Month: November 2018

Dampak Imperialisme dan Kolonialisme pada Bangsa Indonesia

Dampak Imperialisme dan Kolonialisme pada Bangsa Indonesia

Bentuk karya sastra layaknya cerpen, esai, dan yang lain, sejatinya, merupakan peninggalan “tidak langsung” berasal dari zaman pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1659, Belanda sebabkan surat kabar pertama yang diberi nama Bataviasch Courant. Surat kabar ini lah yang selanjutnya jadi wadah kami untuk berekspresi secara tulisan. Baik untuk membagi berita, hingga penyebaran agama kristen. Secara tidak langsung juga, kehidupan sosial budaya kami terpengaruh olehnya.

Nah, kamu rela mengerti nggak apa saja efek imperialisme dan kolonialisme pada Indonesia di bidang lain? Yuk kami bahas satu per satu.

Disadari atau tidak, wujud pemerintahan kami sekarang terhitung merupakan “warisan” berasal dari pemerintahan kolonial Belanda. Zaman dahulu, sistem kepemimpinan kami berbentuk pamong praja. Jabatan yang sifatnya turun-temurun dan upetinya didapat berasal dari rakyat. Artinya, kalau kamu baru bisa jadi “penguasa” kalau kamu keturunan raja. Kalau tidak, ya tidak.

Daendels dan Raffles kemudian mengubahnya jadi pemerintahan modern. Bupati dijadikan pegawai negeri dan digaji. Bagi mereka, bupati adalah alat kekuasaan. Ya, baik Belanda maupun Inggris melaksanakan intervensi pada kerajaan. Alhasil, elit kerajaan tidak cukup leluasa di dalam pergerakan politik.

Imperialisme dan kolonialisme yang pernah mendera Indonesia terhitung sebabkan hal lain: kesibukan pemerintahan berpusat di jawa. Hal ini selanjutnya terbawa hingga sekarang. Meskipun selagi ini kami udah melaksanakan desentralisasi, namun senantiasa menjadi bahwa wilayah Jawa seakan adalah pusat pemerintahan.

Tentu, selagi pemerintah kolonial Belanda menguasai Indonesia, tidak sedikit perlawanan yang menghadang. Salah satunya adalah perlawanan ciamik lewat dunia politik. Kebanyakan rakyat bergerak lewat organisasi di dalam maupun luar negeri.

Sayangnya, kehadiran kolonial memperburuk sosial budaya kita. Adanya Belanda sebabkan kami terbiasa hidup di dalam kotak-kotak masyarakat. Mereka, bersama dengan sengaja sebabkan kasta antargolongan. Buat mereka, bangsa eropa adalah yang tertinggi. Disusul Asia, Timur Jauh, dan, kasta terendah adalah kaum pribumi.

Tidak cuma itu, penindasan dan pemerasan secara kejam terhitung terjadi. Upacara adat di istana-istana kerajaan dihilangkan. Merka menggantinya bersama dengan tradisi pemerintahan Belanda.

Kebiasaan pemerintah Kolonial pakai bahasa Belanda, di segi lain, mempunyai efek tersendiri. Sedikit banyak kami memiliki bahasa serapan yang berasal berasal dari bahasa Belanda. Kantor yang berasal berasal dari kata “Kantoor”. Dan koran yang berasal berasal dari kata “krant”.

Pengaruh lain berasal dari Belanda tersedia pada karya sastra kita. Belanda yang memperkenalkan surat kabar pada tahun 1659 tentu mendukung di dalam penyebaran informasi. Bahkan, penyebaran Katolik dan Protestan terhitung bisa ditemui berasal dari koran.

Karena target Belanda di Indonesia untuk melacak rempah-rempah, mereka perlu sebabkan infrastruktur untuk mengangkut pasokan bahan makanan. Makanya, mereka memiliki andil di dalam pembuatan pembangunan rel kereta dan jalan raya. Bahkan mereka terhitung membangun waduk dan saluran irigasi. Selain itu. Mereka terhitung membangun industri bertambahnya bersama dengan membuka kilang minyak bumi di Tarakan, Kalimantan Timur.

Oke, barangkali paragraf di atas sebabkan kamu menjadi kalau “Belanda itu baik” dikarenakan membangun infrastruktur dan perekonomian kita. Tapi, satu hal yang perlu diingat adalah, cara mereka memperlakukan rakyat kita. Kebijakan tanam paksa dan ekonomi liberal yang mereka wujud sebabkan rakyat Indonesia dipaksa jadi penghasil bahan mentah aja. Alhasil, kami tidak memiliki jiwa “Entrepreneur”. Lha, wong disuruh menanam pala terus.

Yah, monopoli dagang yang dibikin VOC terhitung sebabkan perdagangan Nusantara di kancah internasional jadi mundur. Karena kami cuman mengerti bikin bahan mentah, namun tidak mengerti cara produksi lebih lanjut.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kolonial berhasil pakai rakyat kami untuk dijadikan pegawai administrasi yang terdidik, terampil, namun dihargai murah. Secara pendidikan formal, Belanda menyusun kurikulum pengajarannya sendiri hingga abad ke-19. Makanya, tersedia kecenderungan politik dan kebudayaan yang dimasukkan lewat pendidikan.

Masalahnya, akses untuk pendidikan ini dibatasi oleh mereka. Belanda lagi-lagi sebabkan sekat dan kasta. Karena mereka was-was kalau rakyat kami benar-benar pintar, kami bisa bersatu untuk menggulingkan kekuasaan mereka. Makanya, cuma orang-orang “berada” yang bisa masuk. Seperti keturunan raja, bangsawan, dan entrepreneur kaya.

Lama-kelamaan, hal ini sebabkan sebagian kalangan jadi geram. Alhasil, menjadi bermunculan akademisi yang mementingkan pendidikan di Indonesia. Mulai berasal dari bedirinya Budi Utomo. Masuknya pendiidikan berbasis agama layaknya Muhammadiyah. Dan, tentu saja, lewat papa pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/

5 Cara Bijak Menjelaskan Disabilitas pada Anak

5 Cara Bijak Menjelaskan Disabilitas pada Anak

sudah mengajak anak-anak lihat pertandingan Asian Para Games 2018? Baik mengajak anak nonton segera di arena pertandingan atau lewat televisi, peluang ini mampu jadi moment berharga untuk menjelaskan pada si kecil mengenai makna dari disabilitas dan juga bagaimana cara menyikapinya. Cepat atau lambat, anak-anak bakal mulai tahu ada perbedaan antara penyandang disabilitas dengan dirinya dan membuatnya bertanya-tanya. Nah, jawaban orang tua bakal terlampau menentukan pandangan anak pada para penyandang disabilitas. Maka, mutlak untuk Smart Parents mengimbuhkan jawaban yang bijak kepada anak. Bagaimana caranya? Yuk, kami simak!

1. Mulailah komunikasi dengan contoh

Smart Parents mampu perlihatkan lewat foto, video, atau dengan bertemu secara segera sementara memirsa Asian Para Games untuk menjelaskan mengenai situasi disabilitas. Cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai uraian fisik yang terjadi pada profil yang bersangkutan, bila situasi celebral palsy dalam pertandingan Boccia yang disebabkan oleh kelainan permanen pada otak yang merubah pertumbuhan motorik dan postur tubuh. Diskusikanlah masalah ini dengan dan posisikan diri sebagai orang tua yang juga ingin studi serta tahu situasi keterbatasan sehingga komunikasi dua arah dengan anak mampu konsisten terjaga.

2. Jelaskan apa itu disabilitas cocok dengan umur anak

Jelaskanlah makna disabilitas pada anak dengan simple dan menyesuaikan dengan umur anak. Smart Parents mampu mengawali penjelasan dengan menjelaskan bahwa penyandang disabilitas artinya adalah mereka yang mempunyai perbedaan dari kita. Perbedaan ini bisa saja sebabkan mereka jadi lebih susah untuk mengerjakan sesuatu yang bagi kami biasa saja. Kondisi ini juga sebabkan mereka bisa saja butuh perlindungan orang lain, juga kita. Berikan umpama layaknya anak yang butuh alat bantu dengar untuk mampu mendengar dengan baik. Setelah menjelaskan mengenai perbedaannya, barulah jelaskan kekuatan mereka.

3. Tumbuhkan rasa empati pada anak, tanpa mengolok

Penting untuk Smart Parents mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan empati sejak dini. Katakanlah bahwa seorang penyandang disabilitas juga ingin diperlakukan mirip dengan orang lain dan tidak dianggap sebagai manusia yang lemah atau tidak mampu. Hal ini bakal ikut merubah situasi psikologis anak. Jelaskan pada anak persamaan antara penyandang disabilitas dengan diri mereka, layaknya sama-sama mempunyai mata, rambut, telinga, wajah yang cantik atau tampan, dan lain sebagainya. Bahkan, penyandang disabilitas juga mampu mempunyai kekuatan yang lebih unggul dibandingkan orang normal, layaknya jadi atlet.

4. Gunakan pilihan kata yang positif dan netral

Jawablah tiap-tiap pertanyaan anak dengan bijak. Katakan bahwa kekurangan pada penyandang disabilitas bukanlah salah mereka ataupun orang tuanya. Berikan penjelasan bahwa ada yang sebenarnya terlahir dengan situasi layaknya ini gara-gara sakit atau kecelakaan. Tetap fokuskan pada berlebihan dan kekuatan para penyandang disabilitas. Pilihlah kata-kata yang positif dan hindari pemanfaatan kata idiot, cacat, dan sebagainya. Smart Parents mampu manfaatkan nama tertentu untuk disabilitasnya, bila autisme, tunanetra, tunarungu, dan lainnya.

5. Ajarkan anak bagaimana wajib bersikap

Meskipun kelihatan berbeda secara fisik, tanamkan bahwa kami seluruh dilahirkan mirip yang mempunyai karakter basic ingin saling dihormati dan membantu. Jadi janganlah memperlakukan mereka berbeda dengan yang lain. Smart Parents mampu menjelaskan bahwa para penyandang disabilitas sama-sama mampu mulai sedih kalau diperlakukan secara berbeda atau mampu mulai tidak nyaman sementara dibicarakan oleh orang lain. Beritahu anak bahwa penyandang disabilitas juga ingin diajak bicara, diajak bermain dengan orang seusianya, diberikan stimulus sementara ikuti lomba, dan dihargai karyanya mirip layaknya orang lain.

Menjelaskan disabilitas pada anak bisa saja bukan perihal yang enteng dan Smart Parents wajib menjelaskannya berkali-kali. Jangan menyerah dan teruslah ajak anak menyoroti berlebihan orang lain dan persamaannya dengan kita. Dengan begitu, anak tidak bakal fokus pada perbedaan antara penyandang disabilitas dan dirinya serta bakal lebih menghargai orang lain.

Baca Juga :