Menyimpan Beras dengan Tepat

Top Banner

Smartdetoxsynergy.co.id. Beras merupakan salah satu jenis makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hasil olahan beras sebagai makanan pokok cukup beragam, tidak hanya diolah menjadi nasi, beras juga seringkali diolah menjadi bubur, ketupat, lontong, dan lain-lain. Beras sendiri tidak hanya memiliki satu jenis varian. Beraneka macam beras memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Beras yang berkualitas tinggi akan menghasilkan olahan yang berkualitas pula. Namun demikian, kualitas breas tidak hanya ditentukan oleh kualitas padi yang ditanam, namun juga cara penyimpanan beras. Menyimpan bras dengan cara yang tepat akan tetap menjaga kualitas beras agar tetap dapat menghasilkan cita rasa tinggi pada hasil olahannya. Orang Indonesia memang seringkali menyimpan beras dalam jumlah yang banyak sebagai cadangan makanan. Permasalahnnya, tidak semua orang mengerti bagaimana yang baik. Akibatnya, sebagus apapun kualitas beras tersebut pada akhirnya kaan menjadi rusak karena kesalahan cara menyimpan. Beras menjadi berkutu, bau apek, bahkan menjadi sarang semut. Oleh akrena itu, anda pun perlu mengetahui cara penyimpanan beras yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
Pertama, pilih wadah penyimpanan beras yang baik. Saat ini sudah banyak sekali macam-macam wadah penyimpan beras yang beredar di pasaran.
Kedua, pastikan wadah penyimpanan beras anda benar-benar bersih sebelum digunakan. Bersih dari kotoran debu, semut, atau hewan-hewan lain juga pastikan wadah tersebut kering. Bersihkan juga alat penakar beras secara berkala dengan mencuci menggunakan air dan sabun sama seperti cara kita mencuci piring, setelah kering letakkan kembali di tempat semula. Untuk bagian luar wadah, cukup dibersihkan dengan menggunakan kain yang lembab lalu dikeringkan.
Ketiga, yang penting juga bahwa pastikan anda membeli beras yang bagus. Tidak berbau, tidak berkutu dan tidak berjamur sehingga anda benar-benar yakin bahwa beras yang akan anda masukkan ke dalam tempat penyimpanan memang beras dalam kondisi baik.
Keempat, untuk mencegah munculnya kutu beras, tambahkan beberapa lembar daun asam jawa yang sudah dibersihkan dan kering. Adna juga dapat menggunakan daun belimbing wuluh untuk alternative yang lain. Masukan dedaunan tersebut ke dalam tempat penyimpanan beras yang sudah anda siapkan.
Kelima, pastikan anda menaruh wadah penyimpanan di tempat yang bersih dan tidak mudah terjangkau oleh tikus. Tikus akan mudah dating pada tempat-tempat yang kotor, oleh karena itu bersihkan selalu sekitar aera penyimpanan beras. Selain itu, hindari tempat yang beresiko mengalami kebocoran jika terjadi hujan agar beras anda tidak ikut menjadi basah.
Keenam, bila persediaan beras anda sudah menipis dan anda sudah membeli beras lagi, hindari mencampurkan beras lama dengan beras yang baru. Sebaiknya anda habiskan terlebihd ahulu persediaan beras lama anda sehingga waktu penyimpanan beras lama anda tidak semakin lama. Beras yang disimpan dalam waktu yang lama akan mengalami penurunan kualitas jika disimpan dalam waktu lebih dari satu bulan.dalam hal ini anda perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan beras untuk keluarga anda agar tidak terlalu lama menyimpan beras.
Ketujuh, aturlah ruangan tempat anda menyimpan beras agar senantiasa kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga dapat mencegah timbulnya jamur.
Terakhir, sewaktu-waktu anda perlu membuka tutup penyimpanan beras agar dapat menghindari beras menjadi bau.
beras
Sumber:
perempuan dot com
cybex dot deptan dot go dot id

Incoming search terms:

  • cara menyimpan beras
  • cara mengawetkan beras
  • sebaiknya nenyimpan beras diwadah apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*