BUAH NAGA
Posted on: July 7, 2019, by : g3wgj
BUAH NAGA

BUAH NAGA

BUAH NAGA
BUAH NAGA

Kegunaan buah naga

 

Belum banyak orang yang mengenal buah naga, hanya kalangan tertentu yang memanfaatkan buah ini untuk kegiatan keagamaan maupun untuk konsumsi. Kini popularitas buah naga meroket karena, bentuknya yang unik, baik buahnya maupun tanamannya. Buah naga memang pendatang baru di dunia buah-buahan tanah air. Tanaman buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Dragon fruit mulai diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an, lantaran bentuknya yang eksotik, aroma harum, dan rasa yang manis membuat buah kaktus madu tersebut semakin mendapat tempat tersendiri di hati pecinta buah-buahan di Indonesia. Ketersediaan buah naga masih langka di pasaran, dan mulai meluas dikenal di Indonesia awal tahun 2000-an yang saat itu didatangkan dari Thailand.
Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jeniskaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dariMeksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam,Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa,Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dariGuyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Buah naga mulai masuk pasaran, sehingga gampang dijumpai di swalayan di seluruh nusantara. Selain rasanya yang manis, buah naga juga memberi manfaat besar bagi tubuh manusia yaitu banyak mengandung vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Tak heran jika permintaan konsumen untuk buah naga semakin hari semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, buah naga kini marak di kebunkan. Penanaman buah naga tersebar dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan. Selain di lahan yang luas, buah naga juga dapat diusahakan di lahan sempit seperti halaman rumah dengan menggunakan pot.
Tanaman buah naga pada awalnya dipergunakan sebagai tanaman hias karena sosoknya yang unik, eksotik, serta tampilan bunga dan buah yang menarik. Bunganya cukup unik mirip dengan bunga wijayakusuma, berbentuk corong.
Bunga buah naga akan berkembang menjadi buah dengan tampilan buahnya berkulit merah serta bersisik. Sejak penduduk asli mengetahui bahwa buah naga bisa dimakan dan rasanya enak, mereka pun mengkonsumsi buah naga sebagai buah-buahan segar di meja hidangan. Buah naga diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an.
Keberadaan buah naga bila dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand masih sangat minim, hal ini disebabkan karena buah naga belum dikenal luas oleh masyarakat dan teknik budi dayanya yang baik belum diketahui.
Buah naga semakin naik daun lantaran dipicu oleh impor buah naga dari Thailand yang semakin membludak di pasar buah-buahan Indonesia. Semakin banyak yang minat terhadap buah naga, melihat peluang tersebut para pekebun buah mulai mengembangkan budi daya buah naga di Indonesia. Penanaman buah naga sudah sampai ke Papua, meluasnya penanaman buah naga ini karena teknik budi dayanya cukup mudah dilakukan sekaligus didukung oleh iklim tropis Indonesia yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan buah naga.
Budi daya buah naga di Indonesia pada umumnya masih menggunakan bahan kimia, artinya proses budi daya masih menggunakan pupuk kimia (anorganik), seperti urea, fosfor (P), kalium (K), atau NPK, zat pengatur tumbuh, pestisida, dan bahan kimia lain yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga. Sayangnya, budi daya tanaman menggunakan bahan kimiawi tersebut membawa dampak negatif, baik dari segi kesehatan, kelestarian lingkungan, maupun segi ekonomi.
Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat merusak tingkat kesuburan tanah. Tekstur tanah akan menjadi keras dan kurang subur. Penggunaan pestisida dapat berakibat pada kematian serangga-serangga penyerbuk, selain itu hama akan menjadi resisten terhadap pestisida tertentu. Penggunaan pestisida dosis tinggi atau berlebihan mengakibatkan timbulnya residu bahan kimia dalam buah.

 

 Kegunaan Buah Naga

 

Buah naga memiliki aneka manfaat dan kegunaan, baik dari aspek gizi dan kesehatan, religi, estetika, dan ekonomi. Buah naga mengandung banyak zat gizi terutama vitamin dan mineral esensial.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Karena buah naga merupakan salah satu buah yang banyak mengandung vitamin c, membuat buah naga mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Untuk dapat mendapatkan lebih banyak vitamin c, saya sarankan untuk mengeringkan buah ini, hal ini mampu memperbanyak kandungan vitamin c sampai 10 kali lipat.

 

  • Memperbanyak Energi
    Buah Naga juga dipercaya dapat memperbanyak energi didalam tubuh kita, karena buah naga juga banyak mengandung vitamin b1 yang mana kita tahu kalau vitamin ini mampu mempercepat pembentukkan karbohidrat.

 

Menurunkan Kolestrol


Karena banyaknya terdapat kandungan vitamin b3 dalam buah naga, membuat buah naga mampu menurunkan kolestrol yang ada dalam tubuh kita.

 

Menambah Nafsu Makan


Buah naga juga merupakan sumber dari kandungan vitamin b12 yang mana telah kita ketahui bahwa vitamin itu mampu meningkatkan nafsu makan kita, terutama untuk anak – anak.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts