, yakni si janda tua yang bersikap baik pada Baru Klinting.

Ada beberapa versi legenda mengenai terjadinya Rawa Pening yang ada di Kabupaten Semarang. Salah satunya seperti yang kami bahas di atas. Anda dapat menceritakannya pada buah hati sebagai cerita dongeng anak sebelum tidur.

Putra dan putri Anda pun dapat memetik pelajaran darinya. Yakni untuk tidak menilai orang lain dari luarnya saja. Juga untuk tidak sembarangan mengambil sesuatu yang bukan haknya.

Baca Juga :

Strategi supaya Anak Mampu Mengendalikan Emosi

Strategi supaya Anak Mampu Mengendalikan Emosi

Mengajarkan anak supaya mengendalikan emosinya memang tidak mudah. Namun tenang saja, sebab enam strategi ini akan menolong Anda dalam menanggulangi kemarahan anak.

Memahami Perasaan Anak

Anak-anak dengan rentang umur 2-6 tahun memiliki rasa hendak tahu yang besar terhadap urusan baru. Dia hendak melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Adakalanya, kemampuannya tidak sebesar keinginannya. Saat itulah dia merasa kesal dan mulai mengekspresikan emosinya.

Untuk mencegah urusan tersebut terjadi, usahakanlah mengenali karakter anak. Pelajari sesuatu yang dia sukai. Amati kebiasaannya, laksana memerhatikan jam tidur, masa-masa makan, dan ketika dia bermain. Dengan teknik ini, kita pun gampang memahami kemauan anak dan penyebab kemarahannya.

Memeluknya ketika Marah

Penyebab kekesalan anak tidak melulu bersumber dari dirinya. kita pun dapat menjadi sumbernya. Mungkin, kegiatan Anda terlampau padat sampai-sampai melupakan kehadiran anak. Saat itulah anak merasa kesal dan mengungkapkannya dalam format kemarahan.

Salah satu teknik mengendalikan emosinya, yakni dengan menyerahkan pelukan hangat. Biasakan tindakan tersebut sebelum kita pergi. Minimal, kita menggendongnya saat bangun tidur seraya menemaninya sebentar.

Jangan Memperlihatkan Pertengkaran di Depan Anak

Seorang anak ingin meniru perilaku orang tuanya. Ketika kita mempunyai masalah dengan anggota family lainnya, usahakan tidak diperlihatkan di depan anak. Hindari cekcok di hadapannya.

Pasalnya, urusan itu dapat memancing emosional anak. Kelak dia susah mengendalikan emosi dan gemar berbicara kasar. Jadi, berikan misal yang baik pada anak supaya dia tumbuh menjadi individu yang emosinya stabil.

Berbicaralah pada Anak sesudah Amarahnya Reda

Acapkali, anak-anak mengamuk tanpa karena yang jelas. Apalagi dia marah ketika berada di pusat keramaian, tentu fokus Anda untuk mendinginkan anak jadi terganggu. Jika ini terjadi, bawalah anak ke lokasi sepi, kemudian biarkan dia meluapkan emosinya.

Setelah dia lelah, bicaralah dengannya. Katakan padanya, bahwa mengendalikan emosi paling penting supaya dia digemari teman-temannya. Secara perlahan, anak bakal menyadari bahwa tindakannya tadi adalahsebuah kesalahan.

Ajarkan Cara Mengenali Batas Kemampuannya

Memahami emosi merupakan keterampilan anak dalam mengenali perasaannya. Ada anak yang gampang mengendalikan emosi, sejumlah tidak memahami caranya. Jika anak sulit menata emosinya, usahakanlah untuk membimbingnya.

Mulai dengan menyuruh anak memahami batas kemampuannya. Ketika Anda mengharapkan anak mempelajari sesuatu, tidak boleh memaksanya. Sebaiknya, berikan pilihan supaya anak dapat memutuskannya sendiri.

Membimbing Anak dalam Memilih Tayangan Televisi

Televisi adalahsalah satu media massa paling dominan saat ini. Melalui televisi, seseorang dapat mendapatkan informasi. Namun, apa pengaruhnya andai anak-anak tidak dipedulikan menonton televisi tanpa tuntunan orang tua?

Tayangan televisi sering memengaruhi pola pikir anak. Sikap dan tindakan di tayangan televisi memancing anak guna menirukannya. Tanpa kita sadari, siaran televisi berkesempatan membentuk karakter dan emosi anak.

Karena itu, Anda mesti menemani anak saat menonton televisi. Berikan tayangan yang mendidik dan positif. Hindarkan siaran televisi yang memperlihatkan tindak kekerasan.

Sumber : http://www.onlinefootballmanager.fr/forward.php?tid=4062&url=www.pelajaran.co.id

Strategi Bagi Mengatur Berat Badan Anak

Strategi Bagi Mengatur Berat Badan Anak

Berikut ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk mengawal berat badan sekaligus mengajari kelaziman sehat pada anak.

1. Jangan biarkan anak kejangkitan menonton televisi seraya memakan camilan.

Menonton televisi merupakan teknik paling gampang untuk berkumpul dan menguras waktu bareng keluarga. Namun, tidak boleh lakukan urusan ini terlampau sering, lagipula jika dilaksanakan sambil memakan makanan ringan/camilan, sebab kelaziman ini dapat ditiru oleh anak dan membuatnya menjadi cepat gemuk dan malas bergerak.

Carilah kegiatan sehat beda yang dapat dilakukan bersama, contohnya joging, menyimak buku, atau memasak bareng anggota keluarga. Pilihlah pekerjaan yang lebih aktif yang dapat membantu melancarkan metabolisme tubuh, sampai-sampai anak-anak menjadi lebih sehat.

Tentukan masa-masa khusus guna mengonsumsi camilan, yakni sekitar pukul 10 pagi dan pukul 4 sore. Jangan lupa guna memilih jenis kudapan yang sehat, laksana buah-buahan. Bagi variasi camilan, Anda dapat membuatnya dengan melihat sekian banyak resep makanan sehat yang ada.

2. Biasakan anak memakan makanan sehat

Membiasakan anak guna memakan makanan sehat dibuka dari rumah. Bagi itu, orang tua diinginkan tidak malas guna menyiapkan sekian banyak menu sehat dan menciptakan jadwal santap yang teratur.

Sajikan makanan dengan tampilan-tampilan yang menarik, sampai-sampai anak-anak lebih berselera dan tidak malas makan. Berikan misal yang baik pada anak-anak, tentang waktu santap dan jenis makanan yang baik guna dikonsumsi. Dengan dilazimi sedari kecil, anak bakal meniru kelaziman orang tua, pola makannya bakal terbentuk, dan kesadaran hidup sehat bakal tumbuh dengan sendirinya.

Membantu mengawal berat badan anak juga dapat dilakukan dengan teknik diet atau penataan pola makan. Namun, tidak boleh mencoba merealisasikan diet guna dewasa untuk anak sebab metabolisme mereka bertolak belakang dengan orang dewasa.

Cukup pastikan 1/3 hingga ½ makanan mereka ialah sayur dan buah-buahan. Saat anak mulai lapar, berikan camilan sehat atau buah yang telah Anda siapkan. Kemudian, ajari anak supaya makan melulu saat mereka merasa lapar, bila jenuh mereka dapat bermain bareng Anda.

3. Ajak anak Anda melakukan pembelian barang makanan

Berbelanja bareng bisa amenjadi teknik untuk menyerahkan informasi mengenai makanan untuk anak. kita juga dapat menawarkan untuk mereka guna memilih sayur yang hendak dimasak di rumah. Dengan begitu, anak kamu akan lebih memahami tentang sayur sekaligus menyerahkan kesempatan untuk mereka untuk menyimpulkan makanan sehat mana yang hendak mereka santap atau yang bakal dijadikan bekal santap siang.

4. Cari cara supaya anak Anda dapat menikmati olahraga

Cara sangat mudah supaya anak Anda merasakan olahraga ialah dengan bermain. Ajari olahraga yang memerlukan kerjasama laksana sepak bola atau basket, mulailah dengan hal-hal simpel seperti lempar tangkap, sepak bola, atau melempar bola ke dalam keranjang.

Cara lainnya ialah dengan menyuruh anak berjalan-jalan atau dengan rutin mengekor gerak jalan sehat di hari minggu. Olah raga menolong meningkatkan metabolisme sampai-sampai berat badan anak dapat lebih terkendali.

5. Biasakan anak untuk membawa botol air

Ajak anak guna memilih sendiri botol air cocok dengan keinginannya. Kemudian ajari guna selalu memenuhi botol air itu dan meminumnya ketika mereka merasa haus. Dengan begitu mereka akan tidak jarang kali sehat dan riang. Dengan air minum, Anda pun dapat menahan kemauan mereka guna memakan camilan atau merasa lapar.

Sumber : http://www.shopzilla.fr/rd?t=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dan DPRD, Kunjungi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dan DPRD, Kunjungi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dan DPRD, Kunjungi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dan DPRD, Kunjungi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Dinas Pendidikan Kab.

Bengkalis Provinsi Riau berkunjung ke Dinas Pendidikan Kepri.

Kunjungan ini langsung diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepri Dr. Muhd. Dali, MM di ruang rapat kadisdik.

Kunjungan kerja para anggota dewan adalah dalam rangka sharing dan koordinasi perancangan

Peraturan Daerah (Perda) di Bidang Pendidikan, dimana Dinas Pendidikan Kepri bersama DPRD Kepri telahpun membahas dan memiliki Perda tersebut sejak 2 tahun yang lalu.

Peraturan Daerah tentang pendidikan ini dipandang perlu mengingat implementasi UU No. 23 Tahun 2014

 

yang mengatur pembagian kerja pendidikan dasa dan menengah yang dilimpahkan baik dari kab/kota ke provinsi maupun sebaliknya.

Kadisdik kepri didampingi Kasi PTK SMA, Dian Utama, Kasi Kurikulum SLB, Dr Elmi, Kasi Sarana SLB Ibu Irmayanti.

Pertemuan ini menjadi penting tentunya, disamping koordinasi atas perda pendidikan maupun konsolidasi mengenai permasalahan pendidikan secara umum di dua provinsi. Provinsi Riau pernah menjadi pusat bagi Kabupaten Kepulauan Riau sebelum pemekaran provinsi Kepri. Sehingga dengan demikian, kunjungan ini menjadi semakin akrab.

 

Baca Juga :

A2K3 Komisariat Dumai Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi K3 MIGAS BNSP

A2K3 Komisariat Dumai Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi K3 MIGAS BNSP

A2K3 Komisariat Dumai Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi K3 MIGAS BNSP
A2K3 Komisariat Dumai Akan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi K3 MIGAS BNSP

Dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat khususnya di Kota Dumai,

maka Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus dibekali dengan sertifikasi dan kompetensi.

Salah satunya dengan memiliki sertifikasi K3 Migas, mengingat di Kota Dumai ada 2 (dua) perusahaan Migas yang beroperasi seperti PT. Pertamina RU II Dumai dan PT. Chevron Pacifik Indonesia (CPI) serta perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Wilmar Group, Sinarmas Group dan lain-lain.

Dimana diperlukan petugas K3 yang memahami tentang aspek keselamatan kerja sehingga

kegiatan produksi serta kegiatan pembangunan lainnya dapat berjalan sesuai SOP dan aman serta selamat.

Adapun Pelatihan dan Sertifikasi K3 Migas BNSP ini akan diselenggarakan, pada tanggal 01 – 04 Agustus 2019 yang bertempat di Hotel Super Star Dumai dengan peserta terbatas, yakni hanya 20 peserta.

Panitia pelaksana dalam hal ini Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai sudah berkoordinas

i dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai bahwa akan mengadakan pelatihan K3 Migas di Kota Dumai.

“Alhamdulilah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai memberikan support penuh kepada kita yang secara tidak langsung bisa mengurangi pengangguran di Kota Dumai, karena akan dibekali sertifikat kompetensi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mencari kerja,” ungkap Joel Hendri selaku ketua panitia pelaksana pelatihan.

Dia berharap masyarakat Kota Dumai yang belum tersertifikasi K3 Migas dapat menggunakan kesempatan yang ada. Dimana pelatihan K3 Migas ini baru pertama kalinya diadakan di Kota Dumai tanpa harus jauh-jauh ke luar kota dengan biaya besar serta biaya penginapan untuk mengikuti Pelatihan.

“Semoga program kerja dari Asosiasi Ahli K3 Komisariat Dumai dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Kota Dumai,” tutupnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/2X9DJY5

Upaya Pencegahan ISPA, Disdik Pelalawan Kembali Liburkan Siswa Sekolah Ke 5 Xnya

Upaya Pencegahan ISPA, Disdik Pelalawan Kembali Liburkan Siswa Sekolah Ke 5 Xnya

Upaya Pencegahan ISPA, Disdik Pelalawan Kembali Liburkan Siswa Sekolah Ke 5 Xnya
Upaya Pencegahan ISPA, Disdik Pelalawan Kembali Liburkan Siswa Sekolah Ke 5 Xnya

Sudah empat kali Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan memperpanjang masa libur siswa Sekolah Dasar

(SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.

“Ini yang kelima kalinya kita perpanjang kembali waktu libur anak-anak dikarenakan asap,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan SD Disdik Kabupaten Pelalawan Martias, di Pangkalan Kerinci, Kamis (19/9).

Keputusan meliburkan para siswa SD dan SMP sederajat ini, hasil koordinasi

dengan pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalawan.

“Koordinasi, juga kita lakukan dengan pak Setda Tengku Mukhlis, terkait putusan bersama untuk kembali meliburkan siswa,” jelasnya.

Menurut data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Konsentrat (PM10) Stasiun Pekanbaru masih di angka 398,35 level berbahaya. Sedangkan jarak pandang di Kabupaten Pelalawan berkisar 200 Meter (penuh asap)

Tidak jauh berbeda, dari pantauan media ini, kabut asap akibat Kebakaran Hutan

dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau belum terlihat menipis, malah semakin tebal.

“Kita berharap para orang tua menjaga anak-anaknya agar tidak keluar rumah dan mengawasi mereka belajar,” kata Martias mengakhiri.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/KYN9XSD

Siswa SMKN 1 Lhoksukon Wakili Aceh di Kompetisi LKS Tingkat Nasional

Siswa SMKN 1 Lhoksukon Wakili Aceh di Kompetisi LKS Tingkat Nasional

Siswa SMKN 1 Lhoksukon Wakili Aceh di Kompetisi LKS Tingkat Nasional
Siswa SMKN 1 Lhoksukon Wakili Aceh di Kompetisi LKS Tingkat Nasional

BANDA ACEH- Irfan Nur adalah siswa SMKN 1 Lhoksukon yang merupakan SMK TBSM

Astra Honda dibawah binaan PT. Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda), selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Aceh bersama PT. Astra Honda Motor (AHM) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meyabet juara pertama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat regional Aceh pada tanggal 17-18 Juni 2019 bertempat di Capella Honda Traning Center, Medan.

Technical Service Development Dept. Head PT. Capella Dinamik Nusantara Budi mengatakan “ selamat kepada Irfan yang telah berhasil menjadi juara ditingkat regional dan selanjutnya akan mewakili Aceh pada kompetisi nasional dan buat adik-adik peserta yang lain tetap semangat karena kalian tetap juara bagi kami karena berhasil sampai pada tahap final seleksi regional”.

Pada penyelenggaraan seleksi regional tahun ini, terdapat 522 peserta dari 19 SMK

Binaan Capella Honda dan yang berhasil masuk ketahap Regional 18 peserta. Gelaran kompetisi LKS untuk SMK tahun ini menjadi spesial dikarenakan sistem penjurian yang berbeda dari sebelumnya sehingga membuat persaingan diantara peserta akan semakin ketat.

“Alhamdulillah dapat memenangkan seleksi regional ini dan berhak mewakili

Aceh di tingkat Nasional, selanjutnya saya akan mempersiapkan diri secara maksimal agar target menjadi juara Nasional pada kompetisi ini bisa terwujud sesuai dengan impian saya” ujar Irfan Sebagi juara I LKS tingkat regional.

Adapun pemenang kompetisi LKS Regional Aceh : Juara I Irfan Nur dari SMKN 1 Lhoksukon , Juara II Hendra Kurniawan Dari SMKN 1 Simpang Kiri, dan Juara III Riski Wahyudin dari SMKN 1 Bireuen.

 

Baca Juga :

Unsyiah Tuan Rumah IMT-GT Uninet 2019

Unsyiah Tuan Rumah IMT-GT Uninet 2019

Unsyiah Tuan Rumah IMT-GT Uninet 2019
Unsyiah Tuan Rumah IMT-GT Uninet 2019

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dipercayakan menjadi tuan rumah

pelaksanaan workshop kelompok Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle Network (IMT-GT Uninet) 2019.

Pertemuan forum ini berlangsung pada 5-6 September 2019, di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. IMT-GT Uninet adalah kerja sama antar universitas di tiga negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal mengatakan pertemuan ini dilakukan untuk merevitalisasi

eksistensi University Network (Uninet) yang merupakan salah satu simpul kerja program IMT-GT. Pertemuan yang dinamakan IMT-GT Uninet Strategic Action Plan (2017-2021) ini lanjutnya, bagian dari evaluasi rencana aksi strategis yang telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

“Dari kegiatan ini, kami dapat mengetahui pencapaian program yang akan dilaksanakan bersama untuk dua tahun selanjutnya,” ujar Samsul dalam siaran pers diterima Klikkabar.com, Sabtu (7/9/2019).

Ia menuturkan pertemuan IMT-GT Uninet adalah bagian dari upaya memperluas jaringan kerja

sama pengajaran dan penelitian. Dari pertemuan ini diharapkan dapat mendorong pertukaran ide antara mahasiswa dan akademisi yang tergabung dalam forum ini.

Ketua Kantor Urusan Internasional Unsyiah, Dr. Muzailin Affan, M.Sc., mengatakan pertemuan tahun ini diikuti 28 peserta dari 16 universitas. Dari Indonesia tercatat 9 universitas, yaitu Unsyiah, Universitas Malikussaleh, Universitas Sumatra Utara, Universitas Riau, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Andalas, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Bengkulu, dan Universitas Lampung.

Dari Malaysia 3 universitas, yaitu Universitas Teknologi MARA (UiTM), Universitas Malaya (UM), dan Universitas Malaysia Perlis (UniMAP). Sementara dari Thailand tercatat 4 universitas, yaitu Universitas Pangeran Songkla, Universitas Thaksin, Universitas Walailak, dan Universitas Rajamangala.

Dalam pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama antara anggota Uninet Indonesia dengan Fig Direct SDN BHD untuk project superfruits. Mereka juga mengunjungi lokasi pembibitan pohon tin yang berada di Unsyiah.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Unsyiah Wisudakan 1.135 Lulusan

Unsyiah Wisudakan 1.135 Lulusan

Unsyiah Wisudakan 1.135 Lulusan
Unsyiah Wisudakan 1.135 Lulusan

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala melalui Rapat Senat Terbuka yang dipimpin

oleh Rektor Unsyiah Samsul Rizal kembali mewisudakan sebanyak 1.135 lulusan sarjana/pendidikan profesi/spesialis/pascasarjana untuk periode Mei – Juli 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (7/8/2019).

Samsul mengatakan bahwa dari jumlah tersebut sebanyak 206 orang di antaranya lulus dengan predikat pujian atau cumlaude. Setelah wisuda yang 142 ini, maka secara keseluruhan jumlah lulusan Unsyiah telah mencapai 129.649 orang.

Menurut Samsul, jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia setiap tahunnya terus bertambah, sekitar satu juta lulusan dengan berbagai level pendidikan. Di satu sisi, hal ini sangat menggembirakan, karena semakin banyak orang yang berhasil memperoleh pendidikan tinggi.

Namun di sisi lain, jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada jumlah pertumbuhan

lapangan pekerjaan. Akhirnya, ratusan ribu alumni perguruan tinggi ini kemudian menjadi pengangguran terbuka dalam waktu yang lama.

“Data terkini dari Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa, di antara pengangguran di Indonesia yang mencapai 7 juta orang, sekitar 400 ribu orang di antaranya adalah alumni perguruan tinggi,” ungkap Samsul.

Dia juga mengatakan, saat ini persaingan dunia kerja semakin sulit dengan datangnya era revolusi industri 4.0. Di mana pada era ini tenaga manusia akan secara signifikan tergantikan dengan mesin-mesin otomatis berbasis kontrol digital.

“Era ini akan bertumpu pada teknologi robotic, internet of thing, serta kecerdasan buatan

(artificial intelligence), sehingga ratusan lapangan pekerjaan akan hilang atau minimal berkurang,” kata Rektor.

Di sisi lain, era ini memberikan banyak kemudahan dan peluang yang sangat menjanjikan. Salah satu alasannya adalah karena internet menyediakan akses cepat, murah, dan super luas ke seluruh dunia. Hal ini didukung dengan tersedianya big data yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja. Kemudahan ini juga sangat mendukung peluang berwirausaha yang semakin terbuka lebar.

“Hal ini memberi kita kesempatan untuk mengakses pasar di seluruh dunia, tanpa batasan negara, bahkan tanpa memerlukan modal ratusan juta, yang dibutuhkan hanya niat dan nyali untuk mencoba,” ucapnya.

Sayangnya, tidak banyak lulusan perguruan tinggi yang termotivasi dan memiliki nyali untuk berwirausaha. Padahal di antara mereka yang telah mencoba, sedikit sekali yang mengalami kegagalan, itupun bukan “gagal” sesungguhnya, karena dalam waktu yang tidak terlalu lama kemudian, mereka berhasil menemukan jalan yang benar dan terus menikmatinya.

Samsul mengungkapkan, jumlah pengusaha di Indonesia baru 3,1% dari total jumlah penduduk. Meskipun angka ini telah melewati standard minimal internasional, yaitu 2%, namun jumlah pewirausaha Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara-negara tetangga. Di Singapura, sebanyak 7% dari populasi penduduknya merupakan pewirausaha, atau di Malaysia, jumlah tersebut mencapai 5% dari total penduduk. Di negara-negara maju seperti Singapura, minat untuk berwirausaha relatif lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

 

Sumber :

https://voi.co.id/