Month: October 2019

Kebiasaan yang Diulang

Kebiasaan yang Diulang

Kebiasaan yang Diulang
Kebiasaan yang Diulang

Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?”

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, “Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih.”

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian.”

=============================================================,

Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power! 

Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.

Mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Baca :

Gratis sepanjang masa

Gratis sepanjang masa

Gratis sepanjang masa
Gratis sepanjang masa

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:

Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000

Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.

Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”

Sahabat, seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasih? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau….

CMMI dan Agile : Lawan atau Kawan

CMMI dan Agile Lawan atau Kawan

CMMI dan Agile Lawan atau Kawan
CMMI dan Agile Lawan atau Kawan

Semakin banyaknya organisasi yang bergantung pada model proseskematangan atau biasa disebut Capability Maturity Model Integration(CMMI) yang digunakan untuk menilai dan meningkatkan proses areamereka sendiri, karena semakin jelas bahwa kegagalan proyek yang palingumum biasanya disebabkan oleh tidak konsisten-nya suatu proses.  Maka sudah selayaknya bila di suatu organisasi yang besar akan selalu ada kebijakan baru yang mengharuskan setiap bagian organisasi dapat mencapai tingkat kematangan tertentu.

Namun pada penerapannya sifat CMMI yang birokratis (koordinasi yangbanyak melalui dokumentasi & tahapan yang kaku) mengakibatkan perkembangan yang lambat. Sehingga di saat yang bersamaan, metode Agile terus mengalami peningkatan di karenakan hal tersebut.

Metode Agile atau biasa disebut Agile software development method, memberikan keuntungan dan kepuasan kepada customer untuk memberikan hasil yang berkualitas dengan mempercepat proses saat pengembangannya. Disamping itu, perusahaan juga memerlukan usaha yang besar untuk meningkatkan proses produksi mereka dan lebih menyadari bahwa pendekatan agile dapat membantu jalannya proses tersebut. Dilain pihak, penerapan agile dapat dikritisi karena lemahnya disiplin dan hanya cocok untuk  aplikasi kecil atau aplikasi yang tidak begitu besar .

Di karenakan factor tersebut banyak organisasi mengandalkan CMMI sebagai indikator proses kematangan (maturity), sedangkan seharusnya hal itu diterjemahkan ke dalam kualitas produk.  Sehinga disisi lain metodologi Agile seperti xp dan scrum menjadi lebih menonjol.

Maka tinjauan harus dilakukan apakah metode Agile dapat disesuaikan untuk mencapai CMMI level. Penulisan ini dimaksudkan sebagai tahapan awal dalam upaya mengungkapkan mungkinkah metode agile dan CMMI dapat di pergunakan bersama-sama.

 

CMMI

CMMI adalah sebuah model/ konsep / framework yang menyediakan kumpulan ‘best practices’ untuk meningkatkan produktifitas, penyesuaian cost dan kepuasaan stakeholder.

Level 2 Proses area focus pada perubahan dan mengelola proyek. Level 3 berfokus pada ketrampilan teknik, pengelolaan berkembang dan organisai mulai memahami organisainnya sendiri dengan lebih baik. Level 4 dan 5 berfokus pada pengunaan statistic untuk meningkatkan kinerja organisai, dengan statistic dapat mengendalikan proses yang dipilih dan mengurangi variasi.

Metode Agile

Metode Agile hadir sebagai jawaban terhadap tantangan pengembangan perangkat lunak modern yang dalam banyak kasus tidak dapat diatasi dengan proses ‘tradisional’. Metode ini memungkinkan akan adanya kreativitas dan reaksi cepat dalam menyikapi perubahan dengan menekankan partisipasi stakeholder serta terjadinya rilis yang terus menerus.

Karakteristik metode Agile yang rumit akan didefinisikan ke dalam dua belas prinsip – prinsip :

  • Prioritas utama metode ini adalah untuk memuaskan Stakeholder dengan cara pengiriman awal dan terus berkesinambungan.
  • Menerima permintaan perubahan (change request) bahkan ketika perangkat lunak sedang di bangun.
  • Memberikan laporan perkembangan perangkat lunak ( setiap 2 sampai dengan 3 minggu)
  • Pemakai dan developers harus bekerja sama setiap hari sepanjang proyek berlangsung.
  • Komunikasi tatap muka, adalah metode yang paling efisien dan efektif untuk meyampaikan informasi ke dalam tim.
  • Perangkat lunak yang di gunakan dalam berkerja merupakan factor kemajuan.
  • Agile proses mempromosikan pembangunan secaraberkelanjutan.
  • Memperhatian secara terus-menerus akan keunggulan teknis dan desain yang baik sehingga dapat meningkatkan kelincahan.
  •  Kesederhanaan.
  •  Arsitektur terbaik, persyaratan, dan desain muncul dari dalam timyang mengorganisir itu sendiri.
  •  Pada interval reguler, tim mencerminkan tentang cara untukmenjadi lebih efektif dan menyesuaikan perilaku yang sesuai.

Sumber : https://sam-worthington.net/

352 Siswa SMKN 1 Ikuti BNSP Level ASEAN

352 Siswa SMKN 1 Ikuti BNSP Level ASEAN

352 Siswa SMKN 1 Ikuti BNSP Level ASEAN
352 Siswa SMKN 1 Ikuti BNSP Level ASEAN

Sebanyak 352 siswa-siswi SMK Negeri 1 Kota Bogor mengikuti uji kompetensi sertifikasi Logo

Garuda Emas yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mulai Senin (22/4) hingga Sabtu (27/4). Plt Kepala SMKN 1 Kota Bogor, Uus Sukmara, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nani Maryani, menjelaskan, sertifikasi ini dilaksanakan dengan tujuan membuktikan bahwa siswa-siswi lulusan SMKN 1 Kota Bogor benar-benar memiliki keahlian dan kompeten di bidangnya.

“Sertifikasi yang dilaksanakan BNSP ini untuk menempuh Sertifikat BNSP Berlogo Garuda Emas, di mana Sertifikat Logo Garuda Emas memiliki ruang lingkup kompetensinya se-ASEAN, sehingga kemampuan kejuruan siswasiswi lulusan SMKN 1 Kota Bogor bisa diterima di beberapa perusahaan besar di tingkat ASEAN,” jelasnya.

Dalam uji kompetensi ini, sambung Uus, para siswa akan diuji baik secara teori

maupun praktik lapangan. Untuk teori, para siswa wajib mengikuti ujian secara tertulis maupun lisan. “Sedangkan untuk praktik akan dilakukan observasi secara menyeluruh yang diuji 24 Assesor dari SMKN 1 Kota Bogor yang sudah bersertifikat BNSP-LSP 1 ASEAN,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nani Maryani, menjelaskan, ruang lingkup sertifikasi BNSP Logo Garuda Emas ini meliputi Skema Sertifikasi KKNI 1 level II, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran yang diikuti 104 peserta.

“Skema Sertifikasi KKNI 1 level II, Usaha Perjalanan Wisata ini diikuti 69 siswa

, Skema Sertifikasi Level II, Multi Media diikuti 70 siswa dan Skema Sertifikasi level II, Teknisi Akuntansi Yunior diikuti 109 orang,” jelasnyaNani menjelaskan, Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) ini adalah standar rumusan kemampuan kerja siswa yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan tugas dan syarat yang ditetapkan

 

Baca Juga :

Ketua DPR Minta Jumlah BLK Ditambah

Ketua DPR Minta Jumlah BLK Ditambah

Ketua DPR Minta Jumlah BLK Ditambah
Ketua DPR Minta Jumlah BLK Ditambah

Seluruh Kepala Sekolah tingkat SD baik negeri dan swasta dikumpulkan Dinas Pendidikan

(Disidik) Kota Bogor. Dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin menyampaikan arahanny hingga disepakati hasil rumusan yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota (Perwali).

“Sesuai dengan Perwali, Disdik Kota Bogor menetapkan score zonasi

berdasarkan domisili peserta didik,”kata Fahrudin. Ini dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) yang terdiri dari 5 zona di mana nilai score hasil zonasi tersebut akan diakumulasikan dengan nilai murni hasil UN (Ujian Nasional)

“Selanjutnya nilai akhir tersebut digunakan untuk masuk SMPN pilihan

berdasarkan pergerakan passing grade ditiap-tiap sekolah yang nantinya akan selalu berubah secara dinamis mengikuti naik turunnya jumlah pendaftar, ”tandasnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SM2DBGP

Himpaudi Wajib Sajikan Materi dengan Cara Menarik

Himpaudi Wajib Sajikan Materi dengan Cara Menarik

Himpaudi Wajib Sajikan Materi dengan Cara Menarik
Himpaudi Wajib Sajikan Materi dengan Cara Menarik

Pascaaudiensi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini

(Himpaudi) Kota Bogor masa bhakti 2019-2023 mendapatkan tantangan baru dari Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin.

Sesuai visi-misi Kota Bogor yang ingin mewujudkan kota keluarga dan ramah anak

juga kota sehat, Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengajak pendidik dan kependidikan yang tergabung dalam Himpaudi terus berinovasi untuk meningkatkan kompetensi diri. “Untuk mencapainya, maka materi pendidikan harus dikemas menarik dan sangat menyenangkan bagi anakanak,” tuturnya.

Bukan hanya menarik, ia juga mengingatkan pengurus Himpaudi tetap memikirkan nilai agama dari setiap materi yang disampaikan. “Ini harus mengandung akhlak mulia sebagai landasan dalam membangun karakter peserta didik agar tumbuh seiring perkembangan anak. Insya Allah jika akhlak terbangun, maka kecerdasan dan kedisiplinan anak bisa dirasakan pendidik itu sendiri,”bebernya.

Ia pun menegaskan agar anak–anak PAUD tak lagi diajarkan materi membaca

, menulis dan berhitung (calistung), karena itu menyalahi aturan. Sekadar diketahui, di Kota Bogor sedikitnya ada 46 PAUD/TK se-Kota Bogor yang menyatakan siap bersinergi dengan visi-misi Pemkot Bogor untuk mempersiapkan generasi unggul berkarakter

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/STBR97L

TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Menimbang :

  1. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang Undang

Dasar 1945;

  1. bahwa penyelenggaraan telekomunikasi mempunyai arti strategis dalam upaya

memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antarbangsa;

  1. bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat pesat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi;
  2. bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan mendasar dalam

penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi tersebut, perlu dilakukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional;

  1. bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, maka Undang-undang Nomor 3

Tahun 1989 tentang Telekomunikasi dipandang tidak sesuai lagi, sehingga perlu diganti;

Mengingat :

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1) dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945;

Dengan persetujuan

PENGERTIAN ETIKA

PENGERTIAN ETIKA

PENGERTIAN ETIKA
PENGERTIAN ETIKA

Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) (id.wikipedia.org).

Kata etika, seringkali disebut pula dengan kata etik, atau ethics (bahasa Inggris), mengandung banyak pengertian.

Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.

Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988), etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

PENGERTIAN PROFESI

Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.

CIRI KHAS PROFESI

Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of

education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:

1)    Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas

2)   Suatu teknik intelektual

3)   Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis

4)   Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi

5)   Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan

6)   Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri

7)   Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya

8)   Pengakuan sebagai profesi

9)   Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi

10) Hubungan yang erat dengan profesi lain

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

mengatur penggunaan teknologi informasi

mengatur penggunaan teknologi informasi

mengatur penggunaan teknologi
mengatur penggunaan teknologi

Pada UU No.36 tentang telekomunikasi mempunyai salah satu tujuan yang berisikan upaya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintah, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta meningkatkan hubungan antar bangsa.

Dalam pembuatan UU ini dibuat karena ada beberapa alasan,salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat pesat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi dan untuk manjaga keamanan bagi para pengguna teknologi informasi.

Jadi menurut saya di dalam UU No.36 tersebut tidak terdapat batasan dalam penggunaan teknologi informasi, namun dapat mengatur penggunaan teknologi informasi tersebut, karena dalam undang-undang tersebut memiliki tujuan telekomunikasi jadi secara tidak langsung dapat sekaligus mengatur penggunaan informasi tersebut sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam undang-undang ini juga terdapat tentang penyelenggaraan telekomunikasi, sehingga telekomunikasi dapat diarahkan dengan baik.

Penyidikan dan sangsi administrasi dan ketentuan pidana pun tertera dala undang-undang ini, sehingga penggunaan telekomunikasi tidak menyimpang dari undang-undang yang telah ada. Sehingga menghasilkan teknologi informasi yang baik dalam masyarakat.

Sumber : https://earlraytomblin.com/

SMA Ferdy Ferry dan SMK Revany Gelar Perpisahan

SMA Ferdy Ferry dan SMK Revany Gelar Perpisahan

SMA Ferdy Ferry dan SMK Revany Gelar Perpisahan
SMA Ferdy Ferry dan SMK Revany Gelar Perpisahan

SMA Ferdy Ferry Putra dan SMK Revany Indra Putra Kota Jambi mengadakan perpisahan siswa kelas XII

tahun ajaran 2018/2019. Agenda perpisahan ini diadakan di Ratu Convention Center (RCC) pada Rabu (24/4) kemarin.

Hadir dalam perpisahan ini yakni Ketua Yayasan Dewi Nurdin Hamzah, Hj. Dewi Asnah Nurdin, Ferdy, SH selaku Badan Pengurus Harian SMA Ferdy Ferry Putra dan SMK Revany Indra Putra dan Sum Indra BPH STMIK NH dan STISIP NH.

Acara ini juga dihadir perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, majelis guru SMA Ferdy Ferry

Putra dan SMK Revany Indra Putra serta siswa kelas XII.

Ferdy, SH Badan Pengurus Harian SMA Ferdy Ferry Putra dan SMK Revany Indra Putra didampingi oleh Sum Indra mengatakan kepada para seluruh siswa kelas XII bahwa berakhirnya jenjang pendidikan SMA/SMK ini bukanlah akhir perjuangan mereka. Namun ini menjadi awal bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Seperti yang sudah disampaikan bahwa persaingan ke depan semakin keras, perkembangan teknologi semakin besar sehingga kami mendorong anak didik kami harus siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Ketatnya persaingan ke depan, dikatakannya menuntut para siswa-siswi agar mempersiapkan diri.

Baik itu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi maupun para alumni yang memiliki menjadi entreprenur muda.

“Saya berharap mereka lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi, namun jika ada yang memilih dunia usaha maka tekuni dan bekali diri dengan ilmu terutama untuk menghadapi dunia digital. Karena sistem digital berkembang pesat nantinya hanya orang-orang yang sanggup bersainglah yang bisa menghadapi tantangan yang ada,” jelasnya.

“Kalau kita tidak berbenah diri dengan meningkatkan kompetensi diri maka tidak bisa bersaing, semua siswa saya harus siap,” harapnya.

Untuk itu dikatakannya bahwa Yayasan Dewi Nurdin Hamzah bukan saja fokus memberikan kompetensi akdemik kepada anak didik, namun juga mengajarkan etika agar menjadi siswa yang cerdas dan beretika.

“Untuk para siswa kelas XII baik SMA maupun SMK, jika ada kesempatan melanjutkan pendidikan maka harus semangat mencari ilmu. Bagi anak didik kami yang memiliki passion dibidang usaha maka tekuni dan ciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Senada dengan itu Kepala SMA Ferdy Ferry Putra Cahyono Subiyantoro,S.Pd dan Kepala SMK Revany Indra Putra Drs. Emizal berharap para alumni bisa meraih kesuksesan, tetapi harus mengedepankan sikap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri. Mereka juga berpesan kepada siswa kelas XII untuk dapat mengembangkan diri sesuai bakat dan minat.

Ketua Panitia perpisahan kelas XII SMA Ferdy Ferry Putra da SMK Revany Indra putra, Nasrizal Chan , S.Pd mengatakan, rangkaian kegiatan perpisahan ini dapat berjalan sukses berkat dukungan berbagai pihak mulai dari yayasan, majelis guru dan siswa-siswi .

 

Baca Juga :