Month: February 2019

Menjelang Datangnya Islam Di Nusantara

Menjelang Datangnya Islam Di Nusantara

Menjelang Datangnya Islam Di Nusantara
Menjelang Datangnya Islam Di Nusantara

A.Disintergrasi Politik

Islam datang ke Indonesia pada saat ketika pusat-pusat kekuasaan Hindu mulai mengalami kemunduran. Awal kedatangan islam sekitar abad ke-12 dan ke-13 Sriwijaya  sebagai pusat kekuasaan Hindu di Indonesia bagian barat mulai menunjukan tanda- tanda kemerosotan. Demikian pula islam mengalami mulai berkembang secara luas sekitar abad ke-15 kerajaan Majapahit sebagai pusat kerajaan hindu di indonesia bagian timur sudah menghadapi saat-saat keruntuhan.

1.Di Masa Kerajaan Sriwijaya

kemunduran kerajaaan Sriwijaya dimulai sejak dari serangan Colamandala pada abad ke-11. Colamandala melakukan serangan 3 kali terhadap Sriwijaya; serangan pertama tahun 1023 Rajendra Coladewa menyerbu Kadaram (Kataha), serangan kedua pada tahun 1030 dan ketiga pada tahun 1068.
Politik Nusantara dari Raja-Raja Jawa juga ikut mempercepat runtuhnya kerajaan Sriwijaya. Hal tersebut berdampak; Sriwijaya mulai melemah kekuasaan politik dan ekonominya serta banyak daerah-daerah yang menyatakan diri untuk lepas dari kerajaan tersebut. Kelemahan tersebut memberikan kesempatan Islam untuk berkembang dan selanjutnya tumbuh menjadi kekuasaan politik.

2.Di Masa Kerajaan Majapahit

Agama islam datang dan memasuki pulau Jawa pada saat Majapahit berkembang menuju puncak kekuasaannya. Pertumbuhan dan berkembanganya agama Islam di Majapahit terutama di daerah pesisir diperkirakan erat dengan hubungannya dengan kerajaan-kerajaan Islam. Majapahit memandang perkembangan Islam tersebut bukan sebagai ancaman politik yang membahayakan, malahan Majapahit bersikap toleran terhadap Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya makam-makam Islam di dekat Ibu Kota Majapahit sendiri. Proses islamisasi hingga terbentuk politik baru setelah pusat Majapahit menunjukan kelemahan-kelemahan. Meninggalnya Gadjah Mada pada 1364 dan tidak lama kemudian disusul dengan meninggalnya Raja Hayam Wuruk pada 1389 mulai menggoncang kekuasaan pusat Majapahit. Terjadi pemberontakan dan perebutan kekuasaan di kalangan keluarga itu sendiri membuat Majapahit semakin rapuh. Akhirnya kekacauan akibat perang Paregreg (1401-1406) mengantarkan Majapahit kepada keruntuhannya.
Disintergrasi kekuasaan pusat dari struktur memiliki hierarki piramida seperti halnya kerajaan Majapahit dapat mengalikan supremasi kepada kekuasaan lain sehingga timbul kekuasaan-kekuasaan baru.

B.Degenerasi Sosial-Budaya

Merosotnya kekuasaan pusat-pusat kerajaan Indonesia Hindu seperti Sriwijaya dan Majapahit berpengaruh besar kepada kehidupan ekonomi dan sosial-budaya. Perang berkepanjangan dan pemberontakan serta perebutan kekuasaan berdampak pada kemunduran perekonomian negara dan rakyat.  Rakyat tidak bisa mengarap sawahnya karena harus pergi berperang. Perahu yang seharusnya untuk berdagang justru digunakan untuk mengangkut tentara. Perekonomian golongan bangsawan juga menjadi sangat merosot, karena perang jelas hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan bahan-bahan keperluan hidup. Kemunduran dibidang ekonomi juga berdampak pada kemunduran di bidang budaya. Karena tidak ada biaya lagi untuk merawat bangunan-bangunan suci, wihara-wihara. Dalam masa krisis kepercayaan dalam situasi yang kacau datanglah Islam menjadi harapan baru bagi kedudukannya sebagai pribadi manusia dan karena islam mememiliki daya tarik tersendiri.
Agama islam tidak mengajarkan bahwa raja adalah titisan dewa. Maka dengan sendirinya tidak di bangun candi sebagai makam raja. Yang mematikan seni pahat dan seni bangunan ialah larangan dalam agama islam untuk membuat gambar (arca) orang hidup. Seni pahat hanya terbatas pada seni hias ( ornamentik) saja. Dalam pengertianya itulah maka datangnya Islam pada hakikatnya berarti mengakhiri kerajaan Indonesia Hindu.
Baca Artikel Lainnya:

Meneruskan Politik Ekspansi Senopati (Kerajaan Mataram)

Meneruskan Politik Ekspansi Senopati (Kerajaan Mataram)

Meneruskan Politik Ekspansi Senopati (Kerajaan Mataram)
Meneruskan Politik Ekspansi Senopati (Kerajaan Mataram)

Kerajaan Mataram

Sepeninggalan 1601 Senapati telah berhasil meletakan dasar-dasar kekuasaan Mataram atas Jawa Tengah dan sebagian besar Jawa Timur. Tetapi kekuasaan Mataram di Jawa Timur belum mantap benar. Polarisasi kekuasaan antara pesisir dengan pedalaman yang terjadi sejak runtuhnya Majapahit berkembang menjadi konflik politik yang berkepanjangan, terlebih lagi setelah kekuasaan politik Jawa berpusat di pedalaman, di Pajang dan Mataram.

Stabilitas kekuasaan pemerintah

pusat atas daerah-daerah pesisir tersebut sangat bergantung kepada kekuatan pemerintahan pusat. Hal tersebut berakibat terjadinya pasang-surut kekuasaan pemerintahan pusat yang berimbas; setiap kali daerah-daerah pesisir ditaklukan, daerah dipesisir itu berusaha untuk melepaskan diri dan bertindak merdeka, sehingga pemerintahan pusat harus memerangi kembali agar bisa meletakan hegemoni kekuasaannya.

Perang yang terus berkobar sejak Sultan Trenggana sampai Sultan Agung tidak saja menghancurkan perdagangan di daerah-daerah pesisir, tetapi juga menguras habis tenaga-tenaga agraris di daerah pedalaman. Dari segi-ekonomi politik ekspansi Mataram sebenarnya mengandung aspek-aspek “ penghancuran diri”, tetapi apabila di pandang dari segi sosial-kultural memiliki dampak jangka panjang yang mendukung proses intergrasi, yakni semakin tersebarnya dan diterimanya pola-pola kebudayaan Keraton Mataram.

Politik ekspansi Senapati

dilanjutkan oleh pengganti-penggantinya, yakni Mas Jolang dan lebih-lebih oleh Sultan Agung.

Mas Jolang atau Panembahan Krapyak (seda-ing-krapyak) (1601-1613) lebih banyak menggunakan waktu untuk mempertahankan daerah-daerah taklukannya yang diwariskan oleh ayahnya, dikarenakan saat-saat pergantian tahta senantiasa digunakan oleh daerah-daerah vassal untuk memberontak dan berusaha melepaskan diri.

Awalnya pemberontakan-pemberontakan

terhadap Mas Jolang, berasal dari kalangan keluarga dinasti sendiri, yakni dari pangeran Puger di Demak dan dari Pangeran Jayaraga di Panaraga. Persoalan internal dikalngan keluarga raja itu senantiasa tampil kepermukaan sepanjang sejarah kerajaan Mataram, sehingga berdampak pada stabilitas politik hingga menjadi krisis besar yang berakhibat terjadinya perpecahan dan pembagian kerajaan. Persoalan tersebut sudah menjadi interik Intern  yang mengundang datangnya intervensi kekuasaan asing (Voc- Belanda) yang merongrong terhadap kedaulatan dan kekuasaan Mataram.

Pemberontakan pangeran Puger terjadi 1602-1605, yang dikarenakan pangeran Puger merasa lebih berhak atas tahta kerajaan daripada adiknya itu. Pangeran Puger mendapat dukungan dari Dipati Gending dan Panjer dari Jawa Timur. Namun pemberontakan yang dilakukannya tersebut pada akhirnya gagal, kedua adipati tersebut gugur dan pangeran Puger dapat ditangkap yang kemudian diasingkan ke Kudus dalam keadaan yang menyedihkan.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-editorial/)

Pemberontakan pangeran Jayaraga dari Panaraga terjadi 1608. Namun pemberontakan tersebut tidak begitu membahayakan, tetapi dapat mengancam kesatuan kerajaan. Kegagalan yang dialami yakni; sebelum terjadi bentrokan dia  berhasil ditawan dan dibuang ke Nusakambangan.

Mas Jolang 1610

melakukan penyerangan terhadap Surabaya, tetapi hanya sebatas penghancuran daerah sekelilingnya Kota Surabaya saja. Karena sebenarnya serangan langsung ke kota Surabaya hampir tidak bisa dilakukan, masalahnya ada tembok tebal serta adanya rawa-rawa yang menjadi penghalang utama. Ekspedisi militer ke Surabaya dilakukan beberapa kali yakni; penyerangan ke Gresik dan Jaratan, yang keduanya terletak pada hilir Bengawan Sala. Dalam Kronik-kronik Jawa penyerangan tersebut tidak menyebutkan sama sekali adanya perampasan maupun perampokan. Justru kronik-kronik tersebut memuji-muji Mas Jolang sebagai raja yang gagah berani. Seperti halnya setiap peperangan lainnya, penyerangan ke Gresik dan Jaratan dilakukan pada musim kemarau, di bulan September 1613.

Tahapan Penelitian Sejarah

Tahapan Penelitian Sejarah

Tahapan Penelitian Sejarah
Tahapan Penelitian Sejarah

1. Heuristik

Heuristik berasal dari kata ‘Yunan’ i, heuriskein; artinya menemukan. Heuristik, maksudnya adalah tahap untuk mencari, menemukan, & mengumpulkan sumber- sumber berbagai data guna dapat mengetahui segala bentuk peristiwa / kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan topik / judul penelitian.
Untuk melacak sumber itu, sejarawan harus dapat mencari di berbagai dokumen baik melalui metode kepustakaan / arsip nasional. Sejarawan dapat juga mengunjungi situs sejarah / melakukan wawancara guna melengkapi data sehingga diperoleh data yang lengkap & baik, sehingga dapat menunjang terwujudnya sejarah yang mendekati kebenaran. Masa lampau yang begitu banyak periode & banyak bagian-bagiannya (seperti politik, ekonomi, serta sosial- budaya) memiliki sumber data yang beraneka ragam sehingga perlu adanya klasifikasi data dari banyaknya sumber.(http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)
Dokumen- dokumen yang berhasil dihimpun merupakan data yang berharga, Dokumen dapat menjadi dasar untuk menelusuri peristiwa-peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lalu. Menurut sifatnya ada dua; yaitu sumber primer & sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber yang di buat pada saat peristiwa terjadi; seperti dokumen laporan kolonial. Sumber primer di buat oleh tangan pertama, sementara sumber sekunder merupakan sumber yang sumber primernya sebagai sumber utama. Jadi, di buat oleh tangan / pihak kedua. Misal seperti; buku, skripsi, dan tesis.
Apabila kita mendapatkan sumber tertulis, kita akan mendapatkan sumber tertulis se-zaman & setempat yang memiliki kadar kebenaran yang relatif tinggi, dan sumber tertulis tidak se-zaman & tidak setempat yang memerlukan kejelian para penelitinya. Dari sumber yang ditemukan itu; sejarawan  dapat melakukan penelitian. Tanpa adanya sumber, sejarawan akan mengalami kesulitan menemukan jejak-jejak sejarah kehidupan manusia. Untuk sumber lisan; pemilihan sumber didasarkan pada pelaku / saksi mata suatu kejadian. Narasumber lisan yang hanya mendengar / tidak hidup se-zaman dengan peristiwa tidak bisa dijadikan narasumber lisan.
 

2. Verifikasi

Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber- sumber sejarah, verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebenaran laporan; tentang suatu peristiwa sejarah. Penilaian terhadap sumber- sumber sejarah menyangkut aspek intern & ekstern. Aspek intern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber tersebut dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Aspek ekstern mempersoalkan apakah sumber tersebut asli / palsu sehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut, misal; waktu pembuatan dokumen, bahan, / materi dokumen. Dalam hal ini, aspek intern berupa proses analisis terhadap suatu dokumen. Aspek ekstern harus bisa menjawab pertanyaan- pertanyaan berikut;
1.Apakah sumber itu merupakan sumber yang dikehendaki (autentitas)?
2.Apakah sumber itu asli / turunan (orisinalitas)?
3.Apakah sumber itu masih utuh / sudah di ubah (soal integritas)?
Apabila  dipastikan bahwa sumber itu merupakan sumber yang benar diperlukan dalam bentuk asli & masih utuh, maka dilakukan kritik intern. Kritik intern dilakukan guna membuktikan bahwa informasi yang terkandung di dalam sumber dapat di percaya, dengan penilaian intrinsik terhadap sumber & dengan membandingkan kesaksian- kesaksian berbagai sumber.
Langkah pertama dalam penelitian intrinsik adalah menentukan sifat sumber (apakah resmi/formal/tidak resmi/informal). Dalam penelitian sejarah; sumber tidak resmi/informal dinilai lebih berharga daripada sumber resmi sebab sumber tidak resmi bukan dimaksudkan, di baca orang banyak (untuk kalangan bebas) sehingga isinya bersifat apa adanya, terus terang, tidak banyak yang disembunyikan, & objektif.
Langkah kedua dalam penilaian intrinsik adalah menyoroti penulis sumber tersebut sebab dia yang memberikan informasi yang dibutuhkan. Pembuatan sumber harus dipastikan bahwa kesaksiannya dapat di percaya. Karena itu, harus mampu memberikan kesaksian yang benar & harus dapat menjelaskan mengapa ia menutupi (merahasiakan) suatu peristiwa / sebaliknya melebih-lebihkan karena ia berkepentingan didalamnya.
Langkah ketiga dalam penelitian intrinsik adalah membandingkan kesaksian dari berbagai sumber dengan menjajarkan kesaksian para saksi yang tidak berhubungan satu & yang lain (independent witness) sehingga informasi yang diperoleh objektif. Misalnya adalah terjadinya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.
 

3. Interpretasi

Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah & merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis & masuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa / memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa. Sejarah sebagai suatu peristiwa dapat diungkap kembali oleh para sejarawan melalui berbagai sumber; baik berbentuk data, dokumen perpustakaan, buku, berkunjung ke situs-situs sejarah maupun wawancara, sehingga dapat terkumpul & mendukung dalam proses interpretasi. Dengan demikian setelah kritik selesai maka langkah berikutnya adalah melakukan interpretasi / penafsiran & analisis terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber.
Interpretasi dalam sejarah adalah penafsiran terhadap suatu peristiwa; fakta sejarah; & merangkai suatu fakta dalam kesatuan yang masuk akal. Penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya dapat disusun & dihubungkan menjadi satu kesatuan yang masuk akal.
Bagi kalangan akademis agar dapat menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif; harus dihindari penafsiran yang semena-mena, karena umumnya cenderung bersifat subjektif. Selain itu, interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para akademisi juga di tuntut untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan. Proses interpretasi juga harus bersifat selektif sebab tidak mungkin semua fakta dimasukkan ke dalam cerita sejarah, sehingga harus di pilih yang relevan dengan topik yang ada & mendukung kebenaran sejarah.

4. Historiografi

Historiografi adalah penulisan sejarah & merupakan tahap terakhir dari kegiatan penelitian untuk penulisan sejarah. Menulis kisah sejarah bukan sekadar menyusun & merangkai fakta-fakta hasil penelitian; melainkan  menyampaikan suatu pikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta hasil penelitian. Jadi menulis sejarah memerlukan kecakapan serta kemahiran. Historiografi merupakan rekaman tentang segala sesuatu yang dicatat sebagai bahan pelajaran tentang perilaku yang baik. Sesudah menentukan judul, mengumpulkan bahan-bahan / sumber serta melakukan kritik & seleksi, maka mulailah menuliskan kisah sejarah. Ada tiga bentuk penulisan sejarah berdasarkan ruang & waktu.
  • Penulisan sejarah tradisional. Kebanyakan karya ini kuat dalam hal genealogi; tetapi tidak kuat dalam hal kronologi dan detail biografis. Tekanan penggunaan sejarah sebagai bahan pengajaran agama.serta adanya kingship (konsep mengenai raja); pertimbangan kosmologis; & antropologis lebih diutamakan daripada keterangan dari sebab akibat.
  • Penulisan sejarah kolonial: Penulisan ini mempunyai ciri nederlandosentris (eropasentris); tekanannya pada aspek politik & ekonomi serta bersifat institusional.
  • Penulisan sejarah nasional: Penulisannya menggunakan metode ilmiah secara terampil dengan tujuan; untuk kepentingan nasionalisme.

Cara Jabar Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Pelajari Kitab Kuning

Cara Jabar Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Pelajari Kitab Kuning

 

Cara Jabar Tumbuhkan Minat Generasi Milenial Pelajari Kitab Kuning

BANDUNG

Pemda Provinsi Jawa Barat menggelar Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2018. Event ini diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi milenial untuk mempelajari Kitab Kuning.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Asisten Bidang Pemerintahan

Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Setda Prov. Jabar) Dady Iskandar, Plt. Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Prov. Jabar Sonny Samsu Adisudarma, dan Kepala Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jabar Abubakar Shidiq, membuka secara resmi MQK Jabar 2018 di Balai Asri Pusdai, Jl. Diponegoro No. 63, Kota Bandung, Senin malam (10/12/18).

Tak hanya menjadi ajang silaturahim diantara pesantren

MQK juga diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari Kitab Kuning. Uu menilai generasi muda saat ini kurang tahu tentang pesantren dan Kitab Kuning.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat anak muda untuk belajar Kitab Kuning di pesantren Salafiyah,” harap Uu ditemui usai acara pembukaan. “Karena akhir-akhir ini pesantren Salafiyah seperti sudah menurun jumlah muridnya,” tambahnya.

Para peserta MQK

Para peserta MQK merupakan para santri yang berasal dari pesantren di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ada tiga kategori yang dipertandingkan, yaitu Musabaqah Tilawatil Kutub, Hafidzul Kutub, dan Pidato Berbahasa Indonesia.

Kitab Kuning merupakan bagian dari literatur keilmuan Islam yang menyimpan warisan khazanah intelektual yang sangat kaya. Kitab ini membahas mulai dari persoalan yang mendasar hingga persoalan prinsipil seperti, dogma, hukum Islam hingga ketatanegaraan.

Selain itu, di dalam Kitab Kuning terdapat tradisi akademik yang seringkali menghadirkan berbagai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang. Dimana masing-masing pandangan itu memiliki dasar argumennya masing-masing, kemudian muncul sebuah kesimpulan. Tradisi akademik seperti ini diyakini akan mampu menumbuhkan pandangan keagamaan yang moderat.

MQK gelaran pertama ini dilaksanakan mulai 10-13 Desember 2018

Tak tanggung-tanggung, untuk para pemenang tidak hanya akan mendapat uang pembinaan, tapi ada juga hadiah lain yaitu mobil, sepeda motor, hingga Umroh.

 

Artikel Terkait:

Bogor Raih Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 Ombudsman

Bogor Raih Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 Ombudsman

 

Bogor Raih Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 Ombudsman

Pemerintah Kota

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali meraih penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 dari Ombudsman Republik Indonesia atas kepatuhan terhadap standar pelayanan sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua Ombudsman RI, Prof. Amzulian Rifai kepada Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Kota Bogor Amik Herwidyastuti pada acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2018 di Auditorium TVRI Pusat, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Kabag Organisasi Setda Kota Bogor

Amik Herwidyastuti mengungkapkan, penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah pusat dan daerah terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Maksud dari kegiatan ini untuk mencegah terjadinya tindakan mal administrasi pada unit pelayanan publik pusat dan daerah dengan upaya pemenuhan komponen standar pelayanan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2009,” katanya.

Sedangkan tujuan penilaian kepatuhan ini untuk mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan. Yang dinilai dalam kegiatan tersebut antara lain 9 Kementerian, 4 lembaga, 16 Pemerintah Provinsi, 199 Pemerintah Kabupaten dan 49 Pemerintah Kota.

“Kota Bogor mendapat piagam penghargaan dengan kategori Predikat Kepatuhan Tinggi 2018. Nilai yang diperoleh adalah 86,49 dan berada di zona hijau,” sebut Amik. contoh report text singkat tentang hewan

Amik menambahkan

Tahun sebelumnya Pemkot Bogor berada di zona kuning dan tahun 2018 berada di zona hijau meski nilainya belum mencapai diatas 90. Namun hal ini membuktikan bahwa bagian Organisasi bisa memberikan pembinaan kepada 18 perangkat daerah di Pemkot Bogor.

Dengan berada di zona hijau diharapkan tahun depan bisa meningkatkan mutu pelayanan di perangkat daerah yang melaksanakan pelayanan publik.

Pelayanan publik di Kota Bogor

“Selaku pembina pelayanan publik di Kota Bogor kami akan selalu memonitor perangkat-perangkat daerah yang melaksanakan pelayanan publik, apakah indikator-indikator sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 25 tahun 2009 sudah dilaksanakan atau belum. Kalau belum kami dari bagian organisasi akan memberikan saran dan masukan kepada kepala OPD-nya,” jelas Amik.

Terima Bantuan Spontan Presiden Jokowi untuk Korban Puting Beliung di Bogor

Terima Bantuan Spontan Presiden Jokowi untuk Korban Puting Beliung di Bogor

 

Terima Bantuan Spontan Presiden Jokowi untuk Korban Puting Beliung di Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa prihatin dan berduka atas bencana angin puting beliung yang menerjang sebagian wilayah Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Walikota Bogor Bima Arya di sela Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank BJB di Aryaduta Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).

Menurut Bima

Presiden juga turut bersedih dan prihatin karena musibah tersebut merusak sedikitnya 1.821 unit rumah warga, kendaraan dan satu orang meninggal dunia. kata kata bijak bahasa inggris singkat

“Presiden Jokowi juga secara pribadi sudah mengirimkan bantuannya juga. Hari ini kami terima bantuan dari beliau. Secara pribadi sebesar Rp30 juta. Itu spontan saja dari beliau. Tapi saya kira akan ditindaklanjuti juga dengan bantuan pemerintah pusat secara resmi. Misalnya saja di hari ini juga dari Kementerian Sosial juga sudah masuk bantuan Rp228 juta,” ungkap Bima Arya.

Sebelumnya

pada Senin (10/12/2018) Pemerintah Kota Bogor sudah mencairkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar yang diambil dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Bantuan Sosial (Bansos). Anggaran tersebut dimaksimalkan untuk pemulihan pasca bencana dengan dipergunakan membeli material bangunan bagi rumah terdampak bencana.

Sambil menunggu pencairan lebih besar lagi

saya minta ke tim untuk dimaksimalkan dengan membuat skala prioritas. Ada 40 persen dari 1.821 rumah warga yang terdampak, merupakan kategori rusak berat,” terangnya.

“Yang paling penting, kebutuhan makan, obat-obatan dan logistik lainnya untuk para korban terlayani dengan baik sambil menunggu bantuan yang lebih besar lagi,” pungkas dia.

Terganggu dengan Masalah Tubuh Ini

Terganggu dengan Masalah Tubuh Ini

Terganggu dengan Masalah Tubuh Ini
Terganggu dengan Masalah Tubuh Ini

Masalah Tubuh Bisa Diatasi dengan Berolahraga

Jerawat yang meninggalkan “jejak” di kulit bisa jadi satu masalah kulit yang kamu khawatirkan. Oleh karena itu, kamu rajin banget mencari info mengenai cara menghilangkan noda bekas jerawat ketika si merah jambu mulai hadir di kulit wajah.

Perawatan wajah rutin tentu jadi solusi yang sering disarankan. Namun masih ada, lho, tips lain yang bisa kamu terapkan untuk dapatkan kulit bersih dan mulus, yaitu dengan berolahraga. Nggak cuma bisa jadi cara menghilangkan noda hitam bekas jerawat di wajah, olahraga juga dapat membantu mengatasi beberapa kondisi lain yang sering dialami oleh tubuh kamu. Penasaran apa saja? Berikut selengkapnya:

 

Berat badan berlebih.

Di usiamu saat ini, di samping mulai butuh info seputar cara menghilangkan noda bekas jerawat yang efektif, cara mengurangi berat badan berlebih mungkin mulai menyita perhatianmu juga. Hal ini wajar kok, sebab, penampilanmu memang nggak hanya dinilai dari kondisi kulit wajah, tetapi juga dari postur tubuh secara keseluruhan. Beruntung, olahraga bisa membantumu membakar lemak tubuh sehingga berat badanmu lebih terkontrol.

Daya tahan tubuh yang lemah.

Untuk cewek yang punya segudang aktivitas seru sepertimu, sakit tentu jadi sesuatu yang ‘nggak banget’ karena bisa membuatmu ketinggalan pelajaran atau nggak bisa hang out bareng teman-teman. Kabar baiknya, olahraga bisa membantumu memperkuat sistem imun melawan penyakit yang dapat mengganggu aktivitasmu.

Saat kamu aktif bergerak, sel darah putih yang berperan sebagai antibodi menyebar ke seluruh tubuh dengan lebih baik, sehingga dapat memerangi kuman penyebab penyakit dengan lebih optimal. Selain itu, peningkatan suhu tubuh saat berolahraga diketahui juga dapat menghambat perkembangan bakteri yang merugikan kesehatan.

Noda bekas jerawat.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, olahraga dapat menjadi cara menghilangkan noda bekas jerawat. Bagaimana caranya? Olahraga memperlancar sirkulasi darah dan metabolisme tubuh. Dua hal ini dapat mendorong proses regenerasi sel kulit sehingga kulitmu yang bernoda segera digantikan oleh kulit yang baru!

Nah, agar jejak-jejak si merah jambu di kulit pudar lebih cepat, jangan lupa untuk rutin bersihkan wajahmu dengan CLEAN & CLEAR® Acne Marks Cleanser ya. Dengan perpaduan Fast Acne Solution dan scrub, sabun cuci muka dari CLEAN & CLEAR® ini akan membantumu menghapus noda bekas jerawat di kulit lebih cepat.

Saat kulit wajah sudah kembali terbebas dari bekas jerawat

Kamu bisa mengoptimalkan perawatan wajah dengan menggunakan CLEAN & CLEAR® Daily Pore Cleanser agar #WajahSiapTampil-mu nggak terganggu oleh komedo. Dengan kandungan Salicylic Acid, Apple Extract, Micro Beads, dan PURERICE, sabun pembersih wajah dari CLEAN & CLEAR® ini bekerja dengan dua cara yakni membersihkan komedo dan membantu mengecilkan pori-pori sehingga kulit terasa lebih bersih, lembut, dan halus.

Baca Juga : 

KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN

KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN 

KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN
KEJENUHAN SISWA DALAM MENGIKUTI PELAJARAN

Pengertian Kejenuhan

Secara harfiah, arti jenuh ialah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh juga dapat berarti jemu atau bosan. Dalam belajar, disamping siswa sering mengalami kelupaan, ia juga terkadang mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar yang dalam bahasa psikologi disebut Learning Plateau atau Plateau (baca:pletou) saja. Peristiwa jenuh ini kalau dialami seorang siswa yang sedang dalam proses belajar (kejenuhan belajar) dapat membuat siswa tersebut merasa telah memubazirkan usahanya.

Kejenuhan dalam belajar ialah

Rentang waktu tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil (Reber, 1988). Seorang siswa yang mengalami kejenuhan belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada kemajuan. Tidak adanya kemajuan hasil belajar ini pada umumnya tidak berlangsung selamanya. Tetapi dalam rentang waktu tertentu saja, misalnya seminggu. Namun, tidak sedikit siswa yang mengalami rentang waktu yang membawa kejenuhan itu berkali-kali dalam satu periode belajar tertentu.

Seorang siswa yang sedang dalam keadaan jenuh

Sistem akalnya tidak dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru, sehingga kemajuan belajarnya seakan-akan “jalan di tempat” apabila kemajuan di jalan tempat ini kita gambarkan dalam bentuk kurva yang akan tampak adalah garis mendatar yang disebut plateau. Kejenuhan belajar dapat melanda seorang siswa yang kehilangan motivasi dan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum sampai pada tingkat keterampilan berikutnya. Teks Laporan Hasil Observasi

 

Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar

Kejenuhan belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi. Salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya (Chaplin, 1972). Selain itu, kejenuhan juga dapat terjadi karena proses belajar siswa telah sampai pada batas kemampuan jasmaniahnya karena bosan (boring) dan keletihan (fatigue). Namun, penyebab kejenuhan yang paling umum adalah keletihan yang melanda siswa, karena keletihan dapat menjadi penyebab munculnya perasaan bosan pada siswa yang bersangkutan.
Menurut Cross (1974) dalam bukunya The Psychology of Learning, keletihan siswa dapat dikategorikan menjadi tiga macam yakni:
1. Keletihan indera siswa
2. Keletihan fisik siswa
3. Keletihan mental siswa
Keletihan fisik dan keletihan indera dalam hal ini mata dan telinga pada umumnya dapat dikurangi atau dihilangkan lebih mudah setelah siswa beristirahat cukup terutama tidur nyenyak dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup bergizi. Sebaliknya, keletihan mental tak dapat diatasi dengan cara yang sederhana, cara mengatasi keletihan-keletihan lainnya. Itulah sebabnya, keletihan mental dipandang sebagai faktor utama penyebab munculnya kejenuhan belajar.
Ada empat penyebab keletihan mental siswa yakni:
1. Karena kecemasan siswa terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri.
2. Karena kecemasan siswa terhadap standar/patokan keberhasilan bidang-bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan mempelajari bidang-bidang studi.
3. Karena siswa berada ditengah-tengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut lebih banyak kerja intelek yang berat.

Sumber Hukum Adalah

Sumber Hukum Adalah

Sumber Hukum Adalah
Sumber Hukum Adalah

Sumber-sumber hukum adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan terbentuknya peraturan-peraturan. Peraturan tersebut biasanya bersifat memaksa. Sumber-sumber Hukum ada 2 jenis yaitu:
1. Sumber-sumber hukum materiil, yakni sumber-sumber hukum yang ditinjau dari berbagai perspektif.
2. Sumber-sumber hukum formiil, yakni UU, kebiasaan, jurisprudentie, traktat dan doktrin

Undang-Undang

ialah suatu peraturan yang mempunyai kekuatan hukum mengikat yang dipelihara oleh penguasa negara. ContohnyaUU, PP, Perpu dan sebagainya

Keputusan Hakim (yurisprudensi)

ialah Keputusan hakim pada masa lampau pada suatu perkara yang sama sehingga dijadikan keputusan para hakim pada masa-masa selanjutnya. Hakim sendiri dapat membuat keputusan sendiri, bila perkara itu tidak diatur sama sekali di dalam UU

 

Pendapat Para Ahli Hukum (doktrin)

Pendapat atau pandangan para ahli hukum yang mempunyai pengaruh juga dapat menimbulkan hukum. Dalam jurisprudensi, sering hakim menyebut pendapat para sarjana hukum. Pada hubungan internasional, pendapat para sarjana hukum sangatlah penting.

Ditinjau dari segi bentuknya, hukum dapat dibedakan atas :

a)Hukum Tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan-peraturan, dan

b)Hukum Tak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundangan (hukum kebiasaan). Contoh Teks Editorial Di Koran

Traktat
ialah perjanjian yang dilakukan oleh dua negara ataupun lebih. Perjanjian ini mengikat antara negara yang terlibat dalam traktat ini. Otomatis traktat ini juga mengikat warganegara-warganegara dari negara yang bersangkutan.

Kebiasaan
ialah perbuatan yang sama yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi hal yang yang selayaknya dilakukan. Contohnya adat-adat di daerah yang dilakukan turun temurun telah menjadi hukum di daerah tersebut.

3.Kodifikasi Hukum

 

Menurut teori ada 2 macam kodifikasi hukum, yaitu :

1.Kodifikasi Terbuka
Kodifikasi terbuka adalah kodifikasi yang membuka diri terhadap terdapatnya tambahan-tambahan diluar induk kodifikasi. Hal ini dilakukan berdasarkan atas kehendak perkembangan hukkum itu sendiri system ini mempunyai kebaikan ialah :
“ Hukum dibiarkan berkembang menurut kebutuhan masyarakat dan hukum tidak lagi disebut sebagai penghambat kemajuan hukum disini diartikan sebagai peraturan.”

2.Kodifikasi Tertutup
Adalah semua hal yang menyangkut permasalahannya dimasukkan ke dalam kodifikasi atau buku kumpulan peraturan.

 

Isi dari kodifikasi tertutup diantaranya :

a.Politik hukum lama

b.Unifikasi di zaman hindia belanda (Indonesia) gagal

c.Penduduk terpecah menjadi  3 yaitu:

1.Penduduk bangsa eropa

2.Penduduk bangsa timur asing

3.Penduduk bangsa pribadi (Indonesia)

d.Pemikiran bangsa Indonesia terpecah-pecah pula
e.Pendidikan bangsa Indonesia dibagi menjadi 2  yaitu :

1. Hasil Pendidikan barat
2. Hasil pendidikan timur

Unsur-unsur dari suatu kodifikasi :

a.Jenis-jenis hukum tertentu
b.Sistematis
c.Lengkap

Tujuan kodifikasi hukum tertulis untuk memperoleh :

a.Kepastian hukkum
b.Penyederhanaan hukum
c.Kesatuan hukum

Peranan Tumbuhan dan Hewan Bagi Kehidupan Manusia

Peranan Tumbuhan dan Hewan Bagi Kehidupan Manusia

Peranan Tumbuhan dan Hewan Bagi Kehidupan Manusia
Peranan Tumbuhan dan Hewan Bagi Kehidupan Manusia

Tumbuhan dan hewan mempunyai peran yang penting bagi manusia. Beberapa peranan tumbuhan dan hewan adalah sebagai berikut.

a. Sumber Pangan, Pakaian, Perumahan, dan Kesehatan

Makhluk hidup sebagai sumber pangan tidak diragukan lagi keberadaanya. Perhatikan makanan yang tersaji di meja makan.

Dari manakah kamu mendapatkan bahan makanan itu? Semua berasal dari makhluk hidup. Pakaian juga berasal dari makhluk hidup, misalnya sutera dan kapas.

Untuk mendirikan perumahan, kayu merupakan bahan dasar yang penting. Selain itu berbagai perabot rumah tangga juga dibuat dari kayu.

Saat ini sedang marak penggunaan obat tradisional yang berasal dari makhluk hidup sebagai alternatif pengobatan. Obat tradisional merupakan sumbangan berbagai makhluk hidup untuk kesehatan manusia.

b. Sumber Ekonomi

Bahan baku industri membutuhkan makhluk hidup sebagai bahan bakunya. Industri perkebunan, obat-obatan, kosmetika, makanan, dan minuman, merupakan contoh industri yang berkaitan erat dengan keberadaan makhluk hidup.

Selain itu banyak jenis-jenis makhluk hidup yangdapat dipanen dari alam atau hutan dan diperdagangkan langsung, misalnya rotan, umbi-umbian, hewan buruan, dan buah-buahan. Jadi keanekaragaman makhluk hidup merupakan sumber ekonomi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

c. Manfaat Ekosistem

Keanekaragaman makhluk hidup berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Contohnya tumbuhan di hutan tropis banyak menghasilkan oksigen dan menyerap banyak karbon dioksida dari udara.

Dikatakan bahwa hutan hujan tropis merupakan paru-paru dunia karena peranan pentingnya menjaga keseimbangan komposisi gas di udara.

Semakin beraneka ragam makhluk hidup yang terdapat pada suatu ekosistem, akan membuat ekosistem itu semakin stabil.

d. Manfaat Keilmuan

Keberadaan makhluk hidup berperan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Keanekaragaman makhluk hidup merupakan sumber plasma nutfah.

Keanekaragaman plasma nutfah diperlukan untuk menciptakan jenis-jenis tanaman atau hewan budidaya yang unggul.

Selain itu adanya keanekaragaman hayati memungkinkan untuk menemukan sumber alternatif bagi pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar manusia lainnya.

 

Baca Artikel Lainnya: