Pendidikan dan Industri Harus Bekerjasama Menghadapi Revolusi 4.0
Posted on: November 27, 2018, by : g3wgj

Pendidikan dan Industri Harus Bekerjasama Menghadapi Revolusi 4.0 – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong kalangan civitas akademika atau lembaga pendidikan supaya dapat bersinergi dengan industri/dunia usaha dalam menghadapi kendala dan kesempatan menyambut revolusi industri 4.0. Pentingnya kerja sama kalangan kampus dengan industri, diakibatkan kunci dari keberhasilan investasi SDM ialah partisipasi industri.

“Semakin tinggi partisipasi industri, maka bakal semakin tumbuh tingkat keberhasilan investasi SDM yang berhasil, ” ujar Hanif Dhakiri ketika menjadi keynote speaker seminar hubungan industrial kompetensi alumni politeknik di era revolusi industri 4.0 bertajuk “Revolusi Industri 4.0 Indonesia mesti siap untuk kesempatan dan tantangan terutama di bidang ketenagakerjaan”, Jakarta, Senin (19/11).

Hanif Dhakiri menyatakan dengan dijadikannya tingkat edukasi sebagai di antara indikator untuk pekerja yang ikut berlomba untuk memperoleh peluang bekerja, maka kualitas tenaga kerja Indonesia masih butuh diperbaiki. Salah satu upaya menguatkan peran strategis dari lembaga edukasi yakni melewati pembelajaran langsung (live education) sampai-sampai dapat menambah kompetensi serta sinergitas dan kolaborasi dengan dunia industri.

Hanif Dhakiri mengatakan, ketika ini pihaknya sedang merumuskan grand design pelatihan vokasi nasional sebagai tahapan strategis persiapan SDM Indonesia di era revolusi industri 4.0 dengan mengerjakan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan pembaharuan sertifikasi kompetensi.

“Saya bercita-cita kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk dapat memanfaatkan momentum revolusi industri ini guna bergerak bareng menciptakan harmonisasi dalam membina hubungan industrial yang kondusif, “ ujar Hanif Dhakiri.

Untuk itu, Hanif Dhakiri menyuruh pelaku dunia usaha mengundang pelaku dunia usaha lainnya supaya dapat terus mencampur dengan instansi pemerintah guna menginvestasikan sebanyak barangkali SDM supaya mempunyai kualitas yang baik, jumlah SDM yang memadai, dan persebaran SDM merata di sekian banyak daerah.

“Tanpa tiga urusan tersebut, masa mendatang kita semakin berat. Karena itu supaya tantangan enteng maka anda harus siapkan SDM menjadi SDM unggul dan mempunyai daya saing yang baik. Sehingga ekonomi kita dapat tumbuh secara produktif dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan, ” jelas Hanif Dhakiri.

Hanif Dhakiri bercita-cita hasil seminar dapat diciptakan benak cerdas dan ciptakan terobosan bagaimana menciptakan iklim ketenagakerjaan menjadi lebih baik dan mendorong inovasi yang menjadi kunci perkembangan ekonomi.

Direktur Polteknaker Retna Pertiwi pun mengatakan adanya digitalisasi dunia industri dalam kondisi global revolusi industri 4.0, sangat diperlukan tenaga kerja yang responsif, mempunyai ketrampilan, karakter, kreatif, kolaboratif dan kontributif terhadap evolusi tersebut.

Dalam acara seminar itu juga muncul Sekjen Kemnaker Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, staf berpengalaman Irianto Simbolon, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) yang pun mantan Menakertrans Bomer Pasaribu, Widyaiswara Sahat Sinurat, Direktur Pengupahan Direktur Adriana, Direktur Persyaratan Kerja Siti Junaedah, Direktur Polteknaker Retna Pertiwi dan 150 peserta seminar.

Sumber: Www.Pelajaran.Id