Month: September 2019

Memahami 4 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

Memahami 4 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

Sesuai bersama bahan syarat-syarat dan bahan pengajar, guru harus punya kualifikasi kompetensi tertentu cocok bersama bidang tugas dan selanjutnya dapat menghasilkan lulusaan yang bermutu. Adapun kualifikasi kompetensi guru yang harus dimiliki berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) RI No.19 th. 2005 adalah sebagai berikut:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kapabilitas mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan beraneka potensi yang dimilikinya. Jadi, dalam kaitannya bersama guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yakni kapabilitas guru PAI dalam mengajarkan moral lewat perencanaan pembelajaran seperti dukungan teori dan juga evaluasi yang terselubung dalam aktivitas belajar mengajar dikelas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Kompetensi Kepribadian

Merupakan keadaan guru sebagai individu yang punya kepribadian yang mantap sebagai contoh seorang pendidik yang beriwaba. Adapun kompetensi kepribadian ini mencakup beraneka segi yakni punya kepribadian sebagai pendidik yang layak diteladani, dan punya sikap dan juga kapabilitas kepemimpinan dalam interaksi yang berwujud demokratis dalam mengayomi peserta didik. Jadi dalam hubungannya bersama peran guru PAI, yakni dalam memberi tambahan bimbingan moral, guru harus mempunyai kepribadian yang dapat dijadikan teladan oleh siswa dikelas. Dengan kata lain, baiknya kepribadian seorang guru dalam mengajar, akan berpengaruh baik pula bagi siswa yang diajarnya.

3. Kompetensi Profesional

Merupakan penguasaan materi ilmu ilmu dan teknologi yang luas dan mendalam mengenai bidang belajar atau mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik bersama mengfungsikan sistem intruksional dan langkah pembelajaran yang tepat. Kompetensi profesional ini mencakup:
Penguasaan materi pembelajaran atau bidang belajar yang mencakup ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara teriris dan praktis.
Penguasaan ilmu cara mengajar dan kapabilitas melaksanakannya secara efektif.
Penguasaan ilmu mengenai cara dan sistem belajar dan dapat membimbing peserta didik secara berkualitas.
Memiliki ilmu dan pemahaman professional mengenai perilaku individu dan kelompok dalam jaman perkembangan dan dapat melaksanakannya dalam sistem pembelajaran untuk keperluan peserta didik, juga aktivitas bimbingan.
Menguasai ilmu kemasyarakatan dan ilmu lazim yang memadai.
Menguasai kapabilitas mengevaluasi hasil atau prestasi belajar peserta didik secara obyektif.
Jadi, dalam kaitannya bersama guru pendidikan agama islam yakni merupakan penguasaan materi ilmu ilmu dan teknologi yang luas dan mendalam mengenai bidang belajar atau mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik bersama mengfungsikan sistem intruksional dan langkah pembelajaran yang pas dalam memberi tambahan pembinaan moral tersebut.

4. Kompetensi Sosial

Kaitannya bersama efek peran guru terhadap pembinaan moral merupakan kapabilitas guru sebagai anggota dari suatu kelompok sosial yang dapat berkomunikasi secara efisien dan efisien bersama peserta didik, sesama guru, orang tua atau wali peserta didik dan juga masyarakat lebih kurang dalammemberikan pendidikan moral. Adapun aspek-aspek dalam kompetensi ini meliputi:
Memiliki perilaku yang terpuji bersama sikap dan kepribadian yang mengasyikkan dalam pergaulan disekolah dan masyarakat.
Memiliki kapabilitas menghargai dan menghargai orang lain khususnya peserta didik bersama kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Memiliki ahlak yang mulia cocok agama yang dianut.
Dari keempat kompetensi di atas, kompetensi kepribadian yang berhubungan langsung bersama pembentukan moral anak didik dan erat kaitannya bersama peran guru pendidikan agama islam. Guru harus menjadi teladan dan memberi tambahan contoh yang baik dari segala sisi kepada anak didik karena apa yang kita berikan dapat ditiru anak didik.
Demikian gambaran empat kompetensi guru khususnya dikaitkan bersama kompetensi guru pendidikan agama islam .

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

Peran dan Fungsi Guru Pendidikan Agama Islam

Peran dan Fungsi Guru Pendidikan Agama Islam

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam pada dasarnya sama dengan peran guru lazim lainnya, yaitu sama-sama berusaha untuk memindahkan ilmu ilmu yang ia punya kepada anak didiknya, supaya mereka lebih banyak paham dan paham ilmu ilmu yang lebih luas. Akan tetapi peranan guru pendidikan agama Islam selain berusaha memindahkan ilmu (transfer of knowledge), ia termasuk perlu menanamkan nilai- nilai agama Islam kepada anak didiknya supaya mereka mampu mengaitkan antara ajaran-ajaran agama dan ilmu pengetahuan.

Mengacu pada pendapat Syaiful Bahri Djamarah (2000: 31), dikemukakan bahwa sehubungan dengan peranan guru sebagai “pengajar”, “pendidik” dan “pembimbing”, tetap dapat melukiskan pola tingkah laku yang diharapkan dalam beraneka interaksinya, baik dengan siswa, guru maupun dengan staf yang lain, berasal dari beraneka aktivitas jalinan belajar mengajar, mampu dipandang guru sebagai sentral bagi peranannya, karena baik disadari atau tidak bahwa beberapa berasal dari sementara dan perhatian guru banyak dicurahkan untuk menggarap sistem belajar mengajar dan jalinan dengan siswanya.

Selanjutnya, Syaiful Bahri Djamarah (2000: 37) dalam bukunya yang berjudul “Guru Dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif”, menjelaskan dan menjelaskan peranan guru pendidikan agama Islam adalah seperti diuraikan dalam sejumlah peran di bawah ini:

1. Korektor

Sebagai korektor, seorang guru perlu mampu membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk, ke-2 nilai yang berlainan itu perlu serius dimengerti dalam kehidupan di masyarakat, ke-2 nilai kemungkinan anak didik udah mempengaruhinya sebelum akan anak didik masuk sekolah. Latar belakang kehidupan anak didik yang berbeda-beda sesuai dengan sosiokultural masyarakat di mana anak didik tinggal dapat mewarnai kehidupannya.
Semua nilai yang baik perlu guru pertahankan dan semua nilai yang buruk perlu disingkirkan berasal dari jiwa dan watak anak didik. Bila guru membiarkannya, berarti guru udah meniadakan peranannnya sebagai seorang korektor, yang menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkah laku, dan tingkah laku anak didik, koreksi yang perlu guru laksanakan pada sikap dan cii-ciri anak didik tidak cuma disekolah, tetapi diluar sekolahpun perlu dilakukan.

2. Inspirator

Guru sebagai inspirator, maknanya guru perlu mampu beri tambahan ilham yang baik bagi kemajuan belajar anak didik, masalah belajar adalah masalah utama anak didik, guru perlu mampu beri tambahan arahan bagaimana cara belajar yang baik, arahan itu tidak perlu perlu bertolak berasal dari sejumlah teori-teori belajar, berasal dari pengalaman pun mampu dijadikan arahan bagaimana cara belajar yang baik. Yang perlu bukan teorinya, tetapi bagaimana melepaskan masalah yang dihadapi anak didik.

3. Informatory

Sebagai infomatory, guru perlu mampu beri tambahan Info perkembangan ilmu ilmu dan teknologi, selain sejumlah bahan pelajaran untuk tiap-tiap mata pelajaran yang udah diprogramkan dalam kurikulum, Info yang baik dan efektif diperlukan berasal dari guru. Kesalahan Info adalah bagaikan sebuah racun bagi anak didik, untuk jadi informatory yang baik dan efektif, penguasaan bahasalah sebagai kunci, yang ditopang dengan penguasaan bahan yang dapat diberikan kepada anak didik, informatory yang baik adalah guru yang paham apa kebutuhan anak didik dan mengabdi untuk anak didik.

4. Organisator

Sebagai organisator, adalah segi lain berasal dari peranan yang diperlukan berasal dari guru, dalam bidang ini guru punya kegiatanpengelolaan aktivitas akademik, menyusun tata teratur sekolah, menyusun kelender akademik, dan sebagainya, yang seutuhnya diorganisasikan supaya mampu meraih efektivitas dan efesiensi dalam belajar pada diri anak didik.

5. Motivator

Sebagai motivator guru hendaknya mampu mendorong anak didik supaya bergairah dan aktif belajar, dalam usaha beri tambahan motivasi, guru mampu menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi anak didik malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah, tiap-tiap sementara guru perlu bertindak sebagai motivator, karena dalam jalinan mendidik tidak mustahil tersedia salah satu anak didik yang malas dan sebagainya.

Motivasi mampu efektif bila dijalankan dengan mencermati kebutuhan anak didik untuk lebih bergairah dalam belajar. Peranan guru sebagai motivator terlampau perlu dalam jalinan edukatif, karena menyangkut esensi pekerjaan mendidik yang butuh kemahiran social, menyangkut performance dalam personalisasi dan sosialisasi diri.

Guru sebagai motivator hendaknya mampu mendorong supaya siswa mau laksanakan aktivitas belajar, guru perlu menciptakan suasana klas yang merangsang siswa laksanakan aktivitas belajar, baik aktivitas individual maupun kelompok. Stimulasi atau rangsangan belajar para sisa mampu ditumbuhkan berasal dari dalam diri siswa dan mampu ditumbuhkan berasal dari luar diri siswa.

6. Inisiator

Dalam peranan guru sebagai inisiator, guru perlu mampu jadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran. Proses jalinan mendidik yang tersedia saat ini perlu diperbaiki sesuai perkembangan ilmu ilmu dan teknologi di bidang pendidikan. Kompetensi guru perlu diperbaiki, ketrampilan penggunaan tempat pendidikan dan pengajaran perlu diperbaharui sesuai dengan kemajuan tempat komunikasi dan Info pada sementara ini, terlebih jalinan mendidik supaya lebih baik berasal dari yang dulu-dulu, bukan ikuti terus tanpa mencetuskan ide-ide inovasi bagi kemajuan pendidikan dan pengajaran.

7. Fasilitator

Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu menyediakan fasilitas yang sangat mungkin kemudahan aktivitas belajar anak didik, lingkungan belajar yang tidak menyenangkan, suasana ruang kelas yang pengap, meja dan kursi yang berantakan, fasilitas belajar yang tidak cukup tersedia, sebabkan anak didik malas belajar. Oleh karena itu jadi tugas guru bagaimana menyediakan fasilitas, supaya dapat tercipta lingkungan belajar yang mengasyikkan anak didik. Guru cuma berperan sebagai fasilitator, seperi yang diungkapkan Piaget (Paul Suparno, 2001:145) belajar yang baik terletak pada keaktifan siswa dalam membentuk pengetahuan, peran guru di sini adalah sebagai mentor atau fasilitator dan bukan mentrasfer ilmu pengetahuan.

8. Pembimbing

Peranan guru yang tidak kalah pentingnya berasal dari semua peran yang udah disebutkan di atas, adalah guru sebagai pembimbing, peranan yang perlu lebih dipentingkan, karenakehadiran guru disekolah adalah untuk membimbing anak didik jadi manusia dewasa susila yang cakap, tanpa pembimbing, anak didik dapat mengalami ada problem dalam menghadapi perkembangan dirinya, kekurang mampuan anak didik sebabkan lebih banyak tergantung pada perlindungan guru, tetapi makin lama dewasa, ketergantugan anak didik makin lama berkurang. Jadi, bagaimanapun termasuk bimbingan berasal dari guru terlampau diperlukan pada sementara anak didik belum mampu berdiri sendiri (mandiri).

9. Pengelolaan kelas

Sebagai pengelola kelas, guru hendaknya mampu mengelola kelas dengan baik, karena kelas adalah area berhimpun semua anak didik dan guru dalam rangka terima bahan pelajaran berasal dari guru. Kelas yang dikelola dengan baik dapat menunjang jalannya jalinan edukatif. Sebaliknya, kelas yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat aktivitas pengajaran, anak didik tidak mustahil dapat jadi jenuh untuk tinggal lebih lama di kelas. Hal ini dapat berakibat mengganggu jalannya sistem jalinan edukatif, kelas yang tetap padat dengan anak didik, pertukaran udara kurang, penuh kegaduhan, lebih banyak tidak mengantungkan bagi terlaksananya jalinan mendidik yang optimal.

Hal ini tidak seiring dengan obyek lazim berasal dari pengelolaan kelas, yaitu menyediakan dan memakai fasilitas kelas bagi bermacam macam aktivitas belajar mengajar supaya tercapai hasil yang baik dan optimal. Jadi maksud berasal dari pengelolaan kelas adalah supaya anak didik betah tinggal di kelas dengan impuls yang tinggi untuk tetap belajar di dalamnya.

10. Evaluator

Sebagai evaluator, guru dituntut untuk jadi seorang evaluator yang baik dan jujur, dengan beri tambahan penilaian yang menyentuh segi ekstrinsik dan instrinsik, penilaian pada segi intrinsik lebih menyentuh pada segi kepribadian anak didik. Berdasarkan perihal ini guru perlu mampu beri tambahan penilaian dalam demensi yang luas, jadi penilaian itu pada hakikatnya diarahkan pada pergantian kepribadian anak didik supaya jadi manusia susila yang cakap.

Sebagai evaluator, guru tidak cuma menilai produk hasil pengajaran tetapi termasuk menilai sistem (jalannya pengajaran). Dari ke-2 aktivitas ini dapat beroleh umpan balik (feed back) tentang pelaksanaan jalinan mendidik yang udah dilakukan.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Pengertian Menyontek, Faktor Penyebab & Indikatornya

Pengertian Menyontek, Faktor Penyebab & Indikatornya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2008), berasal dari kata sontek yang berarti melanggar, mencontoh, menggocoh yang berarti mengutip tulisan, dan lain sebagainya sebagaimana aslinya, menjiplak. Bower (dalam Purnamasari, 2013), mendeskripsikan menyontek adalah perbuatan yang memakai cara-cara yang tidak sah untuk obyek yang sah dan terhormat yaitu beroleh keberhasilan akademik untuk jauhi kegagalan akademik atau didalam teks aslinya cheating is manifestation of using illigitimate means to achieve a legitimate end (achieve academic success or avoid academic failure).

Senada bersama dengan Deighton (1971) yang memperlihatkan “Cheating is attempt an individuas makes to attain success by unfair methods.” Maksudnya, cheating adalah usaha yang ditunaikan seseorang untuk beroleh keberhasilan bersama dengan cara-cara yang tidak jujur. Sementara itu, menurut Pincus & Schemelkin (2003:196) perilaku menyontek merupakan suatu tindakan curang yang sengaja ditunaikan dikala seseorang mencari dan membutuhkan adanya pengakuan atas hasil belajarnya dari orang lain meskipun bersama dengan langkah yang tidak sah seperti memalsukan Info terutama dikala dilaksanakannya evaluasi akademik.

Berdasarkan lebih dari satu pengertian menyontek di atas maka mampu disimpulkan bahwa perilaku menyontek adalah kegiatan, tindakan atau perbuatan yang ditunaikan secara sengaja bersama dengan memakai cara-cara yang tidak jujur atau curang untuk memalsukan hasil belajar bersama dengan memakai perlindungan atau memakai Info dari luar secara tidak sah pada waktu ditunaikan tes atau evaluasi akademik untuk raih obyek tertentu.

Faktor-faktor Penyebab Menyontek

Salah satu alasan yang mendorong individu untuk menyontek adalah untuk memuaskan harapan orang tua. Santrock (2003) menyebutkan bahwa tidak jarang orang tua didalam mengasuh atau mendidik anak-anaknya terbujuk oleh permohonan atau ambisi dari orang tua tanpa menyaksikan kebolehan anaknya. Orang tua punya niat idamkan beri tambahan yang terbaik bagi anak-anaknya, tetapi permohonan selanjutnya tidak mencermati kebolehan anak.

Sikap orang tua yang menginginkan terlalu terlalu berlebih pada anak dapat menahan anak untuk memperlihatkan prestasi sesuai bersama dengan potensi yang dimiliki. Menurut Gunarsa & Gunarsa (1991) biasanya anak jelas harapan orang tuanya. Oleh dikarenakan itu sikap yang terlalu menuntut mampu membuat anak mulai takut kehilangan kasih sayang dari orang tuanya. Hal ini menimbulkan rasa rendah diri, problem tingkah laku, berkurangnya stimulan untuk belajar serta ketegangan atau ketakutan didalam diri anak.

Agustin (2014) menyebutkan lebih dari satu faktor yang membuat siswa menyontek pada waktu ujian. Faktor-faktor penyebab menyontek adalah:
Tekanan yang terlalu besar yang diberikan kepada “hasil studi” berbentuk angka dan nilai yang diperoleh siswa didalam tes formatif atau sumatif.
Pendidikan moral, baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan didalam kehidupan siswa.
Sikap malas yang tertanam didalam diri siswa sehingga ketinggalan didalam menguasai mata pelajaran dan kurang bertanggung jawab.
Anak remaja kerap menyontek daripada anak SD, dikarenakan masa remaja bagi mereka mutlak sekali miliki banyak teman dan populer di kalangan teman-teman sekelasnya.
Kurang jelas makna dari pendidikan.
Disadari atau tidak, siswa yang menyontek pada waktu ujian disebabkan oleh satu atau lebih faktor-faktor di atas. Perilaku menyontek ini dapat membuat perilaku atau watak tidak yakin diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak senang membaca buku pelajaran tetapi rajin membuat catatan kecil-kecil untuk bahan menyontek, menghalalkan segala macam cara, dan pada akhirnya menjadi koruptor. Dengan demikianlah kelihatan bahwa perilaku menyontek secara tidak langsung membelajarkan pada siswa untuk menjadi seorang koruptor.

Indikator Menyontek

Menyontek sebagai perilaku ketidakjujuran akademis yang kerap ditunaikan oleh mahasiswa miliki lebih dari satu indikator. Sejumlah indikator menyontek yang kerap digunakan para peneliti yang jalankan penelitian berkenaan bersama dengan perilaku menyontek yang berlangsung pada pelajar maupun mahasiswa merujuk pada pendapat Dody Hartanto (2012:23-29) yang menguraikan bahwa terdapat delapan indikator menyontek sebagai berikut:

a. Prokrastinasi dan efikasi diri

Gejala yang kerap ditemui pada seseorang yang menyontek adalah prokrastinasi dan juga rendahnya efikasi diri. Prokrastinasi (kegiatan menahan-nahan kegiatan atau tugas) merupakan gejala yang paling kerap ditemui pada orang yang menyontek dikarenakan orang yang terbiasa menahan-nahan pekerjaan dapat miliki kesiapan yang rendah didalam hadapi ujian.

Efikasi diri rendah yang dimiliki seseorang juga merupakan indikasi lain bagi perilaku menyontek. Efikasi diri merupakan sebuah keyakinan diri seseorang didalam menyelesaikan tugas atau permasalahan. Orang yang miliki tingkat efikasi diri yang tinggi dapat condong lebih yakin diri dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan bersama dengan baik dan menolak untuk jalankan kegiatan menyontek.

b. Kecemasan yang berlebihan

Munculnya ketakutan yang terlalu berlebih juga merupakan indikator bagi seseorang yang jalankan kegiatan menyontek. Gejala yang keluar pada seorang pencontek adalah munculnya ketakutan yang terlalu berlebih waktu tes. Kecemasan selanjutnya mampu merubah otak sehingga otak tidak mampu bekerja sesuai bersama dengan kemampuannya. Keadaan selanjutnya membuat orang terdorong didalam jalankan kegiatan menyontek untuk menciptakan ketenangan pada dirinya.

c. Motivasi belajar dan berprestasi

Orang yang miliki stimulan untuk berprestasi dapat mengusahakan menyelesaikan tugas maupun pekerjaan yang diberikan kepadanyadengan usahanya sendiri dan sebaik-baiknya. Hal ini mampu berarti bahwa orang yang miliki stimulan berprestasi condong mengerjakan tugas sendiri dan jauhi perilaku menyontek. Sebaliknya orang yang miliki stimulan belajar yang rendah dapat banyak menemui ada masalah didalam belajar, sehingga miliki tingkat ilmu dan pemahaman yang kurang didalam hadapi tes.

d. Keterikatan bersama dengan kelompok

Orang yang miliki keterikatan didalam suatu grup dapat condong jalankan kegiatan menyontek. Hal itu berlangsung dikarenakan orang selanjutnya merasakan keterikatan yang kuat di pada mereka sehingga mendorong untuk saling menolong dan share juga juga didalam menyelesaikan ujian atau tes. Biasanya seseorang dapat condong menyontek kepada teman yang dikenal atau teman dekatnya.

e. Keinginan nilai tinggi

Keinginan seseorang untuk beroleh nilai yang tinggi juga mampu menjadi pendorong seseorang jalankan kegiatan menyontek.Orang berpikir bahwa nilai adalah semuanya dan mengusahakan untuk beroleh nilai yang baik meskipun harus memakai langkah yang tidak benar (menyontek).

f. Pikiran negatif

Pikiran negatif yang dimiliki siswa seperti ketakutan dianggap bodoh dan dijauhi teman, ketakutan dimarahi guru atau orang tua dikarenakan nilai jelek juga menjadi indikator perilaku menyontek pada siswa. Adanya perilaku menyontek berlangsung dimulai dikarenakan jalinan orang tua dan siswa yang kurang baik. Orang tua mestinya beri tambahan stimulan dan keyakinan kepada siswa sehingga mampu meminimalisir perilaku menyontek.

g. Perilaku implusive dan cari perhatian

Dody Hartanto (2012:28) menyebutkan bahwa orang yang jalankan kegiatan menyontek memperlihatkan indikasi mereka terlalu menuruti kata hati (implusive) dan terlalu mencari perhatian (sensation seeking). Individu mampu dikatakan implusive kecuali ketentuan yang dibuathanya berdasarkan stimulan untuk beroleh keuntungan pribadi dibandingkan berkhayal alasan. Individu yang miliki keperluan dapat sensasi (perhatian) yang terlalu berlebih adalah dikala individu yang sedang didalam tumbuh dan berkembang selanjutnya jalankan perbuatan menyontek sebagai sesuatu yang alami untuk bertahan hidup.

h. Harga diri dan kendali diri

Seseorang yang miliki harga diri yang tinggi atau terlalu berlebih dapat condong memilih untuk jalankan kegiatan menyontek. Perbuatan menyontek selanjutnya ditunaikan untuk melindungi harga diri siswa tetap terjaga bersama dengan beroleh nilai yang tinggi meskipun bersama dengan menyontek. Selain itu orang yang miliki kendali diri (self control) yang rendah juga condong jalankan perbuatan menyontek.

Bentuk-Bentuk Menyontek

Berhubungan bersama dengan bentuk-bentuk menyontek, Hetherington plus Feldman (1964; didalam Dody Hartanto, 2012:17) membagi perilaku menyontek ke didalam empat bentuk, yaitu:
Individual-opportinistic yang dimaknai sebagai perilaku di mana siswa mengganti suatu jawaban dikala ujian atau tes sedang berlangsung bersama dengan memakai catatan dikala guru keluar dari kelas.
Independent-planned yang diidentifikasikan sebagai memakai catatan dikala tes atau ujian berlangsung, atau mempunyai jawaban yang telah lengkap atau dipersiapkan bersama dengan menulisnya terutama dahulu sebelum berlangsungnya ujian.
Social-active yang merupakan perilaku di mana siswa mengcopi atau menyaksikan atau meminta jawaban bersama dengan orang lain.
Social-passive yaitu mengizinkan seseorang menyaksikan atau mengcopi jawaban.
Sebagaimana hasil penelitian Dody Hartanto (2010) kepada siswa di tidak benar satu sekolah swasta di kota Yogyakarta diketahui bahwa wujud perilaku menyontek yang paling dominan adalah social active. Pada kegiatan menyontek selanjutnya siswa lebih banyak memilih langkah berbentuk menyaksikan jawaban teman pada waktu tes berlangsung. Bentuk menyontek lainnya seperti meminta jawaban kepada teman, baik lewat perlindungan kode nonverbal maupun bersama dengan tulisan. Selain itu hasil penelitian yang ditunaikan oleh Friyatmi (2011) pada mahasiswa FE UNP juga ditemukan wujud perilaku menyontek yang paling dominan ditunaikan oleh mahasiswa, yaitu menyalin jawaban teman dan mengizinkan teman menyalin jawaban mereka.

Menurut Dody Hartanto (2012:37) lebih dari satu wujud dari perilaku menyontek diantaranya adalah (a) memakai bahan yang tidak sah pada tiap tiap kegiatan akademik, (b) membuat informasi, referensi atau hasil bersama dengan menipu orang lain, (c) plagiat, dan (d) menolong orang lain untuk terlibat didalam perilaku menyontek.

Dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi zaman saat ini ini, timbul wujud perilaku menyontek yang baru. Hal ini seperti memakai kalkulator, memfoto materi yang dapat diujiankan bersama dengan kamera hand phone, membuka internet bersama dengan hand phone dikala ujian sedang berlangsung, berbalas sms bersama dengan teman, dan lain-lain. Hal ini dibuktikan bersama dengan temuan hasil penelitian McCabe (2001) di sebuah SMP swasta di Yogyakarta yang mana terdapat 74 prosen siswa dulu memakai dan memakai teknologi untuk menyontek.

Dari lebih dari satu wujud menyontek di atas, mampu disimpulkan bentuk-bentuk perilaku menyontek pada lain:
individual-opportinistic,
independent-planned,
social-active,
social-passive,
melihat jawaban teman dikala tes berlangsung,
meminta jawaban pada teman,
mengizinkan teman menyalin jawaban,
menggunakan bahan yang tidak sah pada tiap tiap kegiatan akademik,
plagiat,
membantu orang lain untuk terlibat didalam perilaku menyontek,
membuka buku waktu ujian,
membuat catatan sendiri,
membuat coret-coretan di kertas kecil, rumus di tangan, di kerah baju,
mencuri jawaban teman, dan
memanfaatkan teknologi.
Demikian penjelasan pengertian menyontek dan faktor-faktor penyebabnya serta lebih dari satu indikator menyontek yang kerap digunakan para peneliti juga beraneka wujud menyontek di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga :

IPB Gandeng Perpusnas Latih Staf dan Pustakawan

IPB Gandeng Perpusnas Latih Staf dan Pustakawan

IPB Gandeng Perpusnas Latih Staf dan Pustakawan
IPB Gandeng Perpusnas Latih Staf dan Pustakawan

Perpustakaan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan pelatihan Resource

Description and Access (RDA) bagi staf/tenaga di unit perpustakaan dan pustakawan di Kampus IPB Dramaga, Bogor (21-22/9). Pelatihan yang diikuti oleh 15 orang peserta dari berbagai jenjang jabatan ini dibuka oleh Kepala Perpustakaan IPB, Prof. Dr. Ir. Pudji Muljono, M.Si.

Pada kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama antara IPB dengan Perpustakaan Nasional ini, Prof. Dr. Ir. Pudji menyampaikan pentingnya penerapan RDA dalam pengelolaan bahan perpustakaan yang terus berkembang khususnya koleksi digital. Untuk itu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan mempunyai kompetensi dalam melakukan pengatalogan berbasis RDA.

“RDA merupakan pedoman dan instruksi untuk deskripsi akses ke sumber informasi

yang digunakan di perpustakaan yang dirancang untuk menggantikan AACR (Anglo American Cataloging Rules). Pedoman RDA di Indonesia dimaksudkan untuk memberikan petunjuk dasar, diterapkan sebagai acuan pengatalogan bahan perpustakaan dan untuk memudahkan kerja sama dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan dari implementasi RDA adalah sebagai kerangka kerja

yang lebih fleksibel untuk mendeskripsikan semua jenis materi (analog dan digital) dan menyajikan data yang mampu beradaptasi dengan kemunculan struktur pangkalan data yang baru. Pelatihan ini dipandu oleh instruktur dari Perpustakaan Nasional RI

 

Baca Juga :

IPB Sambut Kepulangan Tim Delegasi SPR dari Wina Austria

IPB Sambut Kepulangan Tim Delegasi SPR dari Wina Austria

IPB Sambut Kepulangan Tim Delegasi SPR dari Wina Austria
IPB Sambut Kepulangan Tim Delegasi SPR dari Wina Austria

Institut Pertanian Bogor (IPB) menyambut kepulangan delegasi Sekolah Peternakan Rakyat

(SPR) IPB dalam perhelatan 62nd International Atomic Energy Agency General Conferences di Wina, Austria pada 17-21 September 2018. Acara penyambutan tersebut berlangsung pada Senin (24/9/2018) di Restoran Bumi Aki, Bogor, Jawa Barat.

Delegasi tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA, pendiri Sekolah Peternakan Rakyat. Dua orang peternak yang menjadi delegasi yaitu Juanto sebagai Ketua Gugus Perwakilan Pemilik Ternak (GPPT) SPR Tunas Barokah, Temayang, Kabupaten Bojonegoro dan Wagiman, selaku Ketua GPPT SPR Maju Bersama, Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Pada saat konferensi tersebut juga turut hadir Prof. Dr. Ir Dodik Ridho Nurrochmat M.Sc F.Trop, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB.

Acara penyambutan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Lembaga Penelitian

dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB antara lain Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc.Agr sebagai Wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB serta Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi, M.Si, Wakil Kepala Bidang Pengabdian, LPPM IPB.

Dalam sambutannya Prof. Agik Suprayogi menyampaikan, pihaknya sangat mendukung program Sekolah Peternakan Rakyat yang kini sukses hingga kancah internasional. “Ke depan kami akan turut mengembangkan program pengabdian masyarakat di fakultas lain dan menjadikan SPR sebagai Role Model-nya,” lanjutnya.

Prof. Agik juga turut menyampaikan pesan-pesan kepada tim Sekolah Peternakan Rakyat IPB. “Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, dan Program Sekolah Peternakan Rakyat inilah contohnya, bahkan kini sudah go international dengan menghadiri konferensi di Austria,” katanya.

Kedua peternak binaan SPR, yaitu Juanto dan Wagiman juga turut menceritakan kisah

perjalanan hingga mampu berangkat ke Austria. Juanto menceritakan proses yang ia lalui cukup panjang.

“Ketika pertama kali saya mendengar peluang ini, saya pun mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi-seleksinya, tahap pertama kami mengirimkan portofolio GPPT kami. Ketika kami sudah lolos tahap pertama, kami pun harus melewati serangkaian training untuk mempersiapkan diri menghadapi konferensi tersebut,” jelas Juanto.

Wagiman pun mengisahkan perjalanannya selama di Austria. “Sebenarnya, konferensi yang dilaksanakan di Austria itu kan tentang pemanfaatan nuklir. Untungnya saya dijelaskan terkait hal tersebut oleh Guru Besar kita, Prof. Muladno terkait manfaat nuklir bagi peternak yang ternyata sangat beragam, sehingga ketika ditanya oleh Duta Besar, saya bisa menjawab. Namun, ada satu pesan kami untuk IPB. Walau kami sekarang sudah sampai di titik ini, kami harap IPB terus senantiasa memberikan bimbingan kepada kami terutama di bidang keilmuan dan administrasi,” ungkap Wagiman dalam suasana hangat diskusi bersama pimpinan LPPM dan Tim SPR IPB. (KD/ris)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Dua Hari Dibekali Ilmu, Latihan Survival Dasar SMK Penerbangan Resmi Ditutup

Dua Hari Dibekali Ilmu, Latihan Survival Dasar SMK Penerbangan Resmi Ditutup

Dua Hari Dibekali Ilmu, Latihan Survival Dasar SMK Penerbangan Resmi Ditutup
Dua Hari Dibekali Ilmu, Latihan Survival Dasar SMK Penerbangan Resmi Ditutup

Pelaksanaan latihan survival dasar bagi SMK Penerbangan Lanud Atang Sendjaja

di Lapangan Dinas Operasi Lanud Atang Sendjaja Bogor resmi ditutup, Kamis (15/11).

Penutupan dilakukan Komandan Skadron Teknik (Skatek) 024 Lanud Atang Sendjaja (ATS), Letkol Tek M. Iqbal Mas Putera mewakili Komandan Lanud Atang Sendjaja, Masma TNI Erwin B. Utama.

Upacara penutupan ditandai dengan penyematan brifet survival dasar oleh Ketua Yasarini Cabang Lanud Atang Sendjaja Ny. Erwin B. Utama kepada peserta latihan.

Iqbal mengatakan, latihan survival dasar SMK Penerbangan Angkasa yang berlangsung selama dua hari di Lanud Atang Sendjaja ini telah dilaksanakan sesuai petunjuk dan jadwal yang disusun.

”Untuk itu saya mengucapkan terimakasih dan selamat kepada peserta latihan karena

telah menyelesaikan seluruh proses latihan dengan baik, kepada seluruh instruktur, panitia dan para pendukung yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan latihan survival ini, semoga jalinan kerjasama yang baik ini dapat terus ditingkatkan,” ujarnya membacakan sambutan tertulis Danlanud.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, selama pelaksanaan latihan, para peserta sudah dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan tentang survival dasar yang semuanya bermanfaat untuk ketahanan fisik, mental dan semangat juang apabila dihadapkan dengan kesulitan.

“Oleh Sebab itu besar harapan saya, segala ilmu pengetahuan yang diperoleh

selama latihan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta latihan. Terutama selama mengikuti pendidikan di SMK Penerbangan Angkasa Bogor.(

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Pengangguran adalah

Pengangguran adalah

Pengangguran adalah
Pengangguran adalah

Pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja, yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya.

Jenis-Jenis Pengangguran

  1. Pengangguran Normal, golongan angkatan kerja yang betul-betul tidak mendapatkan pekerjaan karena pendidikan dan ketrampilan yang tidak memadai.
  2.   Pengagguran Terselubung,golongan angkatan kerja yang melakukan pekerjaan tetapi hasilnya tidak  mencukupi kebutuhan.
  3.   Pengangguran terbuka, golongan angkatan kerja yang betul-betultidak mendapatkan kesempatan bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan. Jenis pengangguran ini terbagi atas :
  4. Pengangguran friksional: pengangguran yang terjadi karena atas perubahan dan dinamika ekonomi
  5. Pengangguran musiman: pengangguran yang terjadi karena pergantian musim sehingga mempengaruhi jumlah pekerjaan yang tersedia di beberapa industri seperti sektor pertanian
  6. Pengangguran konjungtural: pengangguran yang terjadi karena berkurangnya permintaan barang dan jasa
  7. Pengangguran struktural: pengangguran yang muncul akibat perubahan struktur ekonomi
  8. Pengangguran sukarela: pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja tetap[I dengan sukarela dia tidak mau bekerja karena mungkin sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki
  9.   Pengangguran deflasioner: pengangguran yang disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja
  10. Pengangguran teknologi: pengangguran yang disebabkan karena kemajuan teknologi yakni pergantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin

Baca Juga :

Cara Mengatasi Inflasi

Cara Mengatasi Inflasi

Cara Mengatasi Inflasi
Cara Mengatasi Inflasi

Cara Mengatasi Inflasi

Usaha untuk mengatasi terjadinya inflasi harus dimulai dari penyebab terjadinya inflasi supaya dapat dicari jalan keluarnya. Secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, mengurangi jumlah uang yang beredar. Berikut ini kebijakan yang diharapkan dapat mengatasi inflasi :

  1. Kebijakan Moneter, segala kebijakan pemerintah di bidang moneter dengan tujuan menjaga     kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan ini meliputi:
  • Politik diskonto, dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan suku bunga bank, hal ini diharapkan permintaan kredit akan berkurang.
  • Operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual SBI
  • Menaikan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan oleh bank umum menjadi berkurang
  • Kredit selektif, politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara     memperketat pemberian kredit
  • Politik sanering, ini dilakukan bila sudah terjadi hiper inflasi, ini pernah dilakukan BI pada     tanggal 13 Desember 1965 yang melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1
  1. Kebijakan Fiskal, dapat dilakukan dengan cara :
  • Menaikkan tarif pajak, diharapkan masyarakat akan menyetor uang lebih banyak kepada     pemerintah sebagai pembayaran pajak, sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
  • Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah
  • Mengadakan pinjaman pemerintah, misalnya pemerintah memotong gaji pegawai negeri 10%     untuk ditabung, ini terjadi pada masa orde lama.
  1. Kebijakan Non Moneter, dapat dilakukan melalui:
  • Menaikan hasil produksi, Pemerintah memberikan subsidi kepada industri untuk lebih produktif     dan menghasilkan output yang lebih banyak, sehingga harga akan menjadi turun.
  • Kebijakan upah, pemerintah menghimbau kepada serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan upah disaat sedang inflasi.
  • Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dengan menentukan harga maksimum bagi barang-barang tertentu.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Inflasi adalah

Inflasi adalah

Inflasi adalah
Inflasi adalah

Inflasi

Inflasi adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suatu harga atas barang-barang secara umum dari waktu ke waktu secara terus menerus. Tingkat kenaikan harga baru dapat dikatakan sebagai inflasi bila kenaikan itu meluas dan mempengaruhi kenaikan harga untuk barang yang lain. Sehingga kenaikan harga untuk satu atau dua barang saja dapat dikatakan sebagai inflasi, kecuali bila telah mempengaruhi harga barang lainnya.

Jenis-jenis Inflasi

Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa golongan berdasarkan berbagai faktor yang membedakannya.

  • Berdasarkan asalnya :
  1.  Inflasi Dalam Negeri (Domestic Inflation),inflasi yang terjadi didalam negeri, umumnya                   disebabkan karena defisit anggaran belanja yang dibiayai oleh percetakan uang baru, kenaikan      upah, gagal panen dll.
  2. Inflasi Luar Negeri (Imported Inflation), inflasi yang disebabkan karena naiknya harga barang-           barang impor, yang terjadi karena kenaikan tarif impor barang atau karena tingginya biaya             produksi di luar negeri.
  • Berdasarkan tingkat tingginya inflasi
  1. Inflasi ringan (dibawah 10% pertahun)
  2. Inflasi sedang (10% sampai 30% pertahun)
  3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% pertahun)
  4. Hiper inflasi (diatas 100% pertahun)

Penyebab Terjadinya Inflasi

  1. Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation)

Disebabkan karena permintaan masyarakat akan barang terlalu kuat yang dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga permintaan menjadi tinggi. Permintaan yang tinggi terhadap faktor faktor produksi tersebut mengakibatkan harga faktor produksi mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena jumlah uang yang beredar bertambah.

  1. Desakan Biaya (Cost Push Inflation)

Terjadi akibat adanya kelangkaan distribusi. Walaupun tidak ada permintaan yang meningkat secara signifikan. Yang memicu terjadinya kenaikan harga ialah karena ketidaklancaran arus distribusi atau berkurangnya barang yang di produksi yang tersedia pada rata rata permintaan normal. Hal ini juga adapat terjadi karena naiknya biaya produksi.

  1. Inflasi Campuran

Adalah gabungan dari kedua kombinasi antara tarikan permintaan dan dorongan biaya. Namun jenis ini jarang dijumpai pada kehidupan nyata.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan

Temulawak adalah salah satu rempah yang sangat populer di Indonesia. Jahe menyandang nama Latin Curcuma xanthorrhiza Roxb dan telah lama dikenal sebagai pengobatan tradisional Indonesia.

Apa manfaat temulawak untuk kesehatan Anda?

Sebelum Anda mendapatkan penjelasan tentang manfaat jahe, Anda perlu mengetahui bagian jahe yang diyakini paling efektif dalam rooting dan stemming. Anda harus mengetahui manfaat jahe untuk kesehatan berikut:

1. Tingkatkan nafsu makan Anda
Manfaat jahe dikenal sebagai penambah nafsu makan untuk anak-anak, sehingga mereka dapat memberi makan dengan baik dan memenuhi kebutuhan nutrisi mereka sehingga perkembangan tubuh mereka dapat dimaksimalkan. Tidak hanya dibuat sebagai obat herbal, ia juga menggunakan berbagai jenis obat selera dengan bahan alami ini.

2. Obati gangguan pencernaan
Beberapa jenis penyakit seperti perut kembung, diare atau bahkan dispepsia sebenarnya dapat diobati dengan bahan alami ini. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menemukan bahwa kondisi pasien dengan gangguan pencernaan cenderung membaik ketika mereka secara teratur mengonsumsi obat herbal jahe.

3. Mengatasi kram perut saat menstruasi
Banyak wanita yang mengaku mengalami sakit perut ketika periode menstruasi terjadi. Cobalah manfaatkan jahe. Makan jahe bisa meredakan rasa sakit yang disebabkan saat menstruasi.

4. Atasi pilek
Manfaat jahe seringkali tidak dikenali karena bisa mengatasi masuk angin. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa rahim jahe memiliki kemampuan untuk mengobati pilek dan sakit kepala. Dengan minum dua atau tiga gelas obat herbal jahe, sakit kepala dan pilek mereda.

5. Membantu dengan pengobatan kanker
Sebuah jurnal kesehatan dari The Prostate mengungkapkan bahwa manfaat jahe mengandung agen yang dapat membantu mengobati kanker seperti kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar. Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Maryland Medical Center juga mencatat bahwa diet jahe dapat secara efektif membunuh perkembangan sel kanker.

6. Atasi masalah usus besar
Diyakini juga bahwa manfaat lain dari jahe adalah dapat mengobati berbagai jenis penyakit, termasuk gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus, penyakit hati dan penyakit kandung empedu. Kondisi ini umumnya disertai dengan gejala-gejala seperti mulas, perut kembung dan mual.

7. Mempengaruhi metabolisme lipid
Manfaat jahe juga bisa memengaruhi metabolisme lemak atau lemak. Metabolisme lipid adalah proses di mana asam lemak dipecah untuk mendapatkan energi bagi tubuh. Menurut sebuah penelitian, jahe mengandung bahan aktif lain selain curcuminoid, yang memengaruhi sistem metabolisme lipid.

8. Atasi arthritis
Bagi Anda yang menderita osteoartritis atau radang pada persendian, cobalah manfaatkan jahe. Jahe liar mampu meredakan rasa sakit dan nyeri sendi.

Bahkan satu studi menemukan bahwa manfaat kesehatan jahe untuk kesehatan hampir sama untuk penggunaan ibuprofen pada pasien osteoarthritis.

9. Buang racun di dalam tubuh
Diyakini bahwa kandungan Phelandren di Temulawak membantu menghilangkan racun dari dalam tubuh.

10. Atasi demam
Keuntungan selanjutnya dari jahe adalah kemampuannya untuk meredakan demam. Jika Anda adalah orang yang menggunakan obat-obatan yang biasa dijual di apotek untuk membantu Anda mengatasinya, Anda harus mencoba menggunakan jahe.

11. Meningkatkan fungsi ginjal
Manfaat jahe ini berasal dari keberadaan minyak esensial. Minyak Asiri membantu meningkatkan fungsi ginjal dengan menyaring darah dari sisa metabolisme dan racun.

12. Meningkatkan stamina
Bagi Anda yang ingin meningkatkan stamina dengan bahan-bahan alami, sepertinya Anda juga bisa membuat jahe. Campuran kunyit yang dicampur dengan jahe tidak bisa membuat tubuh mudah lelah dan gelisah. Ini bisa terjadi karena pot tonik yang dikandungnya.

Nah, inilah beberapa manfaat kesehatan dari jahe untuk kesehatan yang bisa Anda dapatkan.

Baca Juga :