Ujian Sekolah di Pulau Sebira, Hanya Diikuti 5 Siswa
Posted on: July 12, 2019, by : g3wgj
Harkitnas, Momentum Bangkit dari Beragam Permasalahan, Sisir Anak Tidak Sekolah ke Desa-Desa

Ujian Sekolah di Pulau Sebira, Hanya Diikuti 5 Siswa

Harkitnas, Momentum Bangkit dari Beragam Permasalahan, Sisir Anak Tidak Sekolah ke Desa-Desa
Harkitnas, Momentum Bangkit dari Beragam Permasalahan, Sisir Anak Tidak Sekolah ke Desa-Desa

Harus diakui, potret pendidikan di DKI masih jauh dari harapan.

Sebutan kota metropolitan ternyata tak dibarengi kemajuan pendidikan. Jauh dari kata sempurna. Itulah yang dirasakan siswa di SDN Pulau Harapan 02 Sebira.

PAGI itu, Senin (15/5), pemandangan Pulau Sebira sangat menakjubkan. Sekelompok siswa SDN Pulau Harapan 02 Sebira begitu antusias berangkat sekolah. Kebetulan, saat itu merupakan hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berstandar daerah (USBD)
SDN Pulau Harapan 02 Sebira.

Tak seperti wilayah perkotaan di Jakarta, yang ikut ujian di SDN Pulau Harapan 02 Sebira hanya lima siswa. Mereka adalah Hendrawansyah, Hilda Salmi, Elsa, Hera Asirah, dan Destiana.

Meski demikian, mereka tampak antusias mengerjakan soal ujian mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Kedua bola mata mereka menyorot tajam ke arah lembar soal. Tidak ada yang terlihat bekerja sama. Mereka berfokus pada soal ujian masing-masing.

Ujian tersebut berlangsung selama sejam. Satu per satu lembar soal peserta ujian diambil pengawas.

Kemudian, para peserta bergegas meninggalkan ruangan ujian itu. Mereka tampak bahagia telah menjalani proses USBD yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (15/5).

Soal ujian tersebut diletakkan ke tempat semula. Pihak sekolah menunggu kedatangan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu. Soal itu akan langsung didistribusikan. Jawaban para siswa akan dicek. “Alhamdulillah USBD berjalan lancar. Pada hari yang sama, soal ujian itu sudah di tangan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu,” kata Kepala Sekolah Satu Atap SDN dan SMP Pulau Harapan 02 Sebira Jamil Fahmi.

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP Pulau Harapan 02 Sebira pun sama. Sebanyak 13 siswa melaksanakan ujian di Pulau Pramuka. Di pulau tersebut, mereka menginap selama delapan hari.

Sebab, belum ada sarana dan prasarana yang memadai. Akses internet di Pulau Sebira

belum tersedia. Kemudian, perlengkapan komputer masih minim. “Saat ini, baru ada tiga komputer dan tujuh laptop. Itu pun sebagian digunakan untuk keperluan tata usaha,” ujar pria kelahiran 30 April 1975 tersebut.

Karena itu, lanjut Jamil, akses internet sangat diperlukan. Tujuannya, siswa SMP tidak perlu lagi menumpang ujian ke pulau lain. Dengan begitu, pelaksanaan bisa berjalan cepat. “Jarak yang harus ditempuh dari Pulau Sebira ke Pulau Pramuka sangat jauh. Bisa memakan waktu empat jam. Itu juga kalau menggunakan kapal cepat,” paparnya.

Kasi Pendidikan Dasar dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Inklusi (PKLK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu Solikin membenarkan adanya hal tersebut. SMP Satu Atap 02 Sebira melaksanakan UNBK di Pulau Pramuka. Pihaknya tengah berupaya agar tahun berikutnya seluruh pelajar SMP di Sebira tidak lagi melaksanakan UNBK di wilayah lain. Sebab, pihaknya telah bekerja sama dengan Kominfo untuk mendirikan base transceiver station (BTS).

“Sehingga jalur internet bisa tersambung. Pelajar SMP Pulau Sebira bisa melaksanakan UNBK di daerahnya. Termasuk teleconference akan dilakukan di pulau ini,” katanya di Sekolah Satu Atap 02 Sebira pada Rabu (17/5).

Tahun lalu, lanjut Solikin, sekitar seribu komputer disediakan Pemprov DKI. Sekolah di kepulauan menjadi prioritas utama. Diperkirakan, satu sekolah mendapat bantuan 23 komputer. “Semoga bisa tercapai dan terlaksana sehingga saat pelaksanaan ujian, si siswa tidak susah-sudah lagi menumpang,” jelasnya

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/definition-of-text-review-and-examples/965580