Month: July 2019

Bupati: Tak Ada Pungutan Dana BOS di Mesuji

Bupati: Tak Ada Pungutan Dana BOS di Mesuji

Bupati Tak Ada Pungutan Dana BOS di Mesuji
Bupati Tak Ada Pungutan Dana BOS di Mesuji

Bupati Mesuji Khamamik menegaskan bahwa penyaluran dana bantuan operasional sekolah di daerah itu tidak diperbolehkan ada pungutan. “Jika terbukti melakukan pungutan, maka pelakunya akan diperiksa inspektorat dan aparat penegak hukum,” kata dia, di Mesuji, Selasa (6/11).

Ia juga meminta, kepala sekolah dalam menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) itu tetap berpedoman pada Permendikbud 51/2011 tentang Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS 2012. Sesuai dengan aturan, pihak sekolah memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan penggunaan dana BOS.

Menurut Bupati, pungutan sekecil apa pun tidak diperkenankan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama.

Khamamik menegaskan, SD dan SMP negeri (non-RSBI) dilarang melakukan pungutan

apa pun kepada peserta didik, orang tua dan walinya, sedang pungutan yang dilakukan oleh sekolah SBI/RSBI harus memperoleh persetujuan pejabat yang berwenang dan mengikuti prosedur yang diatur dalam Permendikbud.

Dia mengingatkan, esensi tujuan dikucurkan dana BOS adalah untuk menghilangkan pungutan. Karena itu, ujar dia, apabila ada sekolah di Kabupaten Mesuji yang mengalami kekurangan dana agar mengkonsultasikannya ke dinas pendidikan setempat untuk dicarikan solusinya.

“Saya tidak ingin mendengar ada pungutan kepada siswa dengan alasan apa pun, dan kalau ada sekolah yang mengalami kekurangan dana agar mengkonsultasikannya ke dinas pendidikan,” ujar dia pula.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Hafzi menjelaskan, mekanisme penyaluran dana BOS tahun 2012 mengalami perubahan. Dana BOS, kata dia lagi, akan ditransfer Kementerian Keuangan dari kas umum negara ke kas umum daerah milik provinsi.

Dana BOS dari provinsi itu kemudian diberikan ke sekolah melalui sistem hibah.

Sebelum menerima dana BOS, sekolah negeri dan swasta harus menandatangani perjanjian hibah dengan pemerintah provinsi, ujar dia pula.

Sedangkan sebelumnya, lanjut dia, dana BOS dari Kemendikbud langsung ke sekolah-sekolah. Sekarang penyaluran langsung dari bendahara negara dikirim ke kabupaten/kota melalui APBD.

Selanjutnya, dana itu disalurkan ke sekolah-sekolah penerima setiap tiga bulan, setelah menerima data jumlah sekolah dan siswa.

“Tujuan pola yang baru ini, untuk memberi kewenangan lebih kepada sekolah penerima yang selama ini cenderung hanya sebagai perpanjangan tangan tanpa ada kewenangan. Alasan lainnya, untuk menutup celah timbulnya korupsi,” kata dia lagi.

Dia juga akan menindaklanjuti perintah bupati tersebut, dan akan mengawasi

penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah agar dalam penggunaannya tidak terjadi penyimpangan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Besaran bantuan dana BOS di Kabupaten Mesuji untuk siswa SD adalah sebesar Rp 580.000, dan untuk siswa SMP sebesar Rp 710 ribu per siswa per tahunnya.

Jumlah pelajar penerima dana BOS untuk SD sebanyak 24.076 siswa, dan untuk SMP sebanyak 5.391 siswa. Jumlah keseluruhan siswa penerima dana BOS di Kabupaten Mesuji sebanyak 29.467 siswa.

 

 

Baca Juga :

 

Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran ‘Kelas Dua’

Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran ‘Kelas Dua’

 

Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran 'Kelas Dua'
Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran ‘Kelas Dua’

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Pardi Suratno menilai, pembelajaran sastra di sekolah

selama ini masih menjadi pelajaran “kelas dua”, setelah pembelajaran bahasa Indonesia.

“Pembelajaran sastra Indonesia, termasuk puisi di sekolah-sekolah seharusnya lebih ditingkatkan,” katanya setelah pergelaran Lomba Cipta Puisi Indonesia dan Jawa bertema “Aku Cinta Jawa Tengah”, di Semarang, Ahad (22/10).

Menurut dia, pembelajaran sastra Indonesia harus menjadi perhatian seluruh kalangan pendidikan, mulai jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, sebab melalui sastra bisa meningkatkan martabat bangsa.

Selama ini, kata dia, baru perguruan tinggi yang memberikan

porsi cukup dalam pembelajaran sastra di jurusan tertentu.

Ia mengharapkan, pada masa mendatang sekolah-sekolah mengikuti langkah perguruan tinggi itu dengan memberikan perhatian cukup besar kepada sastra.

Ia menjelaskan, pola pembelajaran sastra di sekolah-sekolah yang selama ini cenderung menghafalkan isi karya sastra juga harus diubah, sebab perlu pola pembelajaran yang lebih apresiatif terhadap karya sastra.

“Kalau dulu sekadar menghafal isi karya sastra, sekarang harus diubah lebih

apresiatif. Misalnya, bagaimana membaca karya sastra, kemudian apa manfaat dari karya sastra itu. Selama ini kan belum ada,” katanya.

Pada kesempatan itu ia mengingatkan bahwa Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa sehingga harus dijadikan momentum oleh seluruh kalangan terkait menanamkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Balai Bahasa Jateng hingga saat ini berupaya mengenalkan dan mengakrabkan sastra kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba cipta puisi yang mengangkat tema kecintaan terhadap Jateng.

“Lomba cipta puisi ini menjadi bagian dari program Gemar Membaca dan Rajin Menulis (Gema Rame). Setelah Kota Semarang, rencananya lomba serupa akan dilanjutkan ke Kabupaten Purworejo dan Jepara,” kata Pardi.

 

Sumber :

https://profiles.wordpress.org/ojelhtcmandiri/

Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran 'Kelas Dua'
Sastra Dinilai Masih Jadi Pelajaran ‘Kelas Dua’

Curhat Orang Tua soal Sistem Zonasi PPDB

Curhat Orang Tua soal Sistem Zonasi PPDB

Curhat Orang Tua soal Sistem Zonasi PPDB
Curhat Orang Tua soal Sistem Zonasi PPDB

Sekalipun menuai banyak kontroversi, sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga mendapat dukungan.

Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan PPDB dengan sistem zonasi sejalan dengan kepentingan terbaik untuk anak.

“Anak yang dekat dengan sekolah mereka akan sehat, mereka akan jalan kaki atau naik sepeda ke sekolah. Tidak perlu naik kendaraan,” kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pencernaan mereka akan sehat karena mereka sempat sarapan

dan orang tua dapat mengantarkan makan siang untuk anaknya.

Selain itu kekerasan di sekolah seperti tawuran dapat diminimalkan karena anak berteman dengan teman-temannya yang sudah mereka kenal baik sehingga menutup akses tawuran.

Lihat juga:Syarat, Ketentuan, Jalur Pendaftaran PPDB SMP DKI Jakarta

“Orang tua juga dekat dengan sekolah sehingga mudah dilibatkan dengan kegiatan sekolah,” kata dia.

Sistem zonasi menurut Retno telah membuka akses bagi siapa saja untuk mendapat pendidikan yang baik. Dia juga menambahkan bahwa hal yang harus diperbaiki adalah kualitas sekolah dan guru.

Sebelumnya, PPDB sistem zonasi ini mendapatkan banyak reaksi dari siswa dan orang tua murid, termasuk PPDB di Surabaya.

Lihat juga:Diprotes Calon Wali Murid, PPDB di Surabaya Disetop Sementara

Banyak orang menuntut sistem PPDB sistem zonasi tahun ini dikaji oleh pemerintah

. Sistem ini dinilai belum siap dari berbagai aspek, misalnya dari ketersediaan jumlah sekolah, sarana prasarana dengan jumlah penduduk usia sekolah dalam suatu wilayah.

 

Sumber :

https://www.turnkeylinux.org/user/767055

Dua Peserta Berkebutuhan Khusus Ikut UMPTKIN

Dua Peserta Berkebutuhan Khusus Ikut UMPTKIN

Dua Peserta Berkebutuhan Khusus Ikut UMPTKIN
Dua Peserta Berkebutuhan Khusus Ikut UMPTKIN

Ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (UMPTKIN) berlangsung Selasa (23/5). Ujian itu merupakan seleksi atau tes tulis bagi calon mahasiswa yang mendaftar prodi-prodi agama dan sosial. Di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), ada 5.050 peserta yang menjalani ujian.

Wakil Rektor I UINSA Syamsul Huda mengatakan, animo peserta yang mendaftar atau ingin mengambil pagu di UINSA cukup tinggi. Yakni, mencapai 9.576 orang. Padahal, kuota yang tersedia hanya sekitar 800 kursi. Itu tersebar untuk 25 prodi. ”Persaingannya ketat. Kalau lolos, akan ada tes baca Alquran,” katanya.

Hasil tes tulis diumumkan pada Juni. Syamsul menyebutkan, soal-soal UMPTKIN

berbeda dengan soal ujian tulis seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN). Perbedaannya terletak pada soal tes kemampuan dasar (TKD). Pada UMPTKIN, di TKD-nya terdapat soal tentang kebahasaan dan keislaman.

Soal-soal yang disajikan juga bersifat high order thinking (HOT). Soal-soal mengikuti standar internasional. Menurut dia, salah satu karakter soal yang muncul adalah tidak bakal bisa ditebak. ”Karena pakai logika yang baik, multiliterasi data, tidak bisa dengan hafalan, logikanya harus bagus,” terangnya.

Karakter soal-soal itu diharapkan bisa menyaring mahasiswa sebaik-baiknya. Dengan begitu, saat perkuliahan, mereka sudah memiliki standar menjadi mahasiswa. ”Kami tidak mengevalusasi, tapi memprediksi kemampuan peserta,” jelasnya. Jika hasil ujian bagus, kualitas mahasiswa juga bagus.

Selama ini kualitas mahasiswa yang dihasilkan antara jalur prestasi dan jalur tes tulis tidak berbeda. Padahal, mahasiswa yang terseleksi dari jalur prestasi mestinya lebih baik. Namun, ternyata mahasiswa yang terseleksi dari jalur prestasi tidak jauh lebih baik daripada mahasiswa jalur tes tulis. ”Malah jalur tes tulis lebih baik. Mungkin karena benar-benar selektif dari ujian,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan menyampaikan kepada pemerintah untuk merevisi kuota

. Selama ini UMPTKIN atau tes tulis menyumbang porsi 30 persen dalam proses seleksi mahasiswa. Sebanyak 50 persen lainnya berasal dari SPANPTKIN (jalur prestasi) dan 20 persen dari jalur mandiri. ”Kuota 50 persen terlalu besar, usulannya 35:35:30 itu cukup baik,” terangnya.

Meski begitu, mutu para mahasiswa tetap harus ditingkatkan. Mulai proses pendekatan atau metode pembelajaran hingga pembelajaran yang mengarah pada kemandirian, memecahkan masalah (problem solving), serta pembelajaran melalui penelitian (learning by research). ”Memacu agar bisa berprestasi dan lebih maju,” tuturnya.

Dalam ujian itu, ada dua peserta penyandang disabilitas. Mereka adalah Zakiyatur Rosyidah dan Naufaldi Pradana. Zakiyatur merupakan peserta yang memiliki keterbatasan pada penglihatannya, sedangkan Naufaldi tunarungu. Bedanya, Naufaldi masih bisa mengerjakan soal sendiri bersama peserta lain. Sementara itu, Zakiya harus dibantu untuk mengarsir lembar jawabannya. Karena itu, dia menjalani ujian di ruang khusus.

Zakiya merupakan siswa asal SMAN 1 Waru, Sidoarjo. Meski jarak mata dan soal sangat dekat

, dia bisa membaca sendiri 95 soal itu. Dia membawa lampu meja untuk memperjelas tulisan-tulisan yang ada di kertas. Setelah membaca dengan saksama, dia menjawabnya. Lalu, pendamping mengarsir jawaban di lembar jawaban komputer.

Zakiya memilih bimbingan dan penyuluhan Islam. ”Saya suka dunia kerjanya, memberikan penyuluhan seperti psikolog,” katanya. Zakiya memang ingin berkuliah. Bahkan, dia juga sempat mengikuti SBM PTN. ”Harus kuliah tanpa harus minder,” ujarnya

 

Baca Juga :

 

 

Stand Indonesia Laris Manis di Pakistan

Stand Indonesia Laris Manis di Pakistan

Stand Indonesia Laris Manis di Pakistan
Stand Indonesia Laris Manis di Pakistan

KBRI Islamabad dan PPMI Pakistan turut berpartisipasi dalam salah satu kegiatan international

yaitu pameran perdagangan yang dilaksanakan oleh komunitas bisnis Rawal Pindhi Chamber of Commerce and Industry (RCCI).

Dalam acara yang bertajuk International Rawal Expo 2017 yang mengambil tempat di Topi Rakh-Rawal Pindhi selama lima hari (10-14/5), Indonesia mendapat sambutan positif.

’’Kami turut menampilkan tari medley Nusantara dan hadrah untuk mempromosikan budaya Indonesia

di Pakistan,’’ tutur Muhammad Taufiq, ketua PPMI Pakistan.

Indonesian Culture yang ditampilkan oleh mahasiswa-mahasiswi Indonesia ini mendapatkan sambutan yang meriah oleh para pengunjung. Bahkan Marriyum Aurangzeb selaku Menteri Penerangan Pakistan merasa kagum melihat keunikan penampilan Indonesia. ’’Beliau memperhatikan penampilan kami dengan seksama,’’ imbuh Taufiq yang merupakan mahasiswa

Selain mengirimkan dua tim kesenian, PPMI Pakistan juga mengirimkan tiga mahasiswa untuk menjaga stand serta mempromosikan budaya dan produk Indonesia.

Berbagai pengunjung berdatangan dari beberapa Negara seperti Thailand,

Tiongkok, Tajikistan, Uzbekistan, Malaysia, Nepal, dan Sri Lanka, tidak cukup hanya melontarkan berbagai pertanyaan, mereka juga tertarik untuk membeli beberapa produk olahan Indonesia seperti sandal batik, kipas batik, topi batik, dan berbagai produk lain.

 

Sumber :

http://blog.umy.ac.id/herulampung/contoh-teks-eksplanasi-tentang-musim-kemarau/

Ujian Sekolah di Pulau Sebira, Hanya Diikuti 5 Siswa

Ujian Sekolah di Pulau Sebira, Hanya Diikuti 5 Siswa

Harkitnas, Momentum Bangkit dari Beragam Permasalahan, Sisir Anak Tidak Sekolah ke Desa-Desa
Harkitnas, Momentum Bangkit dari Beragam Permasalahan, Sisir Anak Tidak Sekolah ke Desa-Desa

Harus diakui, potret pendidikan di DKI masih jauh dari harapan.

Sebutan kota metropolitan ternyata tak dibarengi kemajuan pendidikan. Jauh dari kata sempurna. Itulah yang dirasakan siswa di SDN Pulau Harapan 02 Sebira.

PAGI itu, Senin (15/5), pemandangan Pulau Sebira sangat menakjubkan. Sekelompok siswa SDN Pulau Harapan 02 Sebira begitu antusias berangkat sekolah. Kebetulan, saat itu merupakan hari pertama pelaksanaan ujian sekolah berstandar daerah (USBD)
SDN Pulau Harapan 02 Sebira.

Tak seperti wilayah perkotaan di Jakarta, yang ikut ujian di SDN Pulau Harapan 02 Sebira hanya lima siswa. Mereka adalah Hendrawansyah, Hilda Salmi, Elsa, Hera Asirah, dan Destiana.

Meski demikian, mereka tampak antusias mengerjakan soal ujian mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Kedua bola mata mereka menyorot tajam ke arah lembar soal. Tidak ada yang terlihat bekerja sama. Mereka berfokus pada soal ujian masing-masing.

Ujian tersebut berlangsung selama sejam. Satu per satu lembar soal peserta ujian diambil pengawas.

Kemudian, para peserta bergegas meninggalkan ruangan ujian itu. Mereka tampak bahagia telah menjalani proses USBD yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin (15/5).

Soal ujian tersebut diletakkan ke tempat semula. Pihak sekolah menunggu kedatangan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu. Soal itu akan langsung didistribusikan. Jawaban para siswa akan dicek. “Alhamdulillah USBD berjalan lancar. Pada hari yang sama, soal ujian itu sudah di tangan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu,” kata Kepala Sekolah Satu Atap SDN dan SMP Pulau Harapan 02 Sebira Jamil Fahmi.

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP Pulau Harapan 02 Sebira pun sama. Sebanyak 13 siswa melaksanakan ujian di Pulau Pramuka. Di pulau tersebut, mereka menginap selama delapan hari.

Sebab, belum ada sarana dan prasarana yang memadai. Akses internet di Pulau Sebira

belum tersedia. Kemudian, perlengkapan komputer masih minim. “Saat ini, baru ada tiga komputer dan tujuh laptop. Itu pun sebagian digunakan untuk keperluan tata usaha,” ujar pria kelahiran 30 April 1975 tersebut.

Karena itu, lanjut Jamil, akses internet sangat diperlukan. Tujuannya, siswa SMP tidak perlu lagi menumpang ujian ke pulau lain. Dengan begitu, pelaksanaan bisa berjalan cepat. “Jarak yang harus ditempuh dari Pulau Sebira ke Pulau Pramuka sangat jauh. Bisa memakan waktu empat jam. Itu juga kalau menggunakan kapal cepat,” paparnya.

Kasi Pendidikan Dasar dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Inklusi (PKLK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu Solikin membenarkan adanya hal tersebut. SMP Satu Atap 02 Sebira melaksanakan UNBK di Pulau Pramuka. Pihaknya tengah berupaya agar tahun berikutnya seluruh pelajar SMP di Sebira tidak lagi melaksanakan UNBK di wilayah lain. Sebab, pihaknya telah bekerja sama dengan Kominfo untuk mendirikan base transceiver station (BTS).

“Sehingga jalur internet bisa tersambung. Pelajar SMP Pulau Sebira bisa melaksanakan UNBK di daerahnya. Termasuk teleconference akan dilakukan di pulau ini,” katanya di Sekolah Satu Atap 02 Sebira pada Rabu (17/5).

Tahun lalu, lanjut Solikin, sekitar seribu komputer disediakan Pemprov DKI. Sekolah di kepulauan menjadi prioritas utama. Diperkirakan, satu sekolah mendapat bantuan 23 komputer. “Semoga bisa tercapai dan terlaksana sehingga saat pelaksanaan ujian, si siswa tidak susah-sudah lagi menumpang,” jelasnya

 

Sumber :

https://jakarta.storeboard.com/blogs/education/definition-of-text-review-and-examples/965580

KOPI ADALAH

KOPI ADALAH

KOPI ADALAH
KOPI ADALAH

Kopi adalah

sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi bubuk.
Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: قهوة‎ qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

JENIS BIJI KOPI

Biji kopi arabika
Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini.[butuh rujukan] Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600–2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

Biji kopi robusta, jenis kopi kelas 2

Biji kopi robusta
Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan
Pembuatan minuman
Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman kopi. Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik. Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam menciptakan cita rasa kopi yang baik.
Pemanenan dan pemisahan cangkang
Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih. Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras. Hasil dari pembuahan di bunga inilah yang disebut dengan biji kopi Pemanenan biji kopi biasanya dilakukan secara manual dengan tangan. Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan dipisahkan cangkangnya. Terdapat dua metode yang umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin.  Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah sinar matahari. Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan. Di Indonesia, biji kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35%  Metode lainnya adalah dengan menggunkan mesin. Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu. Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat. Metode penggilingan ini cenderung memberikan hasil yang lebih baik dari pada metode pengeringan langsung.

Pemanggangan

Setelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah siap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan. Proses ini secara langsung dapat meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi. Secara fisik, perubahan biji kopi terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan. Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun akan terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi juga akan terlihat memekat.

Penggilingan

Pada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering digiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi. Dengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi akan menjadi lebih efisien dan cepat.[butuh rujukan] Penggilingan yang baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik.Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi.
Seni perebusan
Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi.  Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa. Sebagai contoh, perebusan yang terlalu lama biasanya akan menimbulkan rasa kopi yang terlalu pahit. Oleh karena itu, bukanlah hal yang mudah untuk menyajikan kopi yang baik.

Dekafeinasi

Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh. Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh. Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.
Jenis-jenis minuman yang dapat dilolah dari biji kopi
Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya. Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik. Berikut ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai :
-Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.
-Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
-Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.
-Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
-Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
-Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
-Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
-Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.
Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
-Kopi Irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
-Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
-Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
-Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
-Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.

BUAH NAGA

BUAH NAGA

BUAH NAGA
BUAH NAGA

Kegunaan buah naga

 

Belum banyak orang yang mengenal buah naga, hanya kalangan tertentu yang memanfaatkan buah ini untuk kegiatan keagamaan maupun untuk konsumsi. Kini popularitas buah naga meroket karena, bentuknya yang unik, baik buahnya maupun tanamannya. Buah naga memang pendatang baru di dunia buah-buahan tanah air. Tanaman buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Dragon fruit mulai diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an, lantaran bentuknya yang eksotik, aroma harum, dan rasa yang manis membuat buah kaktus madu tersebut semakin mendapat tempat tersendiri di hati pecinta buah-buahan di Indonesia. Ketersediaan buah naga masih langka di pasaran, dan mulai meluas dikenal di Indonesia awal tahun 2000-an yang saat itu didatangkan dari Thailand.
Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jeniskaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dariMeksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam,Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa,Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.
Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dariGuyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Buah naga mulai masuk pasaran, sehingga gampang dijumpai di swalayan di seluruh nusantara. Selain rasanya yang manis, buah naga juga memberi manfaat besar bagi tubuh manusia yaitu banyak mengandung vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Tak heran jika permintaan konsumen untuk buah naga semakin hari semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, buah naga kini marak di kebunkan. Penanaman buah naga tersebar dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan. Selain di lahan yang luas, buah naga juga dapat diusahakan di lahan sempit seperti halaman rumah dengan menggunakan pot.
Tanaman buah naga pada awalnya dipergunakan sebagai tanaman hias karena sosoknya yang unik, eksotik, serta tampilan bunga dan buah yang menarik. Bunganya cukup unik mirip dengan bunga wijayakusuma, berbentuk corong.
Bunga buah naga akan berkembang menjadi buah dengan tampilan buahnya berkulit merah serta bersisik. Sejak penduduk asli mengetahui bahwa buah naga bisa dimakan dan rasanya enak, mereka pun mengkonsumsi buah naga sebagai buah-buahan segar di meja hidangan. Buah naga diperkenalkan di Indonesia pada dekade 90-an.
Keberadaan buah naga bila dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand masih sangat minim, hal ini disebabkan karena buah naga belum dikenal luas oleh masyarakat dan teknik budi dayanya yang baik belum diketahui.
Buah naga semakin naik daun lantaran dipicu oleh impor buah naga dari Thailand yang semakin membludak di pasar buah-buahan Indonesia. Semakin banyak yang minat terhadap buah naga, melihat peluang tersebut para pekebun buah mulai mengembangkan budi daya buah naga di Indonesia. Penanaman buah naga sudah sampai ke Papua, meluasnya penanaman buah naga ini karena teknik budi dayanya cukup mudah dilakukan sekaligus didukung oleh iklim tropis Indonesia yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan buah naga.
Budi daya buah naga di Indonesia pada umumnya masih menggunakan bahan kimia, artinya proses budi daya masih menggunakan pupuk kimia (anorganik), seperti urea, fosfor (P), kalium (K), atau NPK, zat pengatur tumbuh, pestisida, dan bahan kimia lain yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga. Sayangnya, budi daya tanaman menggunakan bahan kimiawi tersebut membawa dampak negatif, baik dari segi kesehatan, kelestarian lingkungan, maupun segi ekonomi.
Penggunaan bahan kimia yang berlebihan dapat merusak tingkat kesuburan tanah. Tekstur tanah akan menjadi keras dan kurang subur. Penggunaan pestisida dapat berakibat pada kematian serangga-serangga penyerbuk, selain itu hama akan menjadi resisten terhadap pestisida tertentu. Penggunaan pestisida dosis tinggi atau berlebihan mengakibatkan timbulnya residu bahan kimia dalam buah.

 

 Kegunaan Buah Naga

 

Buah naga memiliki aneka manfaat dan kegunaan, baik dari aspek gizi dan kesehatan, religi, estetika, dan ekonomi. Buah naga mengandung banyak zat gizi terutama vitamin dan mineral esensial.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Karena buah naga merupakan salah satu buah yang banyak mengandung vitamin c, membuat buah naga mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Untuk dapat mendapatkan lebih banyak vitamin c, saya sarankan untuk mengeringkan buah ini, hal ini mampu memperbanyak kandungan vitamin c sampai 10 kali lipat.

 

  • Memperbanyak Energi
    Buah Naga juga dipercaya dapat memperbanyak energi didalam tubuh kita, karena buah naga juga banyak mengandung vitamin b1 yang mana kita tahu kalau vitamin ini mampu mempercepat pembentukkan karbohidrat.

 

Menurunkan Kolestrol


Karena banyaknya terdapat kandungan vitamin b3 dalam buah naga, membuat buah naga mampu menurunkan kolestrol yang ada dalam tubuh kita.

 

Menambah Nafsu Makan


Buah naga juga merupakan sumber dari kandungan vitamin b12 yang mana telah kita ketahui bahwa vitamin itu mampu meningkatkan nafsu makan kita, terutama untuk anak – anak.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/2Vny/understanding-and-examples-of-explanatory-texts