Menjadi “Sahabat” bagi Anak Nakal

Top Banner

smartdetoxsynergy.co.id . Peran dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak-anaknya sangatlah sentral. Selain harus menjadi panutan, orang tua dituntut untuk mampu menjadi teman diskusi, sumber informasi, pembimbing, dan terutama menjadi guru pertama di dalam rumah bagi anak-anaknya. Dalam praktiknya, tidak semua anak memiliki karakter yang sama. Berbagai macam factor menjadi penyebab adanya perbedaan karakter antara anak yang satu dengan yang lain. Latar belakang keluarga, misalnya pendidikan orang tua, kondisi ekonomi, kondisi social di lingkungannya, turut serta membentuk kepribadian seorang anak. Oleh karena itu, perbedaan karakter seorang anak akan mempengaruhi cara dan metode pengasuhan dan pendidikan bagi mereka.
Di masyarakat kita, dikenal istilah “”. Stigma yang berkembang mengenai istilah ini biasanya dilekatkan kepada anak yang cenderung suka membantah, tidak taat aturan, kurang peduli sesame, dan sangat sulit untuk diatur. Padahal, bias jadi anak tersebut sebetulnya sama dengan anak yang lain, tetapi memiliki daya dan tingkat kreativitas yang lebih tinggi dengan anak-anak seusianya. Pemahaman yang kurang, menjadikan orang tua merasa sering “kerepotan” menghadapi tipikal anak seperti ini, akhirnya, predikat “” begitu mudah disandangkan pada anak tersebut. Namun ada pula stigma “” yang merujuk pada anak dengan karakter yang cukup frontal. Misalnya kurang sopan, tidak tahu terima kasih, kurang ajar, cenderung sering melakukan hal-hal yang berbahaya, tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi orang lain. Dalam istilah psikologi, hal ini dapat disebut sebagai Gangguan Tingkah Laku (GTL)
Menghadapi situasi perbedaan karakter anak, terutama jika menemui karakter “anak nakal”, memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Adalah kewajiban bagi orang tua atau pembimbingnya untuk mendidik anak/siswa agar menjadi yang terbaik. Seperti apa hasil didikannya nanti, tentu saja sangat bergantung pada seperti apa input dan proses dari pendidikan tersebut. Menurut para ahli psikologi, ternyata predikat “anak nakal” yang terlalu sering disandangkan pada diri seorang anak akan berpengaruh pada tingkah lakunya. Predikat-predikat buruk yang disematkan pada seorang anak cenderung akan menghasilkan dampak yang buruk pula. Sangat disadari bahwa “nakal” adalah predikat yang sangat tidak diinginkan oleh orang tua, terutama oleh si anak sendiri. Namun karena factor kebiasaan dan kekurangpahaman, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak. Akibatnya adalah si anak merasa divonis bahwa dirinya nakal, suka mengganggu lingkungan, tidak disukai oleh sekitar, dan parahnya lagi, cenderung “dimusuhi” lingkungannya.
Bagaimana kemudian menghadapi situasi seperti ini, khususnya bagi orang tua dan kalangan pendidik? Hal pertama yang harus dilakukan adalah hindari sebutan nakal bagi anak-anak yang memiliki kreativitas lebih sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Karena, jika predikat tersebut terus menerus disebut dan didengungkan kepada si anak, maka lama-kelamaan anak tersebut justru akan merasa bahwa dirinya memang nakal. Seperti apapun nakalnya anak tersebut, sebetulanya tidak ada sedikitpun rasa suka atau bahagia dengan predikat tersebut. Hatinya akan terluka dan dia akan berusaha mencari cara untuk menunjukan kepada semua orang bahwa dia tidak seperti yang mereka tuduhkan, namun justru yang terjadi malah tingkat kenakalannya semakin meningkat, karena krisis kepercayaan dari masyarakat sekitar.
Langkah kedua, sebaiknya orang tua mampu menjelaskan kesalahan anak dengan cara yang bijak dan tidak mendikte. Tidak secara langsung memberikan predikat “nakal” atau dengan kekerasan dan intonasi bicara yang tinggi. Cari tahu dan analisis kesalahan apa yang yang dilakukan anak, kemudian dievaluasi apa yang menjadi penyebab anak terebut melakukan kesalahan tersebut, bias jadi factor penyebabnya berada pada orang tua, sehingga dapat diperbaiki yang menjadi akar masalahnya.
Intinya, mendidik dengan kasih saying, dan menjadi sahabat bagi anak adalah cara terbaik untuk menuntun anak menjadi yang terbaik. Jika kita mampu menjadi sahabat bagi mereka, pasti tidak aka nada keraguan bagi mereka untuk terbuka dengan kita, dan juga akan dengan mudah mengikuti tata cara dan aturan yang dibuat untuk kehidupan mereka.
anak

Sumber
galihpakuan dot kemsos dot go dot id
aunian dot com
sahabat yatim dot org

Sidebar Detox Pelangsing Wanita Berjilbab Putih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*