Pengertian Daur Air (Siklus Hidrologi)
Posted on: May 14, 2019, by : g3wgj
Pengertian Daur Air (Siklus Hidrologi)

Pengertian Daur Air (Siklus Hidrologi) – Dalam hal ini, air adalah kebutuhan dasar yang diperlukan bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Perubahan musim air bisa datang dan pergi.

Inilah yang disebut siklus air. Nah, kalau begitu mari kita bahas terjadinya siklus udara, tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh, kita terlebih dahulu mempertimbangkan pengertian siklus air.

Memahami Siklus Air

Siklus air juga dikenal sebagai siklus hidrologi, yang berarti bahwa sirkulasi air dari atmosfer ke bumi kemudian kembali ke atmosfer. Dalam siklus ini perlu melalui banyak tahap, seperti kondensasi, presipitasi, kemudian penguapan dan transpirasi.

Seperti yang Anda tahu, bumi adalah planet yang permukaannya terdiri dari air dan bumi. Dari kejauhan jelas bahwa perairan jauh lebih luas dari daratan. Sumber air di bumi itu sendiri sangat beragam, mulai dari sungai, danau, lautan, mata air, dan sebagainya. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa banyak orang tertarik pada siklus hidrologi.

Fungsi Air

Semua organisme membutuhkan air untuk kehidupan mereka. Tumbuhan membutuhkan air untuk fotosintesis. Fotosintesis digunakan oleh organisme lain seumur hidup. Orang dan hewan membutuhkan air untuk diminum. Air merupakan komponen penting dalam transfer zat seperti N, S, P dalam siklus biogeokimia. Fitur air meliputi:

  • Sebagai pelarut
  • Pengatur suhu tubuh
  • Regulator tekanan osmotik sel
  • Sarana pengangkutan zat dalam tubuh (darah)
  • Bahan baku untuk fotosintesis
  • Untuk orang-orang; air minum, mandi, cuci, irigasi, pembangkit listrik dan pariwisata.

Perhatikan skema siklus air di bawah ini.

Proses penguapan (evaporasi) / transpirasi – suatu keadaan di mana air di laut, di darat, di sungai, tanaman, dll., Kemudian menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian berubah menjadi awan. Dalam keadaan saturasi uap air (awan), ia akan menjadi bintik-bintik air, yang kemudian jatuh (presipitasi berupa hujan, salju, es).

Dalam meteorologi, presipitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor, yang merupakan fenomena atmosfer) adalah produk kondensasi uap air di atmosfer. Ini terjadi ketika atmosfir jenuh, dan kemudian air mengembun dan meninggalkan larutan.

Kondensasi atau kondensasi adalah perubahan bentuk suatu benda menjadi bentuk yang lebih padat, seperti gas (uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan dalam cairan, tetapi juga dapat terjadi ketika uap adalah pendingin terkompresi. Cairan uap kondensasi disebut kondensat.

Pemanasan air laut dengan sinar matahari adalah kunci dari proses siklus hidrologi, yang dapat berlanjut tanpa gangguan. Air menguap, lalu jatuh dan turun seperti hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (hujan es), gerimis hujan atau kabut.

Jenis dan Tahapan Proses Siklus Air

1. Siklus pendek / Siklus kecil

  • Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  • Terjadi kondensasi dan pembentukan awan.
  • Hujan turun di permukaan laut

2. Siklus air rata-rata

  • Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  • Terjadi penguapan
  • Uap bergerak turun melawan angin ke bumi
  • Pembentukan awan
  • Hujan jatuh di permukaan bumi
  • Air mengalir menuruni sungai ke laut lagi.

3. Long cycle / Big cycle

  • Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  • Uap air mengalami sublimasi
  • Pembentukan awan yang mengandung kristal es
  • Awan bergerak oleh angin ke tanah.
  • Pembentukan awan
  • Salju
  • Suite Gletsarskaya
  • Cari gletser dari sungai
  • Air mengalir di sungai ke darat, dan kemudian ke laut

Dengan demikian, diskusi tentang definisi “siklus air” dalam ilmu biologi dan (proses munculnya), saya harap, dengan ulasan ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi Anda semua, terima kasih banyak atas kunjungan Anda.

Baca Juga :