Strategi supaya Anak Mampu Mengendalikan Emosi
Posted on: October 12, 2019, by : g3wgj

Strategi supaya Anak Mampu Mengendalikan Emosi

Mengajarkan anak supaya mengendalikan emosinya memang tidak mudah. Namun tenang saja, sebab enam strategi ini akan menolong Anda dalam menanggulangi kemarahan anak.

Memahami Perasaan Anak

Anak-anak dengan rentang umur 2-6 tahun memiliki rasa hendak tahu yang besar terhadap urusan baru. Dia hendak melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Adakalanya, kemampuannya tidak sebesar keinginannya. Saat itulah dia merasa kesal dan mulai mengekspresikan emosinya.

Untuk mencegah urusan tersebut terjadi, usahakanlah mengenali karakter anak. Pelajari sesuatu yang dia sukai. Amati kebiasaannya, laksana memerhatikan jam tidur, masa-masa makan, dan ketika dia bermain. Dengan teknik ini, kita pun gampang memahami kemauan anak dan penyebab kemarahannya.

Memeluknya ketika Marah

Penyebab kekesalan anak tidak melulu bersumber dari dirinya. kita pun dapat menjadi sumbernya. Mungkin, kegiatan Anda terlampau padat sampai-sampai melupakan kehadiran anak. Saat itulah anak merasa kesal dan mengungkapkannya dalam format kemarahan.

Salah satu teknik mengendalikan emosinya, yakni dengan menyerahkan pelukan hangat. Biasakan tindakan tersebut sebelum kita pergi. Minimal, kita menggendongnya saat bangun tidur seraya menemaninya sebentar.

Jangan Memperlihatkan Pertengkaran di Depan Anak

Seorang anak ingin meniru perilaku orang tuanya. Ketika kita mempunyai masalah dengan anggota family lainnya, usahakan tidak diperlihatkan di depan anak. Hindari cekcok di hadapannya.

Pasalnya, urusan itu dapat memancing emosional anak. Kelak dia susah mengendalikan emosi dan gemar berbicara kasar. Jadi, berikan misal yang baik pada anak supaya dia tumbuh menjadi individu yang emosinya stabil.

Berbicaralah pada Anak sesudah Amarahnya Reda

Acapkali, anak-anak mengamuk tanpa karena yang jelas. Apalagi dia marah ketika berada di pusat keramaian, tentu fokus Anda untuk mendinginkan anak jadi terganggu. Jika ini terjadi, bawalah anak ke lokasi sepi, kemudian biarkan dia meluapkan emosinya.

Setelah dia lelah, bicaralah dengannya. Katakan padanya, bahwa mengendalikan emosi paling penting supaya dia digemari teman-temannya. Secara perlahan, anak bakal menyadari bahwa tindakannya tadi adalahsebuah kesalahan.

Ajarkan Cara Mengenali Batas Kemampuannya

Memahami emosi merupakan keterampilan anak dalam mengenali perasaannya. Ada anak yang gampang mengendalikan emosi, sejumlah tidak memahami caranya. Jika anak sulit menata emosinya, usahakanlah untuk membimbingnya.

Mulai dengan menyuruh anak memahami batas kemampuannya. Ketika Anda mengharapkan anak mempelajari sesuatu, tidak boleh memaksanya. Sebaiknya, berikan pilihan supaya anak dapat memutuskannya sendiri.

Membimbing Anak dalam Memilih Tayangan Televisi

Televisi adalahsalah satu media massa paling dominan saat ini. Melalui televisi, seseorang dapat mendapatkan informasi. Namun, apa pengaruhnya andai anak-anak tidak dipedulikan menonton televisi tanpa tuntunan orang tua?

Tayangan televisi sering memengaruhi pola pikir anak. Sikap dan tindakan di tayangan televisi memancing anak guna menirukannya. Tanpa kita sadari, siaran televisi berkesempatan membentuk karakter dan emosi anak.

Karena itu, Anda mesti menemani anak saat menonton televisi. Berikan tayangan yang mendidik dan positif. Hindarkan siaran televisi yang memperlihatkan tindak kekerasan.

Sumber : http://www.onlinefootballmanager.fr/forward.php?tid=4062&url=www.pelajaran.co.id