Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan kerak
Posted on: January 4, 2019, by : g3wgj
Faktor - faktor yang mempengaruhi pembentukan kerak

Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan kerak

Faktor - faktor yang mempengaruhi pembentukan kerak
Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan kerak

pH

pH → Titik jenuh kalsium karbonat, tergantung terutama pada pH air, temperatur tertentu dan konsentrasi TDS dapat dipertahankan sebesar 500 mg/L CaCOdalam larutan pada pH = 7, sedangkan air yang sama dapat mempertahankan hanya 14 mg/L CaCOdalam larutan, jika pH naik sampai 9,4.

Temperatur

Temperatur → Temperatur juga mempengaruhi titik jenuh, walaupun tidak sehebat pH. Kelarutan CaCOdalam air turun, jika temperatur naik. Kenaikan temperatur dalam pemanas air atau boiler, menimbulkan masalah besar dengan kerak.

TDS

TDS → kehadiran mineral lain di dalam air mempengaruhi kelarutan CaCO3, maka bila konsentrasi TDS naik, kelarutan CaCObertambah.

Korosifitas dan pembentukan kerak dapat diketahui dengan menghitung “Indeks Stabilitas” atau “Langelier Index (LI)” atau “saturation index (SI)” atau disingkat “LSI”. LI memberikan indikasi apakah air bersifat membentuk kerak atau melarutkan kalsium karbonat. Walaupun demikian LI bukan merupakan pengukuran potensial korosi atau pembentukan kerak secara pasti.

Sifat Kimia air memainkan peranan penting dalam keefektifan sumber perairan, sebagai aplikasi untuk mencegah kerak air. Ion kalsium tidak hilang dalam air (dalam hal ini, ion kalsium tidak terlarut dalam air, tetapi mengendap bersama partikel padat yang melewati sistem batuan tanpa meninggalkan kerak). Untuk proses yang efektif, air baku tidak harus mengandung ion kalsium yang banyak. Parameter ini dihitung sebagai Langlier’s Saturation Index. Langlier’s Saturation Index adalah suatu nilai hasil perhitungan yang digunakan untuk memprediksi stabilitas kalsium karbonat (CaCO3) dalam air.

Dengan batasan apakah ion kalsium (sebagai kalsium karbonat) dalam air akan mengendap, terlarut atau berada dalam kesetimbangan. LSI dapat digunakan untuk menetapkan persyaratan korosifitas air (efek Kalsium). Konsep LSI menggunakan pH air sebagai parameter utama, sehingga LSI dapat diinterpretasikan sebagai perubahan pH yang dibutuhkan untuk membawa air pada kesetimbangan.

Air dengan LSI lebih dari 1 dapat diartikan memiliki pH 1 unit lebih tinggi dari kebutuhan. Penurunan nilai pH sebanyak 1 unit akan membuat air menjadi setimbang. Hal ini terjadi karena sebagian besar total alkalinitas dipengaruhi CO32-penurunan pH, dibawah ini ganbaran dissosiasi asam karbonat

H2CO3 —–à HCO3 + H+

HCO3 —–à CO32- + H+

Jika LSI negatif : Tidak berpotensi terjadinya pengerakan, CaCO3 terlarut dalam air

Jika LSI positif : Kerak dapat terpentuk dan CaCO3 mungkin mengendap

Jika LSI 0 : Batas berpotensi terjadinya kerak. Kualitas air, perubahan temperatur, atau penguapan dapat merubah nilai LSI.

LSI memungkinkan digunakan sebagai indikator potensial pengerakan pada air pendingin (cooling water).

Perhitungan Langlier’s Saturation Index

  1. Sebelum memulai perhitungan nilai LSI, terlebih dahulu dilakukan pengecekan air untuk parameter kesadahan total (mg/L CaCO3), alkalinitas (mg/L CaCO3), pH dan temperatur air.
  2. Dilakukan konversi nilai – nilai diatas menjadi faktor konversi untuk perhitungan Langlier’s Saturation Index

sumber: https://www.dosenpendidikan.com/