Pengertian dan Hikmah Beriman Kepada Malaikat
Posted on: May 29, 2019, by : g3wgj

Pengertian dan Hikmah Beriman Kepada Malaikat

Pengertian dan Hikmah Beriman Kepada Malaikat – Malaikat ialah keliru satu makhluk gaib ciptaan Allah SWT. yang kehadirannya tidak mampu di menyaksikan oleh indra manusia. Walaupun begitu, kita wajib mempercayainya bersama adanya malaikat.

Seringkali kita tidak sadar bahwa malaikat miliki peranan yang terlalu mutlak bagi kehidupan kita. Untuk mengetahuinya, kita wajib banyak studi sadar kitab suci Al-Quran dan juga kitab-kitab hadis. Hal itu dapat memperdalam pemahaman kita pada agama Islam dan juga mempertebal keimanan kita.

Gaib merupakan segala suatu hal yang dipercayai keberadaannya, namun tidak mampu ditangkap oleh indra manusia. Sesuatu yang gaib itu cuma mampu diketahui berasal dari dalil naqli, yakni ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad saw.

Pengertian Iman Kepada Malaikat
Kata malaikat adalah jamak berasal dari kata malakun yang bermakna utusan. Menurut istilah, malaikat adalah makhluk rohani yang bersikap gaib, diciptakan berasal dari nur, selalu taat, tunduk dan juga patuh atas perintah Allah SWT., dan tidak dulu ingkar janji kepada-Nya. Mereka tidak perlu makan, minum, dan tidur. Mereka tidak miliki permintaan apa pun secara fisik, dan juga menghabiskan waktunya siang dan malam cuma untuk mengabdi kepada Allah SWT.

Beriman kepada malaikat bermakna mempercayai bersama sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menciptakan makhluk berasal dari nur yang bernama malaikat. Mengimani keberadaan malaikat merupakan hal yang terlalu penting. Kepercayaan berikut dapat memurnikan amalan umat Islam berasal dari segala bentuk kesyirikan.

Allah SWT. berfirman yang artinya: “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, namun kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi…. (Q.S al- Baqarah/2: 177)

Secara tersirat, ayat berikut menjelaskan bahwa beriman kepada malaikat itu merupakan keimanan kepada wahyu yang diturunkan Alla SWT. kepada para rasul-Nya. Hal itu disebabkan, Allah SWT. turunkan wahyu kepada para rasul-Nya lewat perantara. Perantara berikut adalah Malaikat Jibril.

Demikian pula sebaliknya, terkecuali adaorang yang mendustakan keberadaan malaikat bermakna ia telah mendustakan wahyu dan kitab-kitab Allah SWT. dan mendustakan para rasul. Oleh dikarenakan itu, di dalam arti ayat tersebut, Allah SWT. mendahulukan keimanan kepada malaikat di atas keimanan kepada kitab-kitab dan para nabi.

Adapun orang yang mengingkari keberadaan para malaikat beserta sifat-sifatnya adalah orang yang kafir dan dapat tersesat sejauh-jauhnya. Allah SWT. berfirman di dalam Al-Quran Surah an-Nisa Ayat 136 yang artinya: “Barang siapa yang ingkar kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah terseat terlalu jauh.” (Q.S an-Nisa/4: 136)

Hikmah Beriman Kepada Malaikat
Menurut Abu A’la al-Maududi, seorang tokoh pembaru berasal dari Pakistan, beriman kepada malaikat dapat memurnikan dan membebaskan rancangan tauhid berasal dari perbuatan-perbuatan syirik. Hal itu terhitung bersamaan bersama lebih dari satu hadis Nabi Muhammad saw. yang melarang umat Islam untuk menyembah malaikat.

Beriman kepada malaikat bersama sangat percaya bahwa malaikat terhitung makhluk ciptaan Allah SWT. dapat mempunyai kesadaran kepada umat Islam bahwa Mahakuasa sekedar adalah Allah SWT. Tidak ada makhluk apa pun yang mampu menandingi kekuasaan Allah SWT. terhitung malaikat dan jin. Dengan sangat percaya keberadaan mereka sebagai makhluk makhluk Allah SWT., umat Islam cuma dapat meminta pertolongan kepada Allah SWT. semata.

Dengan mengimani keberadaan malaikat, umat Islam terhitung sadar bahwa tugas-tugas dan kewajiban yang dilakukan malaikat terlalu dekat dan berkenaan bersama kehidupan manusia. Dengan sadar hal itu, umat Islam dapat sadar untuk mengerjakan amalan-amalan yang dihindari dan didoakan malaikat atas perintah Allah SWT. Di antara amalan-amalan berikut adalah

Mengerjakan ibadah pada malam Lailatul Qadar.
Membaca Al-Quran dan berzikir kepada Allah SWT..
Mengajarkan kebajikan.
Menuntut pengetahuan yang bermanfaat.
Berjalan menuju masjid.
Mengerjakan salat berjamaah pada saf yang pertama.
Hadir lebih awal dikala mengerjakan salat Jumat.
Memberikan sedekah dan infak di dalam kebaikan.
Mengerjakan ibadah haji dan wukuf di Arafah.
Mengucapkan salawat kepada Nabi Muhammad saw.
Mengunjungi orang sakit.
Tidur di dalam keadaan berwudhu.
Begitu pula sebaliknya, bersama beriman kepada malaikat, umat Islam dapat menjauhi amalan-amalan yang dilaknat dan dijauhi oleh malaikat atas perintah Allah SWT. Di antara amalan-amalan berikut adalah

Hidup di dalam kekafiran.
Melindungi orang yang mendustakan ajaran agama.
Mencaci maki teman baik Nabi Muhammad saw.
Mengacung-acungkan besi kepada saudaranya bersama tujuan menakut-nakuti.
Mengerjakan kemaksiatan di di dalam rumah layaknya mabuk-mabukan.
Meletakkan anjing dan patung di di dalam rumah.
Dengan mengerjakan dan menjauhi dua macam kelakuan diatas, umat Islam dapat semakin jadi tambah kuat keimanannya kepada Allah SWT. Pada akhirnya, hal itu mengangkat derajat manusia itu sendiri. AMIN…

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/