5 Cara Bijak Menjelaskan Disabilitas pada Anak
Posted on: November 5, 2018, by : g3wgj

5 Cara Bijak Menjelaskan Disabilitas pada Anak

sudah mengajak anak-anak lihat pertandingan Asian Para Games 2018? Baik mengajak anak nonton segera di arena pertandingan atau lewat televisi, peluang ini mampu jadi moment berharga untuk menjelaskan pada si kecil mengenai makna dari disabilitas dan juga bagaimana cara menyikapinya. Cepat atau lambat, anak-anak bakal mulai tahu ada perbedaan antara penyandang disabilitas dengan dirinya dan membuatnya bertanya-tanya. Nah, jawaban orang tua bakal terlampau menentukan pandangan anak pada para penyandang disabilitas. Maka, mutlak untuk Smart Parents mengimbuhkan jawaban yang bijak kepada anak. Bagaimana caranya? Yuk, kami simak!

1. Mulailah komunikasi dengan contoh

Smart Parents mampu perlihatkan lewat foto, video, atau dengan bertemu secara segera sementara memirsa Asian Para Games untuk menjelaskan mengenai situasi disabilitas. Cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai uraian fisik yang terjadi pada profil yang bersangkutan, bila situasi celebral palsy dalam pertandingan Boccia yang disebabkan oleh kelainan permanen pada otak yang merubah pertumbuhan motorik dan postur tubuh. Diskusikanlah masalah ini dengan dan posisikan diri sebagai orang tua yang juga ingin studi serta tahu situasi keterbatasan sehingga komunikasi dua arah dengan anak mampu konsisten terjaga.

2. Jelaskan apa itu disabilitas cocok dengan umur anak

Jelaskanlah makna disabilitas pada anak dengan simple dan menyesuaikan dengan umur anak. Smart Parents mampu mengawali penjelasan dengan menjelaskan bahwa penyandang disabilitas artinya adalah mereka yang mempunyai perbedaan dari kita. Perbedaan ini bisa saja sebabkan mereka jadi lebih susah untuk mengerjakan sesuatu yang bagi kami biasa saja. Kondisi ini juga sebabkan mereka bisa saja butuh perlindungan orang lain, juga kita. Berikan umpama layaknya anak yang butuh alat bantu dengar untuk mampu mendengar dengan baik. Setelah menjelaskan mengenai perbedaannya, barulah jelaskan kekuatan mereka.

3. Tumbuhkan rasa empati pada anak, tanpa mengolok

Penting untuk Smart Parents mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan empati sejak dini. Katakanlah bahwa seorang penyandang disabilitas juga ingin diperlakukan mirip dengan orang lain dan tidak dianggap sebagai manusia yang lemah atau tidak mampu. Hal ini bakal ikut merubah situasi psikologis anak. Jelaskan pada anak persamaan antara penyandang disabilitas dengan diri mereka, layaknya sama-sama mempunyai mata, rambut, telinga, wajah yang cantik atau tampan, dan lain sebagainya. Bahkan, penyandang disabilitas juga mampu mempunyai kekuatan yang lebih unggul dibandingkan orang normal, layaknya jadi atlet.

4. Gunakan pilihan kata yang positif dan netral

Jawablah tiap-tiap pertanyaan anak dengan bijak. Katakan bahwa kekurangan pada penyandang disabilitas bukanlah salah mereka ataupun orang tuanya. Berikan penjelasan bahwa ada yang sebenarnya terlahir dengan situasi layaknya ini gara-gara sakit atau kecelakaan. Tetap fokuskan pada berlebihan dan kekuatan para penyandang disabilitas. Pilihlah kata-kata yang positif dan hindari pemanfaatan kata idiot, cacat, dan sebagainya. Smart Parents mampu manfaatkan nama tertentu untuk disabilitasnya, bila autisme, tunanetra, tunarungu, dan lainnya.

5. Ajarkan anak bagaimana wajib bersikap

Meskipun kelihatan berbeda secara fisik, tanamkan bahwa kami seluruh dilahirkan mirip yang mempunyai karakter basic ingin saling dihormati dan membantu. Jadi janganlah memperlakukan mereka berbeda dengan yang lain. Smart Parents mampu menjelaskan bahwa para penyandang disabilitas sama-sama mampu mulai sedih kalau diperlakukan secara berbeda atau mampu mulai tidak nyaman sementara dibicarakan oleh orang lain. Beritahu anak bahwa penyandang disabilitas juga ingin diajak bicara, diajak bermain dengan orang seusianya, diberikan stimulus sementara ikuti lomba, dan dihargai karyanya mirip layaknya orang lain.

Menjelaskan disabilitas pada anak bisa saja bukan perihal yang enteng dan Smart Parents wajib menjelaskannya berkali-kali. Jangan menyerah dan teruslah ajak anak menyoroti berlebihan orang lain dan persamaannya dengan kita. Dengan begitu, anak tidak bakal fokus pada perbedaan antara penyandang disabilitas dan dirinya serta bakal lebih menghargai orang lain.

Baca Juga :