Hak Asasi Manusia (HAM): Pengertian, Menurut Undang-Undang, Secara Umum
Posted on: May 29, 2019, by : g3wgj

Hak Asasi Manusia (HAM): Pengertian, Menurut Undang-Undang, Secara Umum

Hak Asasi Manusia ialah pokok-pokok ethical atau norma-norma, yang merumuskan standar khusus berasal dari sifat manusia, dan dilindungi dengan sistematis sebagai hak-hak hukum didalam hukum kota dan internasional. Mereka ialah perihal yang telak sebagai hak-hak basic “yang seseorang secara intrinsik berhak karena dia merupakan manusia, “dan yang” menempel pada semua manusia ” terlepas berasal dari bangsa, lokasi, bahasa, agama, asal-usul kesukuan atau status lainnya. Ini berlaku di mana-mana dan pada setiap kali didalam makna yang luas , dan ini setingkat yang berarti yang serupa bagi setiap orang. HAM memerlukan tenggang rasa dan keputusan hukum dan mengharuskan kewajiban pada orang untuk menghormati hak asasi manusia berasal dari orang lain. Mereka tidak mesti direnggut melainkan sebagai hasil berasal dari sistem hukum berdasarkan kondisi tertentu; contohnya, hak asasi manusia barangkali juga kebebasan berasal dari penjara melanggar hukum , penyiksaan, dan eksekusi.

Secara etimologis, hak asasi manusia terwujud berasal dari tiga suku kata: hak, asasi, dan manusia. Dua kata pertama, hak dan asasi berasal berasal dari bhs Arab, selagi kata manusia yaitu kata didalam Bahasa Indonesia. Kata haqq ialah wujud tunggal berasal dari kata huquq. Kata haqq ialah wujud tunggal berasal dari kata huquq. Kata haqq diambil berasal dari akar kata haqqa, yahiqqu, haqqaan yang berarti benar, nyata, pasti, selamanya dan wajib. Apabila disebut yahiqqu ‘alaika an taf’ala kadza, yang berarti anda mesti atau mesti melaksanakan seperti ini. Adapun kata asasiy berasal berasal dari akar kata assa, yaussu, asasaan yang berarti membangun, mendirikan dan meletakkan. Kata asas didalam wujud tunggal berasal dari kata usus yang yang berarti asal, esensial, asas, pangkal, basic berasal dari segala sesuatu. Dengan begitu kata asasi diambil ke didalam Bahasa Indonesia yang berarti berbentuk basic atau pokok.

Dalam Bahasa Indonesia, HAM berarti sebagai hak-hak paling basic atau pokok pada diri manusia. Sebutan ini, meskipun secara literal tidak serupa perkataannya, dengan begitu memiliki pemaknaan yang relatif sama. Contohnya, huququl insane (Arab); human rights (Inggris); droits de l’homme (Perancis); menschenrechte (Belanda/Jerman), derechos humanos (Spanyol); direitos humanos (Brazil); diritti umani (Italia) dan lain-lain.
Pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) Secara Umum
Hak asasi manusia secara lazim merupakan hak-hak basic yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugrah Tuhan yang diangkat sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai anugrah berasal dari Tuhan kepada makhluknya ciptaannya, hak asasi tidak sanggup diputuskan berasal dari keberadaan pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak sanggup dikeluarkan oleh sebuah kekuasaan atau oleh alasan-alasan lainnya, jika perihal itu terjadi maka manusia kehilangan harga diri yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan.

Hak asasi Manusia merangkum hak hidup, hak kebebasan, hak kemerdekaan, hak milik dan juga hak-hak basic yang lainnya yang menyatu pada diri manusia, hak selanjutnya tidak sanggup diganggu gugat oleh orang lain. Pada dasarnya hak asasi manusia tidak hanya berasal dari manusia itu sendiri melainkan berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran dapat hak asasi manusia itu sudah ada sejak manusia dilahirkan karena hak asasi manusia itu ialah hak kodrati yang menyatu pada diri manusia.
Pengertian HAM Menurut UUD Republik Indonesia Tahun 1945
Hak Asasi Manusia (HAM) diatur ddi alam pasal 28A sampai dengan 28J Undang-Undang Dasar Republik Indonesia th. 1945. Adapun perihal yang ditelaah didalam setiap pasal adalah sebagai berikut
Pasal 28A menyesuaikan berkenaan hak hidup
Setiap orang berhak untuk hidup dan juga berhak menjaga hidup dan kehidupannya.

Pasal 28B menyesuaikan berkenaan hak berkeluarga
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan lewat perkawinan yang sah.(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan juga berhak atas perlindungan berasal dari kekerasan dan diskriminasi.

Pasal 28C menyesuaikan berkenaan hak memeroleh pendidikan
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri lewat pemenuhan keperluan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh kegunaan berasal dari ilmu ilmu dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan mutu hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya didalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Pasal 28D menyesuaikan berkenaan kepastian hukum
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil dan juga perlakuan yang serupa dihadapan hukum. (2) Setiap orang berhak untuk bekerja dan juga mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak didalam interaksi kerja. (3) Setiap warga negara berhak memperoleh peluang yang serupa didalam pemerintahan. (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Pasal 28E menyesuaikan berkenaan kebebasan beragama
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, pilih pendidikan dan pengajaran, pilih pekerjaan, pilih kewarganegaraan, pilih daerah tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, dan juga berhak kembali.(2) Setiap orang atas kebebasan yakin kepercayaan, menunjukkan anggapan dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28F menyesuaikan berkenaan komunikasi dan informasi
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, dan juga berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan mengemukakan informasi dengan manfaatkan segala type saluran yang tersedia.

Pasal 28G menyesuaikan Hak perlindungan diri
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, dan juga berhak atas rasa safe dan perlindungan berasal dari ancaman kegelisahan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.(2) Setiap orang berhak untuk bebas berasal dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik berasal dari negara lain.

Pasal 28h menyesuaikan kesejahteraan dan mendapat jaminan sosial
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat dan juga berhak memperoleh layanan kesehatan.(2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh peluang dan kegunaan yang serupa guna capai persamaan dan keadilan.(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik selanjutnya tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

Pasal 28I menyesuaikan hak-hak basic asasi manusia
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan anggapan dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk dianggap sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas basic hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak sanggup dikurangi didalam kondisi apa pun.(2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang berbentuk diskriminatif atas basic apa pun dan berhak memperoleh perlindungan pada perlakuan yang berbentuk diskriminatif itu.(3) Identitas budaya dan hak penduduk tradisional dihormati cocok dengan pertumbuhan zaman dan peradaban.(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, khususnya pemerintah. (5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan komitmen negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan didalam keputusan perundangan-undangan.

Pasal 28J menyesuaikan berkenaan penghormatan HAM
(1) Setiap orang mesti menghormati hak asasi manusia orang lain didalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(2) Dalam mobilisasi hak dan kebebasannya, setiap orang mesti tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud hanya untuk menjamin pengakuan dan juga penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban lazim didalam suatu penduduk demokratis.

Sesuai dengan pertumbuhan jamannya sampai saat ini hak-hak asasi manusia merangkum beberapa bidang ialah sebagai selanjutnya :
Hak-hak Asasi Pribadi (personal rights), yaitu meliputi kebebasan menunjukkan pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, dan sebagainnya.
Hak-hak Asasi Ekonomi (property rights), yaitu hak untuk memiliki, membeli, dan menjual, dan juga manfaatkan sesuatu.
Hak-hak Asasi Politik (political rights), yaitu hak turut dan juga didalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan pilih didalam suatu pemilu), hak untuk mendirikan parpol, dan sebagainya.
Hak-hak Asasi untuk memperoleh perlakuan yang serupa didalam hukum dan pemerintahan (rights of legal aquality).
Hak-hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (sosial and cultural rights), yaitu meliputi hak untuk pilih pendidikan, hak untuk mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.
Hak-hak Asasi untuk memperoleh perlakuan tata langkah peradilan dan perlindungan (procedural rights). Misalnya, keputusan didalam perihal penahanan, penangkapan, penggeledahan, peradilan dan sebagainya.
Demikianlah pembahasan berkenaan Hak Asasi Manusia (HAM): Pengertian, Menurut Undang-Undang, Secara Umum. Semoga bermanfaat!

Baca juga :