Kehidupan Bangsa Indonesia Masa Pendudukan Jepang
Posted on: January 10, 2019, by : g3wgj

Kehidupan Bangsa Indonesia Masa Pendudukan Jepang

kamu tahu berapa lama bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang? Ya! Selama 3,5 th. bangsa kita ini dijajah oleh bangsa Jepang. Kalau kamu telah membaca artikel-artikel peristiwa lainnya di blog ini, tentunya telah tahu terkecuali bangsa Jepang itu sangat licik dan sangat kejam memperlakukan masyarakat bangsa Indonesia. Kira-kira layaknya apa ya kehidupan bangsa Indonesia era pendudukan Jepang?

Pada artikel ini, bakal dibahas bagaimana suasana dan suasana kehidupan bangsa Indonesia didalam aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, militer, dan termasuk pendidikan.

ASPEK SOSIAL

Pemerintahan Jepang selagi itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Mungkin kamu telah sering dengar terkecuali romusha adalah sistem kerja yang paling kejam sepanjang bangsa Indonesia ini dijajah. Tetapi, pada awalnya pembentukan romusha ini mendapat sambutan baik lho dari rakyat Indonesia, justru banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun seluruh itu beralih ketika keperluan Jepang untuk berperang meningkat.

Pengerahan romusha jadi sebuah keharusan, lebih-lebih paksaan. Hal berikut menyebabkan rakyat kita jadi sengsara. Kamu bayangin aja, rakyat kita dipaksa membangun seluruh layanan perang yang ada di Indonesia. Selain di Indonesia, rakyat kita termasuk dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan layanan hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak lagi lagi ke kampung halaman dikarenakan telah meninggal dunia.

Selain romusha, Jepang termasuk membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari beragam Negara Asia layaknya Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa jadi Jugun Ianfu.

ASPEK BUDAYA

Pemerintahan Jepang dulu mencoba menerapkan kebudayaan berikan hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia lho! Dalam masyarakat Jepang, kaisar mempunyai tempat tertinggi, dikarenakan diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Nah, Jepang berupaya menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yakni Tuhan Yang Maha Esa mana barangkali setuju berikan hormat bersama membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

Dahulu, para seniman dan tempat pers kita tidak sebebas sekarang. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang sesudah itu digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman supaya karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan tempat pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.

ASPEK PENDIDIKAN

Sistem pendidikan Indonesia pada era pendudukan Jepang berbeda bersama era pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Pada era pendudukan Jepang, seluruh kalangan dapat terhubung pendidikan, tetapi era Hindia-Belanda, hanya kalangan atas (bangsawan) saja yang dapat mengakses. Akan tetapi, sistem pendidikan yang dibangun oleh Jepang itu memfokuskan pada keperluan perang. Meskipun kelanjutannya pendidikan dapat diakses oleh seluruh kalangan, tapi secara jumlah sekolahnya mengalami penurunan sangat drastis, dari semulanya 21.500 jadi 13.500.

ASPEK EKONOMI

Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa perlu untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari beragam lokasi Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad. Nah, wilayah-wilayah ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan lokasi yang masuk ke didalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.

Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berupaya untuk menjaga nilai gulden Belanda. Hal itu dikerjakan supaya harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang.

ASPEK POLITIK dan MILITER

Pada era pendudukan Jepang, pemerintah Jepang tetap mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Hal ini tahu berbeda dibandingkan pada era pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu golongan nasionalis tetap dicurigai. Golongan nasionalis berkenan bekerja sama bersama pemerintahan Jepang dikarenakan Jepang banyak melewatkan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, layaknya Soekarno, Hatta, dan termasuk Sjahrir.

Kenapa Jepang mengajak kerja sama golongan nasionalis Indonesia? Karena Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini mempunyai pengaruh besar pada masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, berjumpa bersama Hatta untuk perlihatkan bahwa Jepang tidak menghendaki menjajah Indonesia, melainkan menghendaki melewatkan bangsa Asia. Karena itulah Hatta mererima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak mererima tawaran kerja sama Jepang.

Namun, sesudah itu Jepang mengeluarkan undang-undang yang perihal pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. https://www.biologi.co.id/

Jadi begitulah Squad uraian bagaimana suasana bangsa kita dulu selagi berada di bawah penjajahan Jepang. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Jepang justru menyengsarakan rakyat kita. Selain itu, Jepang termasuk mempunyai cara-cara yang licik untuk menguasai sumber daya alam dan juga sumber daya manusia bangsa kita.