Doa Setelah Adzan (Arab, Latin dan Artinya)
Posted on: September 9, 2019, by : g3wgj
doa setelah adzan

Table of Contents

Doa Adzan

Gema panggilan doa terdengar di mana-mana di bumi. Setiap kali, setiap kali, pelafalan adzan tidak pernah terputus, satu demi satu dan saling berteriak.

Adhan adalah panggilan dan panggilan dari Tuhan, sehingga sebagai Muslim kita mendekatinya secara langsung. Inilah cara kita mendapatkan keberuntungan dan kekayaan yang telah dijanjikan-Nya.

Adhan membaca

Bacaan Adzan Arab

(2x) الله اكبر الله اكبر
(2x) أشهأشد ان لا إلإه إلاالله
(2x) اشهشد ان محمدا رسول الله
(2x) حي عل الصلاة
(2x) حي عل الفلاح
(1x) الله اكبر الله اكبر
(1x) لا إلإه إلإاالله

Bacaan Adzan Latin

Allahu Akbar, Allahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya’alashshalaah. (2x)
Hayya’alalfalaah. (2x)
Allahu Akbar, Allahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah. (1x)

Arti nya

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (2x)
Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. (2x)
Saya melihat bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. (2x)
Ayo, berdoa. (2x)
Menjadi terkenal. (2x)
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (1x)
Tidak ada Tuhan selain Allah. (1x)

Karena sangat penting dan terkenalnya daya tarik ini, setiap makhluk mendengarnya. Entah yang hidup atau yang mati, yang nyata atau yang tidak terlihat, mereka yang di surga atau di bumi semuanya tunduk ketika mereka mendengar panggilan untuk berdoa.

Setiap orang telah mengalami kebenaran dengan cara mereka sendiri. Hanya setan yang tak bertuhan yang takut dan menjalankan Helter Skelter ketika mereka mendengar panggilan untuk berdoa. Karena panggilan untuk sholat dapat dibaca sebagai pengusir setan.

“… dan bersaksi untuknya setiap basah, kering.” (Diceritakan oleh Ahmad, Abu Dawud).

“Memang, para penghuni surga tidak mendengar apa-apa tentang penghuni bumi kecuali panggilan untuk berdoa.” (Diceritakan oleh Abu Shaykh).

Doa Setelah Adzan

Bagaimana dengan diri kita yang secara khusus dipanggil untuk panggilan doa?

Jawabannya, tentu saja, kita harus menjawab dan bergegas memenuhi panggilannya. Apa pun yang kita lakukan (kecuali yang diminta) harus segera dihentikan ketika panggilan untuk doa didengar.

Bahkan ketika kita membaca Alquran, zikir, semuanya segera dihentikan dan panggilan untuk shalat dijawab. Bagaimanapun, kami tetap didorong untuk menjawab adzan.

Untuk membaca panggilan doa, sama seperti membaca panggilan doa.

Sebagai contoh:

Jika Muazzin الله اكبر mengatakan, itu dijawab dengan bacaan yang sama: الله اكبر.

Ini berlaku untuk semua panggilan doa.

Namun, ada dua bacaan yang dijawab dengan bacaan yang berbeda:

Ketika muazin membaca “Hayya’alashshalaah” (حي على الصلاة) dan “Hayya’alalfalaah” (حاي على الفلاح), dijawab dengan “La khaula wa laa khuwata illaa bah”

Khusus untuk shalat Subuh ada tambahan, ketika Muadzzin membaca “As shalaatu khairum minan naumi” (الصلاة خير من الن “وم), maka dijawab dengan” Shadaqta wabararta wa anaa “alaa dzaalika minasy ب ahidi”.

Doa Setelah Adzan

Selain perintah untuk menanggapi panggilan doa, kita disarankan untuk membaca doa setelah panggilan doa.

Doa untuk Adzan

Bacaan doa setelah Adzan Arab
للهم رب هذه الدعوة التآمة, والصلاة القآئمة, آت محمدان الوسيلة والفضيلة والشرف والدرجة العالية الرفيعة وابعثه مقامامحمودان الذى وعدته انك لاتخلف الميعاد

Bacaan doa setelah Adzan Latin
“Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah”, “Washsholaatil Qoo-Imah”, “Aati Muhammadanil Washiilata Wal Fadhiilah”, “Wasysyarofa”, “Wad Darajatal”.

Pentingnya membaca doa untuk Adzan
“Ya Allah, Tuhan, pemilik panggilan sempurna ini (adzan) dan doa (wajib) didirikan, berikan Al-Wasilah (langkah di surga) dan al-Fadhilah (kebajikan) kepada Nabi Muhammad dan angkat dia sehingga dia akan menerima Anda dapat mengambil posisi pujian yang dijanjikan. “(Diceritakan oleh Bukhari, Abu Dawud, Tarmidzi, Nasa’i dan Ibn Majah).

Adapun hak istimewa shalat, ada sebuah hadits yang diceritakan oleh Jabir bin Abdullah Ra dan dikatakan oleh Rasulullah:

“Siapa pun yang mendengar panggilan untuk berdoa dan kemudian berbicara (doa untuk panggilan untuk berdoa), syafaat saya, bergabung dengannya pada Hari Pengadilan.” (Diceritakan oleh Bukhari).

Perantaraan Nabi Muhammad berarti bantuannya kepada umatnya nanti pada Hari Pengadilan. Ada banyak jenis syafaat untuk Rasulullah pada Hari Pengadilan.

Diantaranya adalah syafaatnya untuk menanggung dosa umatnya untuk menerima pengampunan dari Tuhan. Lindungi dia dari langit, tanpa menghitung. Dan syafaatnya untuk meningkatkan derajat setiap orang, mana yang sesuai untuknya.

Sumber : https://waheedbaly.com/

Baca Juga :